00:00Lilo, anak klinjiri yang di hutan kecil.
00:05Suatu pagi, karena terlalu asyik bermain di pinggir jalan hutan,
00:09Lilo tidak menyadari ada sebuah bus hutan yang melancongkan.
00:14Sebuah suara keras terdengar.
00:16Lilo terpental dan jatuh terguling di rumputan.
00:21Kakinya terasa sangat sakit.
00:23Ia menangis pelan, tak bisa bergerak.
00:26Beberapa saat kemudian, dari semak belukar muncullah sosok yang aneh,
00:31tapi menawan seekor rubah berbulu biru lembut,
00:34dengan mata sehangat sinar, mentari pagi.
00:38Namanya adalah Nirah.
00:41Ya ampun, apa yang terjadi padamu kecil?
00:43Tanya Nirah sambil mendekat dan memeriksa luka Lilo.
00:47Aku tertabrak bus, jawab Lilo pelan, menahan air mata.
00:51Tanpa berpikir panjang, Nirah dengan lembut mengangkat Lilo ke punggungnya,
00:56dan membawanya ke rumah kecilnya, di balik bukit.
01:00Rumah itu hangat, penuh bantal empuk dan aroma suporto.
01:04Selama berhari-hari, Nirah merawat Lilo.
01:07Ia membersihkan lukanya setiap pagi,
01:10membalut kakinya dengan daun obat,
01:12dan menghiburnya dengan cerita lucu,
01:15serta lagu-lagu manis sebelum tidur.
01:17Hari demi hari berlalu, dan perlahan, kaki Lilo mulai sembuh.
01:24Ia kembali bisa melompat, meski pelan-pelan.
01:27Terima kasih, Nirah, kata Lilo suatu sore.
01:31Kalau tidak ada kamu, aku mungkin masih menangis di pinggir jalan.
01:35Nirah tersenyum dan mengelus kepala Lilo.
01:38Itulah yang dilakukan, teman.
01:40Kita sailing jaga.
01:42Sejak hari itu, Lilo tak pernah bermain sendiri lagi.
01:44Ia selalu bersama Nirah,
01:47sang rubah berbulu biru yang kini menjadi sahabat sejatinya,
01:51dan hutan kecil itu menjadi lebih ceria dengan suara tawa.
01:54Mereka berdua.
Comments