Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Apa di balik munculnya fenomena bendera bajak laut One Piece? Apalagi munculnya fenomena ini dekat sekali dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kita akan mengulasnya bersama Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid, dan founder Drone Emprit yang juga pengamat media sosial, Ismail Fahmi.

Sudah bergabung juga Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

Baca Juga Bahas Bendera One Piece & Sindiran Kreatif, Puan: Pemerintah Harus Bijak Tanggapi Kritik di https://www.kompas.tv/nasional/611735/bahas-bendera-one-piece-sindiran-kreatif-puan-pemerintah-harus-bijak-tanggapi-kritik

#onepiece #benderamerahputih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/612276/full-pengamat-drone-emprit-dpr-soal-bendera-one-piece-jelang-hut-ri-pemerintah-paranoid
Transkrip
00:00Lalu apa dibalik munculnya fenomena bendera Bajak Laut One Piece?
00:05Apalagi munculnya fenomena ini dekat sekali dengan peringatan Hood Kemerdekan Republik Indonesia.
00:09Kita akan mengulasnya bersama dengan Direktur Eksekutif Amnesty International,
00:14sudah ada Bang Usman Hamid, dan juga ada founder Drone Emprit,
00:17yang juga pengamat media sosial, sudah ada Bung Ismail Fahmi.
00:20Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
00:24Selamat pagi, Waalaikumsalam.
00:25Kita pagi-pagi membahas soal bagaimana fenomena yang lagi ramai sekali terjadi di sejumlah daerah
00:33dengan banyak sekali orang yang mengibarkan bendera One Piece.
00:38Ada lambang tengkorak dengan memakai jerami di kepalanya, topi jerami.
00:44Nah, saya ke Bang Usman dulu.
00:45Bang Usman, kalau menurut Anda, seperti apa fenomena dibalik kemunculan pengibaran bendera One Piece?
00:53Apakah ini bisa menjadi pertanda bahwa ini adalah bentuk kebebasan berekspresi?
01:00Atau seperti apa Anda melihat ini, Bang Usman?
01:03Ya, kami melihatnya masih merupakan ekspresi yang sah dan dilindungi oleh undang-undang.
01:09Tidak ada kekerasan, tidak ada hasutan kebencian berdasarkan suku, agama, ras, atau lain-lainnya.
01:17Sehingga pernyataan-pernyataan sejumlah pejabat yang mengatakan itu memecah belah, atau itu makar, itu sama sekali tidak berdasar.
01:27Mari kita tengok sama-sama, apa sih ketentuan dari misalnya ketentuan tentang pasal makar.
01:32104, 106, 107, 108, sampai dengan 1010 pasal hukum pidana, itu semua bicara tentang pasal makar.
01:42Ada yang tentang pembunuhan presiden, ada yang tentang penggulingan pemerintahan yang sah, ada yang tentang penyerahan sebagian wilayah kepada negara musuh, sampai dengan pemberontakan.
01:54Tidak satu pun dari perbuatan masyarakat kita, misalnya, diarahkan atau melakukan tindakan yang seperti itu.
02:03Kita lihat misalnya di Seragen, di Kerek, atau di Tuban, atau di beberapa wilayah, ada yang bersepeda santai, membawa bendera, sepeda sendirian.
02:11Ada juga yang misalnya membuat mural di jalan yang tidak merusak atau tidak mengganggu orang lain.
02:16Ada juga supir trop yang mengekspresikan atau mengutarakan perasaannya, pernyataan, pikirannya, atau pendapatnya terkait dengan kemacetan yang tidak masuk akal sampai 3 hari, 3 malam, misalnya.
02:29Tapi kita lihat begitu ya, Bang Usman, ini ada kebebasan berekspresi yang Anda melihat tidak ada tudingan makanan, segala macam.
02:35Tapi kemudian visual tadi sudah kita lihat, kemudian harus dihapus, sayang sekali begitu ya, harus dihapus, di jalan, dan bahkan didampingi oleh aparat.
02:46Ya, ya itu kan berlebihan. Tidak ada dasar hukumnya juga. Jadi aspek legalitasnya tidak terpenuhi.
02:53Aspek necessitasnya, keperluannya tidak perlu itu. Aspek proporsionalitasnya berlebihan.
03:00Dan tidak bisa dipertanggungjawabkan tindakan-tindakan semacam itu.
03:03Jadi sebaiknya pemerintah justru duduk mengajak mereka yang mengibarkan bendera itu untuk berbicara, memperbaiki apa yang menjadi keprihatinan mereka.
03:13Kalau kita lihat dari ilustrasi Jolly Roger itu kan sebenarnya bukan bajak laut sebagaimana yang diidentikan dengan gambar tongkorak itu.
03:22Seolah-olah memang mengandung kekerasan, keseraman, dan seterusnya.
03:26Padahal itu adalah bajak laut mugiwara, kru mugiwara yang baik hati, yang menolong siapapun yang tertindas, yang menjadi sahabat dari banyak negara.
03:36Jadi dalam cerita itu justru yang tersimbolisasi adalah hal-hal yang baik, melawan penindasan.
03:44Kan bangsa ini merdeka dengan semangat melawan penindasan.
03:47Tadi Pak Menhan mengatakan bangsa ini merdeka dengan darah, air mata, termasuk dengan diplomasi, saya tambahkan.
03:55Tapi itu kan sebenarnya cara warga masyarakat kita, sopir trok, warga biasa yang mengekspresikan anime Jolly Rogers dalam bentuk bendera tongkorak itu,
04:06semangatnya sama. Semangatnya sama-sama ingin melawan penindasan, meneguhkan kembali bahwa semangat kemerdekaan Republik Indonesia
04:14bukan sekedar membangun kedaulatan dari bangsa asin yang menjajah, tapi juga menciptakan kehidupan yang berketuhan dan yang Maha Esa,
04:22peri-kemanusiaan yang adil dan berada, bukan hanya persatuan tapi juga kerakyatan dan keadilan sosial.
04:28Jadi semangatnya sangat semangat kebangsaan dari Indonesia.
04:32Tapi itu dituangkan dalam bentuk alegori, dalam bentuk metafor.
04:35Jadi pemerintah mestinya bisa lebih mengerti.
04:38Nah, lihat tuh di TV ada warga biasa dengan sepeda, dengan santai, tidak ada kekerasan.
04:42Padahal pasal-pasal makar atau pasal-pasal yang dipandang sebagai ancaman keamanan nasional
04:47atau ancaman integritas teritorial atau integritas nasional seperti yang dikhawatirkan oleh Menteri HAM,
04:54itu tidak tercermin dalam tindakan mereka.
04:56Jadi ini hanya laksana takut pada bayangan sendiri gitu.
