00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan Pompas Petang, Saudara Wakil Bupati Garut menanggapi soal tragedi pesta rakyat yang menewaskan tiga warga di acara pernikahannya.
00:10Wagup Putri Karlina berjanji tidak akan mencari kambing hitam dalam tragedi maut tersebut.
00:17Wakil Bupati Garut Putri Karlina yang menikah dengan anak gubernur Jawa Barat Didi Mulyadi, memimpin apel pagi di lapangan setda Kabupaten Garut.
00:27Di hadapan ratusan ASN, Putri kembali mengklarifikasi dan menyangkal bila dirinya menggelar pesta rakyat dan pembagian makanan gratis.
00:37Namun, ia berjanji tidak akan mencari kambing hitam mengenai tragedi maut tersebut.
00:43Dia akan bertanggung jawab penuh pada para korban dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke polisi.
00:49Saya tidak sibuk mencari siapa yang salah.
01:05Jauh dari kata, saya mencari kambing hitam tidak ada sama sekali.
01:11Kasat reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin menjelaskan penyelidikan insiden tiga orang tewas dalam pesta rakyat pernikahan putra gubernur Jawa Barat Didi Mulyadi,
01:27Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut Lutivia Nisa Putri Karlina diambil alih Polda Jawa Barat.
01:33Selain itu, berkas pemeriksaan sepuluh orang saksi di Polres Garut juga telah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Diskremum Polda Jabar.
01:44AKP Joko bilang, sepuluh saksi mulai dari petugas pengemanan, Satpol PP, perwakilan event organizer, serta pihak lainnya.
01:51Untuk proses penyelidikan selanjutnya, kasus ini diambil alih.
01:55Kita sudah memeriksa beberapa orang, kurang lebih sepuluh orang.
02:05Kita lakukan pemeriksaan dan kita sudah serahkan semua ke Polda Jabar.
02:09Dari pihak mana saja itu?
02:12Dari semua pemeriksaan, kita sudah melakukan pemeriksaan baik dari pihak pengamanan, kemudian dari BHAWO, kemudian dari pihak Satpol PP, kemudian dari pihak lain yang ada di lokasi tersebut.
02:29Berikut ambulan yang ada di tim kesehatan.
02:32Keluarga yang lain atau tidak?
02:35Keluarga yang lain?
02:36Itu selanjutnya, karena kita sudah serahkan ke Polda Jabar atau kita lempaskan ke Polda Jabar, untuk selanjutnya penanganannya di Polda Jabar.
02:47Makanan gratis, untuk berapa ribu porsi?
02:51Untuk banyak.
02:52Lima ribu, sekuat-kuatnya.
02:54Jadi, untuk warga dilakukan akal 18 bulan, saya tidak memiliki duit sementara ini.
03:02Kemudian, peristiwa ini pun saya tadi tidak tahu adanya peristiwa, tujatan makan siang bareng warga ini saya tidak tahu.
03:10Di Pendopo itu disiapkan paket makanan gratis.
03:14Jumlahnya informasi awal yang kita dapatkan adalah 5 ribu pek ketika ekses ini hanya dibatasi seberapa.
03:22Akhirnya dorongan dari luar itu sangat deras.
03:25Akhirnya dibuka, tapi sudah terlanjur besar-besar.
03:30Polda Jawa Barat menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden tiga orang tewas
03:34di Pesta Rakyat Pernikahan Putra Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, Maula Akbar,
03:39dengan Wakil Bupati Garut, Lutfian Nisa Putri Karlina.
03:44Polisi telah melakukan olah tempat kejadian di Pendopo Garut.
03:47Komisioner Kompolnas Yusuf Farsim menjelaskan penyelidikan penanggung jawab insiden itu dapat dibulai dari izin keramaian acara.
03:54Ketika proses perizinan itu ada terkait dengan bagaimana pengamanannya.
04:02Ada diduga permintaan untuk dari kepolisian oleh pihak Pemda atau apa ya.
04:10Jadi untuk pengamanannya.
04:12Sekali lagi, itu nanti kembali kepada apakah memang ada izin acara ini yang disebut izin keramaian kegiatan masyarakat
04:21atau izin lainnya, ya tentu ini perlu dimitakan klarifikasi bagi dari fakta-fakta yang apabila itu dilakukan pendidikan perlu dikumpulkan.
04:31Atas kericuhan yang menyebabkan kematian tiga orang di syukuran pesta pernikahan putranya,
04:37Gobernur Jawa Barat Deddy Mulyadi menyatakan ia dan putranya siap diperiksa polisi.
