00:00Lewat tutur, ayah angkat gajah domang dan tari teriakan keadilan untuk alam.
00:05Sebuah pegelaran budaya dan seni bertajuk tutur domang dan tari membelah keheningan
00:10di Jalan Cok Nyadin, Kota Pekanbaru, Rabu 25 Juni 2025 malam.
00:16Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan cinta lingkungan dan ajakan bersama
00:20untuk menjaga kelesetarian alam yang menjadi rumah bagi gajah domang dan tari bersama keluarganya.
00:26Pagelaran ini menyatukan semangat perlestarian ekosistem dengan kekuatan narasi budaya.
00:33Menyentuh berbagai lapisan masyarakat melalui seni tradisi yang menyentuh hati.
00:37Kapol dari Yau, Irjen Pol, Heri-Heri Awan yang menghadiri kegiatan tersebut
00:41menyampaikan pentingnya membangun strategi antara masyarakat dan aparat
00:45dalam menjaga lingkungan hidup serta nilai-nilai budaya lokal.
00:49Irjen Heri menilai tutur domang dan tari menyentuh isu penting tentang ketidakadilan terhadap lingkungan
00:55dan ekosistem yang telah lama mengalami pengusiran
00:58dan kerusakan akibat eksploitasi di Taman Nasional Tesonilo.
01:03Irjen Heri menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri
01:07dalam menyebut Hari Bayangkara ke-79
01:10dengan mengusung tema Polri bersama masyarakat.
01:14Menurutnya perayaan Hari Bayangkara tidak hanya sekedar seremoni,
01:17melainkan momen reflektif untuk menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dan lingkungan.
01:22Tak sekedar hadir, Irjen Polheri hariawan bahkan menyatakan dirinya sebagai ayah angkat
01:27bagi domang dan tari sebagai bentuk simbolik atas komitmennya terhadap keberlanjutan program ini.
01:34Dalam kesempatan tersebut, tulusan Akwal 1996 itu juga memberikan kaos bertuliskan
01:40Tesonilo Rumahku, Rumah Domang dan Tari,
01:43sebagai simbol dukungan kepada gerakan penyelamatan lingkungan.
01:46Kaos-kaos itu disebarkan kepada media dan generasi muda sebagai bentuk ajakan
01:51agar semangat pestaian alam terus diwariskan.
01:56Aku bingung...
01:57Kejumuman...
01:58Kejumuman...
Komentar