05:00Jadi ada bayangan yang sebenarnya berasal dari sinar cahaya senter,
05:06dari sebuah seekor kucing, tapi dilihat seperti seekor harimal.
05:10Jadi ketakutan itu berlebihan.
05:11Jadi Anda mau mengatakan responnya berlebihan soal fenomena pengibaran bendera One Piece ini.
05:19Kalau Anda mengatakan, ya ini hanya kebebasan berekspresi saja,
05:22tidak ada soal makar atau upaya untuk ingin memecah belah bangsa.
05:27Jadi dialog lah, bicarakan lah.
05:29Misalnya tentang angka pengangguran atau angka pemutusan hubungan kerja yang meningkat.
05:34Angka bansos yang kabarnya mungkin seratusan ribu keluarga miskin tidak akan lagi dapat masker.
05:39Benar atau tidak? Angka pertumbuhan ekonomi yang diragukan oleh para ekonom dari Biro Pusat Statistik benar atau tidak?
05:46Atau hal-hal lain yang saya kira jauh lebih esensial.
05:49Jadi justru di sini inilah kesempatan pemerintah untuk bertemu dengan masyarakat,
05:54berdialog dengan masyarakat dari berbagai sektor.
05:57Untuk bisa mendengarkan.
05:58Kita ingati kemerdekaan dalam mereka merefleksikan seberapa merdeka kita sekarang ini secara keadilan sosial,
06:05secara kebebasan politik, dan seterusnya.
06:07Oke, tapi ini juga yang agak menarik begitu ya.
06:10Tapi bagaimana kalau bendera One Piece itu kemudian dikibarkan di bawah bendera merah putih?
06:16Karena kan banyak juga ada visual-visual warga begitu ya,
06:21mengibarkan bendera merah putih di bawahnya bendera One Piece begitu.
06:24Nah, Anda melihatnya bagaimana kalau tadi kan Menteri Pertaran sudah mengatakan,
06:28janganlah seperti itu dikibarkan bendera merah putih di bawahnya bendera bajak laut seperti itu.
06:34Tidak pantas rasanya.
06:36Kalau menurut Anda bagaimana?
06:39Pak Minhan boleh mengatakan seperti itu,
06:41tapi kalau masyarakat punya arti lain, punya cara lain,
06:45nggak boleh direpresi gitu.
06:46Jadi kalau misalnya begini,
06:49masyarakat mengibarkan bendera di bawah bendera merah putih,
06:52bendera anime bajak laut baik hati itu,
06:56sambil mengatakan pertama,
06:58atas berkat rahmat Allah kita bisa merdeka.
07:00Terima kasih Tuhan.
07:01Yang kedua, atas perjuangan para pendiri bangsa,
07:05para proklamator, para revolusioner di saat itu,
07:08kami sangat bersyukur.
07:10Namun demikian misalnya gitu.
07:12Kita masih harus membicarakan masalah-masalah ketidakdalan sosial dan seterusnya,
07:15yang kita gambarkan lewat bendera.
07:17Itu kan hal yang tidak ada pidananya,
07:19tidak ada kejahatannya gitu.
07:20Nah, yang kedua, kalau Pak Minhan misalnya,
07:24pokoknya dilarang.
07:25Kalau misalnya itu dilakukan, akan dipidanakan.
07:28Atau lebih itu revisi dulu undang-undangnya.
07:30Karena undang-undang perlindungan tentang lambang negara,
07:32seperti bendera dan seterusnya itu kan,
07:35yang dilarang itu misalnya merobek,
07:36atau membakar, atau menginjak-injak,
07:38seperti yang diatur di sejumlah negara.
07:40Atau melakukan perbuatan lain,
07:42yang sifatnya merendahkan bendera merah putih.
07:44Atau misalnya menghina bendera merah putih
07:47dalam pengertian yang dimaksud dengan undang-undang itu.
07:50Kalau yang kita lihat sekarang ini,
07:52saya kira jauh dari rasa itu.
07:54Justru,
07:54ia ingin menggunakan simbol,
07:57metafor,
07:57alegori,
07:58untuk mengetengahkan kembali
08:00esensi merdeka itu,
08:02esensi merah putih itu,
08:03kan sebenarnya,
08:05adalah melawan penindasan.
08:07Dan,
08:07kru Mugiwara dalam cerita Bajak Laut ini,
08:11adalah kru dari Bajak Laut yang balik hati,
08:14yang mendolong sesama,
08:15yang lawan penindasan.
08:17Jadi,
08:17semangatnya itu yang harus dilihat,
08:19ketimbang simbolisasinya gitu loh,
08:21Mbak.
08:22Oke,
08:24menarik sekali begitu ya,
08:25pembahasan kita soal bagaimana ribut bendera one piece,
08:28jelang hut ke-80 Republik Indonesia,
08:31walaupun memang ada berbagai macam pro dan juga kontra,
08:34soal fenomena ini.
08:35Sebenarnya,
08:36selain Bung Fahmi dan juga Mas Usman Hamid,
08:40kami juga sudah lebih dulu juga berusaha untuk mengundang dari kantor kepresidenan,
08:46tapi sampai saat ini belum ada jawaban.
08:48Kami berharap dari kantor kepresidenan bisa ikut bergabung bersama kami untuk memberikan diskusinya,
08:54memberikan perspektifnya juga dari sisi pemerintahan,
08:57sebenarnya untuk kita bisa berdiskusi di pagi hari ini ya,
08:59Bang Usman Hamid dan juga Bung Fahmi.
09:01Saya ke Bung Fahmi dulu,
09:02tadi sudah dijelaskan oleh Mas Usman Hamid soal bagaimana ini soal kebebasan berekspresi,
09:09tidak ada hubungannya soal makar, memecah belah bangsa,
09:12dan Anda juga, Mas Usman juga mengatakan agaknya kok seperti berlebihan begitu reaksinya begitu.
09:18Nah kalau dari digital sendiri, kalau dari media sosial,
09:22apa yang bisa Anda jelaskan soal awal kemunculan simbol bendera One Piece ini
09:28sampai akhirnya ramai di media sosial dan akhirnya juga tercetuslah,
09:35kemudian terwujudlah di dunia nyata begitu ya,
09:37banyak sekali pengibaran bendera One Piece di menjelang hut ke-80 Republik Indonesia.
09:42Jadi kalau kita lihat sebetulnya kan sebelum bulan Juli,
09:50kan rame kan bulan Juli kemarin di media sosial,
09:53sebelum itu kan sudah cukup rame di kalangan sopir,
09:56dan itu tidak ada hubungannya dengan 17 Agustusan,
09:59tidak ada hubungannya dengan yang politik,
10:01jadi mereka merasa relate sebetulnya para sopir tadi,
10:06seperti yang disampaikan Bang Usman tadi,
10:09bagaimana mungkin dia dapat masalah di jalan,
10:12soal kondisi jalan, soal macet dan lain-lain.