04:42Problem yang terjadi, yang itu menjadi peristiwa hukum, saya dengan lapang dada dan dengan tangan terbuka
04:50bahkan mendukung upaya investigatif atau upaya penyelidikan yang dilakukan oleh kepol Dajabar
04:56lakukan secara transparan.
04:58Kan semua orang kedudukannya sama di depanmu.
05:01Mau anak saya, mau diri saya sendiri kan kalau dipanggil harus datang dan memberikan keterangan secara benar.
05:07Saya nggak ada masalah.
05:08Menantu Deddy Mulyadi sekaligus wakil Bupati Garut, Lutfianisa, Putri Karlina meminta maaf pada keluarga korban tewas.
05:17Putri membantah membuat acara bagi-bagi makan gratis.
05:22Kalaupun ada yang memakan silahkan datang.
05:25Tapi tidak diumumkan.
05:26Ada perkataan saya, jangan diumumkan, ini bisa bahaya.
05:30Jangan diumumkan.
05:30Karena memindahkan informasi dari masyarakat,
05:34oh makan gratis, makan gratis gitu ya, itu saya tidak pernah mengonfirmasi itu.
05:39Saya tidak pernah mengumumkan, kalau boleh cari di media sosial saya, saya tidak pernah mengumumkan.
05:44Tapi kami memfasilitasi kalau ada yang misalnya tanya, buh katanya udah makan gratis, kau ibu bohong.
05:48Nah saya memfasilitasi itu, tapi tidak.
05:51Pesta rakyat yang menyebabkan tiga orang tewas itu merupakan rangkaian pesta pernikahan wakil Bupati Garut,
05:57Lutfianisa Putri Karlita dengan Maula Akbar.
06:00Putri merupakan anak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto,
06:03sedangkan Maula merupakan Putra Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi.
06:07Hingga kini polisi masih menyelidiki dugaan kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
06:13Polres Garut telah meminta keterangan dari 10 orang sebagai informasi awal penyelidikan.
06:18Tim Liputan, Kompas TV
06:19Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian berbunyi.
06:30Barang siapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati,
06:35diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun.
06:4110 orang telah diperiksa polisi,
06:49lalu bagaimana penyelidikan dugaan kelalaian dalam insiden 3 orang tewas
06:53di rangkaian acara pernikahan anak Dedy Mulyadi
06:55dengan Wakil Bupati Garut, Lutfianisa Putri Kerlina.
07:00Kita bahas bersama mantan ke Baris Krimpolri, Susno Duwaji, selamat malam.
07:03Eh, selamat petang Pak Susno.
07:05Selamat petang Mbak.
07:06Selamat petang, terima kasih telah bergabung di Kompas Petang.
07:09Dan sebelumnya, saudara, kami juga sudah mengundang pihak dari Gerindra.
07:13Namun belum ada satupun yang bisa memenuhi undangan kami.
07:16Saya punya pertanyaan ke Pak Susno.
07:19Kelalaian seperti apa yang dapat dijerat dengan pasal 359 KUHP
07:23dalam peristiwa menewaskan 3 orang?
07:26Ya, kelalaian yang mengakibatkan hilangnya jiwa orang lain.
07:30Tapi kalau kita lihat di sini, pertama kita ucapkan balas kawah juga
07:34kepada pihak korban yang telah meninggal.
07:36Dan juga kita ucapkan selamat menempuh hidup baru kepada kedua memplai.
07:41Dalam hal ini, penyelenggara acara, karena dia menggunakan event organizer dan sebagainya,
07:47saya kira tidak ada kelalaian bagi pihak penyelenggara.
07:51Ah, bagi pihak punya kerja ya.
07:53Baik dari Pak Didi maupun dari pihak, apa namanya, Pak Kariolto.
07:58Anaknya jadi Wakil Bupati Garut, mantin perempuan.
08:01Ya, kelalaiannya mungkin dari pihak penyelenggara.
08:05Tapi itu pun harus dicari yang benar-benar.
08:08Apakah betul pihak penyelenggara yang bertanggung jawab event organisernya
08:12atau event organisernya hanya bertanggung jawab pada jalannya acara.
08:16Jadi dalam hal ini, kita juga perlu pertanyakan.