10:16Dan bendera ini kan artinya apa?
10:19Solidaritas ya, ada semangat solidaritas di antara mereka,
10:23dan mungkin dia merasa dengan adanya bendera ini,
10:26itu makin kuat menghadapi tantangan, rintangan di jalan,
10:30beratnya kehidupan seperti itu,
10:33dan itu seperti yang ada di gambaran di film.
10:34Dan itu belakangan, kemudian rame di media sosial,
10:38kenapa?
10:38Karena pas kebetulan menjelang 17 Agustusan,
10:42biasanya kan kita, mereka biasanya itu mengibarkan bendera merah putih,
10:46kemudian ada netizen yang bilang,
10:48dulu merah putih, sekarang diganti,
10:50bukan diganti sebetulnya,
10:51sekarang yang berkibar adalah bendera Juli ini, kan gitu.
10:55Nah dari sinilah kemudian,
10:57mulai ada relate sambungan antara bendera ini dengan 17 Agustusan.
11:01Media sosial rame, kemudian direspon,
11:04ya sayangnya respon pertama dari pemerintah,
11:07seperti yang disampaikan Bang Usman tadi,
11:09itu cenderung seperti apa ya,
11:11menilai ini sebagai makar,
11:14tidak melihat esensinya seperti apa,
11:17langsung bukannya ini makar,
11:18ini sesuatu yang harus diluruskan,
11:20tidak sesuai dengan undang-undang, dan lain-lain.
11:23Nah, hal inilah yang kemudian menyebabkan resistensi itu makin meningkat,
11:28yang tadinya sebagai ibaratnya baca laut yang baik hati,
11:33mereka saling membantu diantara para supir ya,
11:38supir truk itu,
11:39kemudian kenapa ini dilawan sama pemerintah?
11:42Seperti di dalam film tadi,
11:43akhirnya kan makin kuat.
11:44Nah, karena makin kuat direpresi,
11:46ini kan simbol,
11:47simbol itu ketika direpresi,
11:49dan itu sudah makin banyak lah,
11:51makin banyak orang yang sudah tahu sebetulnya,
11:53Joli Roger ini apa?
11:55Ini sesuatu yang positif.
11:56Jadi melihat,
11:57ini ada nggak benar nih.
11:58Akhirnya timbulah solidaritas di media sosial yang makin besar.
12:03Jadilah viral.
12:03Jadi saya lihat itu data sekarang ini,
12:0681 persen,
12:0781 persen itu mendukung.
12:10Sentimennya itu sangat positif terhadap bendera ini.
12:12Itu kalau dilihat di media sosial.
12:15Itu bukan hanya di Twitter,
12:16itu di TikTok.
12:17Berangkatnya kan banyak rame video di TikTok.
12:19Twitter itu keperamekan belakangan gitu.
12:21Dan meskipun saya analisi sebanyak persyakapan di Twitter,
12:24di TikTok, di lain-lain,
12:25semua cenderung positif untuk mendukung Joli Roger ini.
12:28Nah, apa yang akan terjadi?
12:30Akhirnya,
12:30ini kan pertarungan simbol ya,
12:32pemaknaan simbol.
12:34Dan kita bisa lihat dulu pernah ada itu,
12:37simbol fee for vendetta ya.
12:39Jadi orang protes,
12:41anonim pakai masker,
12:44pakai masker untuk buka pakai vendetta.
12:46Tadinya sebutnya sama,
12:47mirip seperti ini juga.
12:49Ekspresi seni,
12:50yang kemudian oleh pemerintah itu secara internasional,
12:54beberapa negara,
12:55melihat ini sesuatu yang harus dilawan.
12:58Malah akhirnya menjadi simbol perlawanan internasional.
13:02Ini yang perlu kita hati-hati juga ya,
13:05karena simbol itu nggak bisa direpresi.
13:08Simbol itu bisanya diresapi,
13:10dibahami maknanya seperti apa.
13:12Ketika diresapi,
13:13direpresi.
13:15Oke, misalnya di jalanan tadi kan ditutup ya.
13:18Itu bisa sudah muncul itu,
13:20saya lihat itu di TikTok juga.
13:21Mereka menggunakan apa?
13:23Artificial intelligence.
13:24Menggunakan AI,
13:25jenerit pakai AI.
13:26Siapa yang bisa merepresi pakai AI?
13:28Disebarkan di TikTok.
13:29Itu banyak sekali video-video
13:31dari, apa itu,
13:34kendaraan,
13:35terutama kita menggunakan
13:36bendera ini pakai AI di jenerit.
13:39Jadi, hal ini kan bisa menimbulkan
13:40ekspresi yang jauh lebih luas lagi.
13:42Solusinya paling bagus ya,
13:44tadi harusnya saya sepakat dengan Mas Usman,
13:47ini adalah dialog.
13:48Karena saya lihat,
13:49ini kan ada pertemuan antara
13:51dua generasi ya,
13:53yang berbeda.
13:53Sama-sama sebetulnya,
13:54sama-sama cinta tanah air.
13:57Saya nggak yakin mereka yang
13:58mengibarkan bendera merah putih itu
14:01tidak cinta.
14:02Sama cintanya gitu.
14:03Cuma gimana cara ekspresinya ini
14:04harus dipertemukan.
14:06Oke, jadi ini merupakan simbol,
14:09begitu ya,
14:09seharusnya tidak perlu reaktif,
14:11begitu ya,
14:11untuk merespon hal ini begitu.
14:13Walaupun Menko Polkam,
14:15Pak Budi Gunawan,
14:17menyatakan pemerintah akan mengambil
14:18tindakan hukum secara tegas
14:20dan terukur
14:21jika ada unsur kesengajaan
14:23dan provokasi
14:24dalam pengibaran bendera One Piece.
14:26Dan langkah ini diambil
14:28demi menjaga ketertiban
14:29dan kewibawaan simbol-simbol negara.
14:32Nah, itu gimana tuh,
14:33Mas Usman?
14:38Pak Budi Gunawan, Pak Menko,
14:39sebaiknya tidak perlu sampai ke sana.
14:42Saya kira akan lebih baik
14:44jika Pak Menko
14:45misalnya mengkoordinasikan
14:46sejumlah kementerian
14:47atau memastikan
14:48menteri-menteri yang terkait
14:49merespon
14:50permasalahan-permasalahan esensial
14:52yang disampaikan oleh mereka.
14:54Dari mulai warga biasa,
14:56para sopir truk,
14:58atau generasi muda
14:59yang seringkali mengeluhkan
15:00berbagai kondisi republik ini.
15:03Entah itu masalah korupsi,
15:05lingkungan hidup,
15:06atau layanan-layanan masyarakat
15:08di tingkat bawah.
15:10Seperti tadi saya katakan,
15:12misalnya begini,
15:13saat ini kita tahu
15:14dunia, bukan hanya Indonesia,
15:16mengalami tantangan ekonomi
15:17yang sangat berat.
15:18Jumlah pengangguran
15:19tiba-tiba meningkat tajam.
15:21Orang yang kehilangan pekerja
15:22di Inggris dalam beberapa bulan,
15:24terakhir 100 ribu orang.
15:25Di Indonesia sampai bulan Mei,
15:26menurut Serikat Buruh,
15:28sampai 70 ribu, 80 ribu orang.
15:30Nah, apa yang bisa dilakukan
15:32oleh pemerintah bersama masyarakat?
15:34Yang kedua,
15:34layanan-layanan misalnya
15:35di pelabuhan
15:36untuk para supir truk
15:37yang seringkali mengalami penghutan.
15:39Bagaimana caranya,
15:40misalnya menteri terkait,
15:41katakanlah menteri perhubungan,
15:43atau misalnya Kapolri,
15:45bisa menertibkan hal-hal seperti ini.
15:47Sehingga dalam satu pekan ke depan,
15:49atau dalam dua pekan ke depan,
15:51atau pada tanggal 17 Agustus,
15:53para supir itu dengan bangga
15:54mengatakan,
15:55tidak ada lagi penghutan itu.
15:57Terima kasih Pak Minko,
15:59terima kasih Pak Menteri.
16:00Misalnya seperti itu.
16:00Jadi hal-hal seperti itu yang saya kira
16:02jauh lebih dibutuhkan.
16:04Kasian masyarakat,
16:04sudah kesulitan hidup,
16:06ditambah dengan dipidanakan.
16:07Itu kan jadi menambah masalah,
16:10bukan menyelesaikan masalah.
16:12Oke,
16:13di media sosial juga kan
16:16ternyata Mas Fahmi,
16:18respon-responnya juga beragam.
16:19Bahkan dibalas dengan publik
16:22dengan menyebarkan gambar
16:24Wakil Presiden Gibran Raka Bumi Ngeraka,
16:26yang ternyata juga pernah
16:28menggunakan pin berlogo One Piece
16:30sebelum dilantik pada 20 Oktober 2024.
16:34Gibran ini mengenakan pin berlogo One Piece
16:36saat Silatur Rahmi di Desa Bersatu
16:38pada 19 November 2023.
16:41Kemudian ada deklarasi pemilu damai
16:43di 27 November 2023.
16:46Dan ada juga saat debat Cawapres
16:48pada 21 Januari 2024.
16:52Anda melihatnya gimana nih?
16:53jadi balas-balasan begitu
16:55kalau di media sosial,
16:56kemunculan One Piece ini.
16:59Jadi,
17:00itu kan gambaran anak muda ya,
17:02seperti itu yang benar.
17:04Dan itu relate banget dengan
17:05anak muda sekarang ketika mereka
17:07mengekspresikan One Piece.
17:09Mereka tahu banget itu
17:10simbolik One Piece itu seperti apa,
17:13perjuangannya mereka seperti apa.
17:14Makanya itu dipakai oleh Gibran kan
17:16pada saat sebelum debat,
17:18pada saat debat dan seterusnya.
17:20Karena itu sangat positif.
17:21Itu seperti simbol ya.
17:23ada satu gambar kecil saja,
17:25simbol itu menariknya.
17:26Gambar cukup gambar kecil,
17:27nggak usah kita banyak bicara.
17:28Di situ menyampaikan pesan apa?
17:30Ini kita lagi berjuang melawan
17:32ketidakadilan, korupsi,
17:34dan lain-lain.
17:35Itu yang Mas Usman bilang tadi,
17:38bajak laut yang baik hati.
17:40Ya kan ekspresinya itu.
17:41Dan itu pada saat Pilpres kemarin,
17:45itu menarik perhatian anak muda.
17:47Mereka sangat relate.
17:48Ini bagus ini.
17:49Kita punya calon wakil presiden
17:51yang ngerti banget.
17:52Nah makanya ketika mereka
17:54katakanlah mengikuti wakil presenya,
17:57kok sekarang dianggap sebagai makar,
17:59makanya ini kan jadi kontradiktif.
18:01Jadi kita perlu melihat,
18:03ada cara berpikir ini ya,
18:04saya coba promote juga di media sosial.
18:07First, principle thinking ya.
18:10Kita coba berpikir,
18:11menggunakan prinsip dasar.
18:13Prinsip dasarnya apa?
18:14Pertama, kita hapus dulu semua asumsi.
18:16Asumsinya apa?
18:17Masyarakat ingin makar, misalnya gitu.
18:20Bendera,
18:21bendera tempora itu asumsi kita biasanya kan
18:24bajak laut yang jahat, misalnya.
18:26Itu semua asumsi kita hapus dulu.
18:28Sekarang kita lihat,
18:29bendera itu maknanya apa?
18:30One piece itu maknanya apa?
18:32Di balik bendera ini,
18:34ada apa sih gitu?
18:35Jadi kita lihat fakta-fakta
18:37yang tidak terbantahkan,
18:38yang secara objektif.
18:40Nah dari fakta-fakta inilah,
18:42kemudian kita buat kebijakan.
18:44Nah ternyata seperti satu fakta misalnya,
18:47seperti yang disampaikan tadi,
18:48di brand dulu pakai.
18:49Artinya memang ini sesuatu yang positif.
18:51Dan itu bisa menarik suara anak muda.
18:53Dan anak muda sekarang mengikuti juga seperti itu.
18:56Yang diambil apa?
18:56Semangatnya.
18:58Semangat untuk mencintai negeri,
18:59tapi dengan cara anak muda.
19:01Dan itu harus direpon positif ya?
19:03Itu harus direpon positif.
19:04Makanya ini sebetulnya pertemuan.
19:05Anak muda juga perlu memahami kan,
19:08betapa lukanya para pejuang zaman dulu.
19:11Dan tidak semertanya kita di satu sisi berdirinya,
19:14dia harus berdiri di dua sisi.
19:16Makanya sebetulnya harus konstruktif.
19:17Kita kunjungi di antaraan duanya itu.
19:19Tapi dengan melihat fenomena banyaknya,
19:21pengimbaran bendera One Piece,
19:23di jalan,
19:24kemudian di warga-warga
19:26yang sudah melakukan pengimbaran bendera ini.