08:20Apakah Paul Resgarut sudah memprediksi secara prediksi intelijen dari Paul Resgarut
08:25melihat figur daripada Pak Didi, melihat figur daripada Pak Kariolto,
08:33besarnya melihat figur dari mantin perempuan Wakil Bupati
08:37dan mantin laki-laki sebagai anggota DPRD Jawa Barat.
08:42Berarti jelas ini akan ramai pestanya.
08:45Maka rencana pengamanan yang dia buat sejauh apa?
08:49Maka saya sangat senang ini kan bahwa ini ditarik di Polda Jawa Barat.
08:53Karena Polda akan menyelidiki juga intern Polri.
08:57Apakah rencana pengamanan yang dibuat itu sudah sedemikian memperkirakan
09:03bahwa pesta ini akan ramai, bahwa akan segala kemungkinan terjadi
09:08termasuk rebutan untuk bersalaman pengantin,
09:12rebutan untuk bersalaman dengan Pak KDM,
09:16atau rebutan untuk merebutkan sesuatu hidangan.
09:19Nah ini harus diprediksi oleh pihak perekamanan.
09:21Jadi saya yakin bahwa Polri tidak memeriksa sepihak
09:25bahwa siapa yang di kampung hitamnya dari pihak lain.
09:28Tapi internal Polri sendiri untuk mengadakan introspeksi.
09:32Artinya pengamanan yang dipersiapkan itu sudah sesuai
09:35dengan rencana sesuatu yang akan terjadi
09:39dengan peristiwa yang sedemikian besar.
09:42Ada yang punya acara, panitia, dan pihak pengamanan.
09:47Jadi tiga unsur ini yang harus kita selidiki.
09:50Siapa yang mungkin saja, mungkin saja.
09:52Kita tidak menuduh begitu ya Pak Susno.
09:54Tidak.
09:54Apakah siapa dari tiga unsur ini ya, termasuk intelijen,
09:58yang punya lalai gitu dalam peristiwa menewaskan tiga orang.
10:02Jadi, kalau kita lihat dalam peristiwa yang terjadi Pak Susno,
10:07tiga orang tewas, artinya bisakah dipertanggungjawabkan secara bidana?
10:12Bisa.
10:13Karena misalnya ya, kita lihat dari apa namanya, panitia.
10:17Panitia apakah sudah memberitahukan kepada pihak Polri
10:22bahwa perkiraan akan jumlah sekian dan sekian.
10:25Tetapi pihak Polri pun tidak boleh langsung percaya saja
10:29kepada apa yang diajukan oleh panitia.
10:32Polri tentunya punya namanya perkiraan intelijen.
10:36Perkiraan intelijennya, oh yang punya kerja ini Pak KDM.
10:39Pak KDM ini dikenal oleh masyarakat seluruh Indonesia.
10:43Apalagi di Jawa Barat.
10:45Sampai ada istilah Gubernur Aing atau Bapak Aing.
10:48Nah, kemudian dari pihak misalnya Pak Karyoto,
10:51figur yang terkenal juga.
10:53Pengantinnya juga dua-duanya figur terkenal.
10:55Tanpa adanya hidangan gratis pun,
10:58ini pasti akan ramai.
11:00Maka dipertanyakan oleh Polda nanti,
11:02atau bila perlu,
11:03berapa besar kekuatan pengamanannya,
11:07kemudian Renpam,
11:09rencana pengamanan,
11:10strateginya bagaimana,
11:12siapa yang mengamankan di sini berapa kuat,
11:15siapa yang mengamankan di sini berapa kuat,
11:17dan sebagainya.
11:18Nah, kalau itu tidak cukup,
11:20berarti ada semacam kelalaian dari pihak aparat keamanan.
11:23Dari pihak keamanan.
11:24Jadi menurut Pak Susno,
11:25yang harusnya bertanggung jawab pihak keamanan,
11:27atau yang punya hajat?
11:29Tergantung.
11:30Yang punya hajat jelas enggak dong.
11:31Yang punya hajat sudah,
11:32dia punya hajat,
11:33dia sudah,
11:34tugasnya yang punya hajat adalah
11:35mengatur masalah undangan tamu dan sebagainya.
11:38Yang punya hajat enggak nyelenggarakan keamanan.
11:41Keamanan tidak ada yang punya hajat.
11:44Yang niapkan keamanan itu adalah,
11:46kalau diberitahu aparat keamanan,
11:47aparat keamanan harus menyiapkan keamanan.
11:51Dalam hal ini siapa?
11:52ya termasuk misalnya Polri dengan Pol PP-nya diberitahu juga apa tidak.