19:29Ini jadi salah satu fenomena yang baru.
19:32Bang Usman dan juga Bung Fahmi.
19:34Kalau menurut Mas Usman sendiri,
19:37apakah ini ada kaitannya dengan politik,
19:39terkait dengan situasi politik dan juga negara saat ini?
19:42Apakah ada hubungannya?
19:42Tapi jangan dijawab dulu Mas Usman Hamid.
19:44Kami akan segera kembali usai jeda
19:46di Sama Indonesia pagi.
19:48Sebelum kita lanjutkan dialog kita di pagi hari ini,
19:51saya akan mengajak Anda untuk menyimak
19:53bagaimana pernyataan warga
19:55terkait dengan bendera One Piece.
19:56Apa sebenarnya kata mereka?
19:58Kita simak berikut ini tanggapan ya.
20:01Ini menurut saya agak aneh sih,
20:02kalau misalnya dilarang ya,
20:03karena dengan adanya pengimbaran One Piece
20:06atau tidak dikibarkan pun juga tidak ada
20:08melunturkan rasa kewadagaran kita ya
20:11terhadap nasionalis kita,
20:14terhadap Indonesia gitu.
20:15Jadi, mending daripada negara mengurusin hal-hal One Piece ya,
20:22mending mengurusin yang lain deh gitu.
20:24Menurut saya bendera One Piece itu kan
20:26bendera yang dari kartun,
20:28yang kenapa sih pemerintah tidak
20:30atau ngelarang gitu untuk dikibarkan di sini?
20:33Karena menurut saya sebenarnya boleh-boleh saja dikibarkan,
20:38selagi itu tidak menyinggung
20:40arti dari merah putihnya sendiri,
20:43yang di mana merah putih itu kan
20:45sebagai bendera nasional kita.
20:47Memang ada dua sisi ya,
20:48jadi dari pemerintahnya mungkin ada kekhawatiran
20:50bahwa bendera ini digunakan sebagai simbol aktivisme tertentu,
20:55tapi di sisi lain saya juga takut kalau misalnya
20:57memang ini bendera digunakan
20:58atau ditunggangi untuk aktivitas-aktivitas yang
21:02apa ya, sifatnya anarkis gitu.
21:05Ya, sebenarnya agak lebay kalau menurut saya,
21:08dengan segala respek ke pemerintahan,
21:10tapi justru menurut saya kalau misalnya pemerintah memandang
21:14bahwa aksi seperti ini itu dianggap ilegal
21:18atau membahayakan negara,
21:20itu justru akan membuat rakyat sendiri makin marah.
21:23Menurut saya agak dilonggarin aja sih untuk hal-hal seperti ini.
21:26Terutama ini kan juga gak ada unsur-unsur Sarah,
21:29gak ada unsur-unsur yang membahayakan bagi siapapun,
21:30justru sedikit lucu bagi saya.
21:33Bagi netizen sih malah konten ya,
21:34terutama bagi fans One Piece.
21:37Ya, kita masih membahasnya soal bagaimana ribut
21:40soal pengibaran bendera One Piece
21:42jelang hari ulang tahun kemerdekaan
21:44ke 80 Republik Indonesia.
21:48Kami juga sudah kedatangan,
21:50anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan,
21:54ada Bung Andrea Sugo, Pak Reira.
21:56Bung Andrea Sugo, selamat pagi.
21:58Apa kabar?
22:00Selamat pagi, Hadis Di.
22:01Selamat pagi, Pak Susman.
22:02Iya, kita sudah di paruh pertama,
22:05kita sudah membahas soal bagaimana ribut-ribut
22:07bendera One Piece,
22:09yang banyak sekali fenomenanya
22:11dikibarkan di sejumlah daerah.
22:14Nah, kalau Bung Andrea Sugo sendiri,
22:17sebagai anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan,
22:20Anda melihat ini masalah atau enggak sih?
22:23Lebay enggak sih?
22:25Ya, terus terang, Hadis.
22:27Saya beberapa waktu yang lalu,
22:30kalau misalnya 4-5 hari yang lalu
22:32ditanya oleh wartawan gitu,
22:35bahwa ada pengibaran bendera
22:37namanya One Piece ini,
22:40terus kemudian apakah ini
22:42bentuk kegiatan makar gitu.
22:43Saya justru kaget gitu.
22:45Kayaknya kok ada hal yang gerakan-gerakan makar gitu.
22:50Kemudian saya coba cari tahu gitu,
22:52cari tahu lebih jauh,
22:53terus kemudian saya tanya ke anak saya,
22:55katanya sekarang viral di media sosial gitu.
22:58Terus anak saya jalan-jalan.
22:59Saya ingat, oh dulu memang
23:01di meja belajar anak saya itu
23:04banyak komik-komik ini gitu.
23:05Saya teringat gitu,
23:06oh betul juga,
23:07artinya ini memang komik yang digemari anak-anak gitu kan.
23:11dan juga gambar tengkorak itu
23:15ada lambang-lambang bajak laut lah,
23:16kurang lebih seperti itu gitu.
23:18Nah menurut saya sih,
23:19kalau dituduh makar terus apa,
23:21agak perlebihan lah gitu.
23:23Artinya ya mungkin banyak orang yang juga
23:25ya hanya ikut-ikut,
23:27ikut-ikutan saja,
23:29terus kemudian,
23:30ya apa ya,
23:32ya rame-rame lah.
23:33Tapi menurut saya,
23:35kalau ini sebagai suatu fenomena,
23:36saya kira ini berbentuk apa,
23:41ekspresi simbolik dari masyarakat.
23:45Yang perlu dilakukan oleh negara
23:47dalam hal ini pemerintah
23:48adalah kita cari tahu apa sih sebenarnya,
23:51identifikasi apa sih sebenarnya makna
23:53yang dimaksudkan dengan ekspresi publik seperti ini gitu.
23:58Nah agak berbahaya kalau kita pagi-pagi
24:01menuduh makar justru malah menimbulkan persoalan baru,
24:04bisa menjadi kontraproduktif di masyarakat.
24:06Orang yang tidak tahu,
24:07kemudian dituduh kan jadi repot kita.
24:09Tapi juga jangan meremehkan,
24:11kalau ada makna-makna simbolik seperti ini
24:14yang muncul di masyarakat,
24:16kita perlu tahu dan bagaimana pendekatan secara,
24:19ya menurut saya sih pendekatan secara sosial gitu.
24:22Bukan pendekatan keamanan yang dikedepankan,
24:25pagi-pagi sudah melakukan pendekatan keamanan,
24:28kemudian menuduh tindakan makar dan yang lain-lain,
24:32yang menurut saya tidak pas untuk,
24:35ya memberikan ruang publik untuk berekspresi gitu.
24:39Kurang lebih seperti itu menurut saya.
24:42Oke, jadi menurut Anda agak berlebihan
24:44ketika kemudian direspon ini sebagai upaya makar
24:48dan juga untuk memecah belah bangsa begitu.
24:50Ini menjadi simbol berekspresi warga begitu ya,
24:54yang harusnya menurut Anda,
24:56bagaimana kemudian pemerintah harus merespon ini,
24:59fenomena yang kemudian baru saja muncul begitu ya,
25:03sejak bulan Juli begitu.
25:06Bagaimana pemerintah harus merespon ini,
25:08jangan sampai kemudian ada kesan reaktif begitu,
25:11dari pemerintah?
25:14Ya, kalau ini dilihat sebagai suatu fenomena sosial,
25:19kita perlu ada cara untuk metodologi secara sosial
25:26untuk mengidentifikasi,
25:28menelusri, mengetahui lebih jauh apa sebenarnya fenomena ini gitu.
25:33Jadi, ya kita punya brain,
25:35kita punya lembaga-lembaga kajian yang bisa ditugaskan
25:39untuk melakukan penelaan secara sosial,
25:43untuk mengetahui persis fenomena ini gitu.
25:46Tapi tidak kemudian kita melakukan tuduhan,
25:52tapi kalau berkaitan dengan menjelang 17 Agustus,
25:56kita melakukan himbawan,
25:57memberikan penjelasan kepada masyarakat
25:59yang berkaitan dengan bendera merah putih
26:02dan simbol-simbol lain gitu,
26:04bahwa simbol ke negara itu harus kita hormati,
26:06dan itu kewajiban sebagai warga negara.
26:09Tapi kalau hal-hal ekspresi simbolik yang lain,
26:12ya silakan, tapi dipisahkan dari simbol-simbol ke negara.
26:18Itu yang perlu kita lakukan untuk memberikan penjelasan ke masyarakat.
26:21Bukan kemudian melakukan hal-hal yang menuduh
26:25dan tindakan-tindakan yang represif seperti itu.
26:28Oke, kalau tadi Mas Usman juga kan mengatakan,
26:30ini simbol kemudian harus bentuk keadilan,
26:36keadilan yang harus diciptakan di sebuah negara atau pemerintahan,
26:39termasuk soal korupsi,
26:43kemudian lapangan pekerjaan,
26:45bahkan juga berbagai macam permasalahan yang menimpa warga.
26:49Apakah ini menjadi trigger juga?
26:52Kemudian fenomena ini muncul di kalangan masyarakat saat ini?
27:01Ya, sebenarnya semua lapisan masyarakat sekarang ini merasakan
27:06ada masalah yang cukup serius gitu,
27:09yang baru misalnya untuk menengah,
27:12rekening-rekening yang dibekukan hanya karena tidak ada transaksi.
27:17Saya sendiri kenal,
27:19rekening saya misalnya di Bangan Mandiri,
27:22itu di blokir.
27:24Saya tanya kepada kepala cabang ini,
27:26kenapa? Oh PPATK yang memblokir.
27:27Loh, PPATK itu kan badan intelijen keuangan.
27:31Namanya badan intelijen keuangan,
27:32tidak boleh dia melakukan pemblokiran,
27:34kecuali dengan izin pemerintahan misalnya gitu.
27:37Jadi, itu satu. Yang kedua, tadi kita bicara anak muda.
27:41Beberapa hari lalu, Al Jazeera memberitakan,
27:44ada 44 juta anak muda yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.
27:49Sebagian besar itu sarjana misalnya.
27:51Jadi, saya kira mereka ingin mengekspresikan juga apa yang mereka rasakan hari ini.
27:58Kesulitan ekonomi, mencari pekerjaan, berjualan,
28:02atau misalnya mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,
28:06pendidikan, perumahan, dan seterusnya.
28:08Bahkan prajurit-prajurit TNI,
28:10misalnya juga sekarang bertanya-tanya,
28:12mengapa perumahan yang dijanjikan justru tidak berjalan dengan baik?
28:16Kemana uangnya?
28:17Jadi, saya kira banyak sekali keresahan masyarakat yang sekarang ini berkembang,
28:22yang harus direspon oleh pemerintah dengan hati-hati.
28:25Tadi saya setuju dengan Pak Andreas.
28:26Jadi, jangan berlebihan,
28:28tapi juga jangan menganggap remeh.
28:29Jangan berlebihan artinya nggak perlulah menganggap itu makar,
28:33sehingga harus dipidana,
28:34atau didatangi aparat militer.
28:35Aparat militer kan bukan penegak hukum.
28:37Polisi juga nggak perlulah,
28:38karena tidak ada pelanggaran hukum pidana di sini.
28:41Yang kedua, jangan menganggap remeh,
28:42maksudnya, jangan mengabaikan.
28:43Harus dengarkan apa sih yang jadi kritik mereka.
28:47Jadi, sekali lagi,
28:49ini adalah ekspresi metaforistik,
28:52alegoris, atau simbolik,
28:53yang memang punya makna yang dalam dari masyarakat,
28:57yang sangat membutuhkan respon lebih bijaksana dari pemerintah.
29:02Bunga Andreas, apakah Anda setuju ini?
29:03Merupakan bentuk keresahan dari masyarakat,
29:06yang kemudian harus direspon,
29:09harus didengarkan aspirasi dari masyarakat ini,
29:16soal bagaimana korupsi yang kemudian makin meraja lela,
29:19lapangan pekerjaan kok ya makin sedikit saja,
29:23belum ada terlihat upaya pemerintah.
29:26Apakah ini juga jadi salah satu bentuk keresahan masyarakat,
29:30sampai akhirnya fenomena ini muncul dan juga ramai di masyarakat?
29:34Bunga Andreas.
29:34Ya, Anistis, itu yang saya katakan tadi.
29:38Saya tidak mau pagi-pagi menyimpulkan,
29:40karena suatu fenomena sosial itu harus perlu ditelusuri lebih ilmiah,
29:46dengan cara yang lebih detail untuk mengetahui persis.
29:53Karena menyimpulkan pagi-pagi itu sama saja dengan menuduh makar,
29:58menuduh hal-hal yang kemudian bisa menimbulkan persoalan baru.
30:01Oleh karena itu, saya katakan tadi bahwa,
30:05ya jangan juga, kita jangan juga berlebihan-lebihan,
30:09tapi jangan juga menganggap remeh.
30:10Dalam arti kita perlu tahu lebih jauh,
30:13kemudian sehingga melakukan tindakan yang juga tepat untuk mengatasi persoalan ini.