11:58Tapi Pol PP kalau ada,
11:59itu juga mengkendali Polri.
12:02Nah,
12:03termasuk juga di sini,
12:05misalnya event organisernya.
12:07Apakah event organisernya,
12:09apa namanya,
12:11betul dia yang menyiapkan makan siang gratis,
12:13dan apakah itu diinformasikan kepada aparat keamanan,
12:17atau tidak.
12:19Dalam peristiwa ini,
12:20Pak Susno,
12:21Anda melihatnya seperti apa?
12:22Apakah Polri sudah cukup transparan atau belum?
12:26Tergantung hasil pemeriksaan.
12:27Saya tidak tahu ya,
12:28karena saya tidak tahu berapa kekuatan.
12:30Berapa kekuatan pengamanan terbuka,
12:33berapa kekuatan pengamanan tertutup,
12:35berapa BRIMOB yang dikerwakan di situ,
12:37berapa sabara,
12:38berapa lalu lintas.
12:39Kalau hanya 2-3 orang saja,
12:41atau hanya 10-20 orang ya,
12:43jelas nggak mampu gitu.
12:44Kan pemeriksaan di Polres Garut sudah ada 10 saksi,
12:48tapi apakah nanti kira-kira menurut Anda,
12:51yang punya saja,
12:52termasuk Dedy Muliadi,
12:53dan juga anaknya akan dipanggil,
12:54ikut diperiksa.
12:55Karena kemarin katanya Dedy Muliadi juga siap diperiksa,
12:57untuk memberikan keterangan.
12:58Ya kalau Pak Dedy Muliadi,
13:00tidak terlalu banyak ya tanggung jawabnya di sini,
13:02karena dia mengadakan pesta,
13:03dia mengadakan pesta,
13:05tamu berdatangan kan bukan tanggung jawab dia,
13:07orang tidak diundang pun datang,
13:09bukan tanggung jawab dia,
13:10tapi aparat keamanan yang harus mempersiapkan itu.
13:14Nah, ada pun Polri telah memeriksa 10 saksi itu,
13:17untuk memeriksa segala kemungkinan.
13:19Apakah di dalam testa ini,
13:21ada hal-hal yang di luar perencanaan Pak Dedy Muliadi,
13:25dan Pak Karyoto,
13:26yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
13:29Siapa tahu kan,
13:30ada simpatisannya Pak Gubernur Jawa Barat ya,
13:32yang punya acara Pak KDM.
13:34Misalnya masing-masing kabupaten,
13:35yang menggarakan makan siang gratis,
13:37dengan punya STAM tersendiri,
13:39tapi di luar pengetahuan yang punya kerja,
13:41di luar pengetahuan para keamanan,
13:43itu yang harus diselidiki.
13:45Selain kita mengevaluasi kinerja dari pihak intelijen,
13:48dan juga pihak keamanan,
13:49tentu saja Pak Susno,
13:50karena tadi Anda bolak-balik menegaskan soal itu,
13:53tapi kira-kira,
13:54se-urgen apa,
13:55seterdesak apa,
13:57pihak dari punya hajat,
13:58seperti Dedy Muliadi,
13:59untuk diperiksa?
14:01Ya, diperiksa paling sebatas.
14:03Apakah yang kegiatan-kegiatan di lokasi,
14:07atau di stand-stand itu,
14:08yang menyebabkan meninggalnya,
14:10atau melayangnya jiwa orang lain,
14:12itu sepengetahuan dia,
14:13apa tidak?
14:14Nah, kalau tidak sepengetahuan,
14:16maka itu siapa yang adakan,
14:17itu akan dicari oleh Polri.
14:19Jadi, tidak terlalu banyak,
14:21itu tanggung jawab daripada yang punya kerja.
14:24Nanti kalau tanggung jawab,
14:25beban ini dibebankan pada yang punya kerja,
14:27orang tidak mau punya kerja semua.
14:29Dia sudah punya kerja,
14:30sudah minta pengamanan,
14:31tahu-tahu ada peristiwa terjadi,
14:34yang punya kerja,
14:34yang bertanggung jawab.
14:35Ya, ini tidak malu akal.
14:37Baik, terima kasih Pak Susno,
14:38telah bergabung di Kompas Petang.
14:40Kita tunggu perkembangan kasusnya secara terang,
14:42bendarang.
14:42Selamat petang, Pak.
14:42Terima kasih, selamat petang, Pak.
Komentar