30:20Kalau ini dianggap sebagai satu persoalan.
30:22Jadi, hal yang berkembang, fenomena yang berkembang itu harus diteliti lebih jauh.
30:29Kalau kita melihat itu sebagai satu fenomena sosial.
30:31Jadi, saya katakan tadi pendekatannya adalah,
30:33ya awal adalah pendekatan sosial,
30:36sosiologis.
30:37Baru kemudian apa terapinya,
30:39itu kemudian apa pendekatan apa yang mau kita lakukan untuk mengatasi persoalan ini,
30:44menyelesaikan, menjawab persoalan ini.
30:46Itu yang saya maksudkan tadi, Mbak Adisti.
30:49Oke, termasuk juga kalau dikatakan,
30:51apakah ini ada kaitannya dengan politik,
30:53seperti mengaitkan dengan situasi politik saat ini,
30:57dan juga situasi negara saat ini.
30:59Anda melihatnya gimana, Bung Andres,
31:00dan juga Mas Usman,
31:01serta Bung Fahmi?
31:04Bung Andres dulu mungkin.
31:05Bung Andres dulu.
31:07Bisa jadinya, bisa jadi juga tidak, gitu, Adisti.
31:11Dalam arti apa?
31:12Itu yang namanya fenomena sosial, gitu.
31:15Fenomena sosial, menurut saya,
31:17artinya yang saya belajar secara sosiologis,
31:19kita perlu melakukan penelusuran yang lebih jauh
31:23untuk mengidentifikasi apa sih persoalan sebenarnya.
31:26Dan kemudian setelah kita tahu apa persoalannya,
31:29baru kemudian ya kita melakukan...
31:30Cari solusi bersama.
31:31Iya.
31:32Cari solusinya, gitu.
31:34Dan itu adalah tugas negara, gitu.
31:36Dalam hal ini, ya,
31:38pemerintah yang mempunyai otoritas
31:41dan mempunyai aparat
31:43untuk melakukan hal-hal tersebut, gitu.
31:46Tapi kalau pagi-pagi kita membuat kesimpulan,
31:48itu berbahaya, gitu.
31:49Kalau untuk berbahaya dalam arti apa?
31:51Bisa kita salah menyimpulkan
31:55dan salah melakukan tindakan, gitu.
31:57Nah, saya kira, ya,
31:58ini muncul kan tiba-tiba, gitu.
32:01Kok, apa, ya,
32:03ada orang menggunakan bendera ini
32:05atau simbolik ini, simbol-simbolik.
32:06Meskipun tadi saya dengar juga,
32:08katanya sebelumnya
32:09Mas Wapres juga sempat menggunakan itu.
32:12Kalau beliau juga sempat menggunakan itu,
32:15kemudian dituduh makan,
32:16gimana nanti?
32:19Oke.
32:20Mas Usman, bagaimana Anda melihat ini?
32:21Apakah ini ada kaitannya dengan politik
32:23ataupun kemudian situasi politik
32:25dan juga situasi negara saat ini?
32:28Politik dalam pengertian filsafat,
32:30filsafat Aristotelian, ya,
32:32politik kebaikan,
32:33kemaslahatan,
32:34kemuliaan,
32:35ya, itu ada.
32:36Nah, itulah yang ingin disuarakan oleh para sopir truk,
32:39oleh anak-anak muda,
32:40bahwa kemerdekaan Indonesia itu
32:41haruslah diukur dari seberapa maslahat,
32:44seberapa adil,
32:45seberapa sejahtera.
32:47Telah kita lihat di dalam kenyataan,
32:49itu cita-cita politik kan,
32:51cita-cita para proklamater yang berpolitik
32:53atau memendirikan partai politik
32:56atau misalnya memimpin pemerintahan.
32:59Tapi kalau politik dalam pengertian,
33:01oh, ini ada orang,
33:02kelompok,
33:03atau aktor besar yang ingin menjatuhkan
33:06pemerintahan Prabowo,
33:07siapa, gitu.
33:08Tidak ada.
33:09Analisis politik yang kita bisa ikuti kan sederhana.
33:12Bahkan,
33:14kubu politik yang semula bersaing
33:16dengan kubu politiknya Prabowo,
33:18itu baru mendapatkan,
33:20katakanlah,
33:22suatu insentif politik,
33:25misalnya,
33:26PDIP separuh kan beroposisi, nih,
33:28di bawah Pak Hasto Kristianto
33:31dan juga Ibu Mega, gitu kan.
33:33Tapi kan,
33:34belum lama ini Pak Hasto
33:35baru dibepaskan,
33:37misalnya, dengan amnesti.
33:38Atau misalnya,
33:39pesaing politik lainnya,
33:40dalam Pilpres kemarin,
33:41adalah kubunya Pak Anies Baswedan.
33:44Pak Tom Lembong,
33:45itu kan di,
33:46misalnya, di proses hukum,
33:47yang jelas sekali motifnya politik, gitu.
33:49Itu,
33:50sudah diberikan insentif politik.
33:51Jadi,
33:52tidak ada,
33:52tidak ada,
33:53tidak ada,
33:55alasan untuk mengatakan,
33:56ini ada manuver politik.
33:57Begitu pula dengan Pak Jokowi,
33:59katakanlah,
33:59begitu ya.
34:00Banyak menteri,
34:01di pemerintahan sekarang itu,
34:02menteri-menteri yang merupakan kabinet,
34:04dari pemerintahan sebelumnya,
34:06bahkan anaknya Pak Jokowi,
34:07wah presnya.
34:08Jadi,
34:08sebenarnya,
34:09kekhawatiran ada yang menunggangi,
34:11secara politik,
34:12untuk kepentingan,
34:13mengganti pemerintahan,
34:15atau,
34:16apa namanya,
34:16menggulingkan pemerintahan yang sah,
34:18seperti definisi makar itu,
34:20saya kira itu,
34:20seperti tadi saya katakan,
34:22melihat ada ancaman,
34:24macan,
34:25atau harimau,
34:26tapi sebenarnya itu,
34:27bayangan dari sebuah cahaya,
34:29kucing,
34:30gitu.
34:30Jadi,
34:31berdiam,
34:32ketakutannya,
34:34ketakutan yang ada di dalam kenyataan,
34:36dan ketakutan pada ancaman yang ada dalam pikiran,
34:39lebih besar dalam pikirannya,
34:40gitu.
34:40Nah,
34:40ini yang saya kira,
34:42ya seperti takut pada bayangan sendiri,
34:44gitu,
34:44karena itu,
34:45dialog lah,
34:46gitu ya,
34:46jangan represif,
34:48jangan tangkap,
34:49jangan,
34:50melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu,
34:54secara hukum,
34:54baik hukum pidana,
34:56hukum perlindungan bendera,
34:57atau hukum-hukum lainnya,
34:58yang sebenarnya tidak ada dasar untuk mengambil tindakan represif hukum terhadap mereka, gitu.
35:04Kalau dari Bung Fahmi sendiri,
35:06kalau di media sosial sendiri,
35:08apakah Anda melihat,
35:08apakah ini ada kaitannya dengan situasi politik,
35:11dan juga situasi negara saat ini?
35:13Singkat saja,
35:14terakhir.
35:14Jadi,
35:16saya gunakan social network analysis,
35:19ya,
35:19disitu kelihatan,
35:19ketahuan siapa saja yang berbicara dalam topik ini,
35:23apakah ada,
35:24kalau kita bicara politik,
35:25kita lihat pada saat diperlaskan,
35:26ada klaster kubu A,
35:28kubu B,
35:29kubu E,
35:30ada nggak klaster-klaster seperti itu,
35:32yang sekarang ini?
35:32Saya lihat tidak ada,
35:33kebanyakan yang berbicara itu ada aktivis,
35:36ada publik secara umum,
35:38kemudian ada media,
35:39klaster yang pro dan kontra,
35:41yang pada saat beli pres itu,
35:43saya nggak lihat,
35:44mereka membawa narasinya,
35:47membawa agendanya.
35:48Jadi,
35:49saya lihat ini,
35:49memang murni,
35:51ekspresi publik,
35:54untuk menyampaikan,
35:55kecintaannya mereka kepada Indonesia,
35:57dengan wujud mungkin protes,
35:59ekspresi seperti ini.
36:01Mungkin ada sebagian kecil memang,
36:03yang mencoba untuk menggunakan hashtag-hashtag tertentu,
36:05tapi nggak kemana-mana,
36:06hanya kelompok kecil itu saja.
36:08Dan itu tidak menggambarkan secara keseluruhan.
36:11Misalnya nggak ada hashtag,
36:12misalnya saatnya ganti Prabowo Gibran,
36:15itu ada,
36:15itu kecil sekali.
36:17Tapi,
36:17tapi bisa kemudian dipakai sebagai gambaran keseluruhan.
36:21Seperti itu.
36:22Ini ada mencoba aja main-main.
36:24Saya bisa lihat ini,
36:25bisa di-ignore lah gitu.
36:26Makanya kalau ketika pertanyaan tadi,
36:28apa nggak,
36:28ada nggak hubungannya dengan politik?
36:29Kalau dari sisi data,
36:30ini lebih natural dari publik aja yang bicara.
36:33Apalagi kalau kita lihat di TikTok,
36:34itu publik umum,
36:36mereka menggunakan artificial intelligence,
36:39kegiatan mereka sehari-hari foto-foto tentang truk,
36:41dan lain-lain.
36:42Itu jadi viral dengan narasi yang mereka bikin.
36:45Dan itu kalau kita lihat profilnya,
36:47itu profil akun-akun yang selama ini memang sudah aktif,
36:50menyuarakan kegiatan mereka,
36:52tidak selamanya bicara politik.
36:54Oke, jadi apa yang kemudian bisa,
36:59bisa menurut Anda bisa di-respon dari pemerintah utamanya di media sosial terkait dengan ini?
37:05Ada beberapa respon yang sudah mulai positif misalnya ya.
37:09Pak Dasko yang cukup terkenal,
37:11yang di awal melihat,
37:12oh ini saya mendengar ada sesuatu yang dianggap makar lah.
37:15Kemarin saya baca,
37:17tonnya sudah berbeda,
37:18bahwa ini tidak masalah,
37:19beneran ini tidak masalah,
37:20ini sudah sangat positif.
37:21Kita harus apresiate.
37:23Ada pergeseran ton yang disampaikan oleh pemerintah
37:26dalam menghadapi bendera One Piece ini.
37:29Ini salah satu yang bagus.
37:30Kemudian ini bisa dilakukan berikutnya.
37:32Tadi Pak Andres cerita,
37:34mengusuhkan supaya ada riset.
37:36Mungkin dari BRIN,
37:37ini kan masih ada beberapa minggu lagi ya,
37:40untuk 17 Agus Terusat.
37:41Cepat fenomena ini,
37:43di riset,
37:43kalau seandainya di channel,
37:45kita melihatnya bukan sebagai,
37:47oh ini semangat mengakar.
37:48Bukan.
37:48Ini sama-sama mencintai negeri ini,
37:50cuma dengan cara yang berbeda.
37:52Kalau kita generasi yang lama,
37:53dengan bendera merah putih,
37:55dan seterusnya.
37:56Generasi yang sekarang,
37:57dari sopir kemudian dibawa di media sosial,
37:59mereka melihat dengan cara-cara
38:01K-pop fandom.
38:04Dan ini adalah cara sekarang dan masa depan.
38:08Dan kira-kira seperti itu.
38:09Ini harus dipertemukan.
38:11Ada nggak misalnya,
38:12oke secara praktis,
38:13ini mau 17 Agustus-an.
38:15Mungkin ada nggak semacam lomba,
38:16pakai topi jerami,
38:17tapi mereka mengibarkan bendera merah putih
38:19untuk memperjuangkan sesuatu,
38:21kan bisa.
38:22Banyak pertemuan antara dua generasi ini,
38:25ide-ide ini.
38:26Bisa kita pertemukan,
38:27channelingnya apa?
38:28Sama-sama untuk mencintai negeri ini.
38:32Oke, jadi paling tidak harus direspon positif dulu,
38:35kemudian jangan reaktif dulu,
38:37dan harusnya lebih direspon juga secara kreatif.
38:40Begitu ya,
38:40apa sebenarnya,
38:41didengarkan dulu,
38:42apa sebenarnya menjadi aspirasi
38:43atau keinginan dari para masyarakat kita
38:47sampai kemudian ada fenomena semacam ini,
38:49dicarikan solusinya bersama oleh pemerintah
38:52selaku otoritas yang paling kuat di negeri ini.
38:56Terima kasih founder Drone Mprid,
38:59yang juga pengamat media sosial,
39:00Bung Ismail Fahmi,
39:01sudah bergabung bersama kami.
39:02Kemudian ada direktur eksekutif Amnesty International,
39:05Bang Usman Hamid,
39:06dan juga ada anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan,
39:10Bung Andrea Suguh Parira.
39:11Terima kasih Bapak-Bapak,
39:12sehat selalu, Assalamualaikum.
39:14Waalaikumsalam.
39:15Assalamualaikum.
39:15Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan