- 26/6/2025
JAKARTA, KOMPAS.TV - Israel dan Iran saling klaim kemenangan, usai gencatan senjata dilakukan. Namun Israel mengancam akan kembali menyerang, jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
Perang antara Iran-Israel selama 12 hari sejak 13-24 Juni membuat pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI yang berada di Iran.
Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, proses evakuasi tetap dilakukan. 97 WNI dipulangkan secara bertahap.
Simak dialog Rosianna Silalahi bersama pengamat politik luar negeri, Pitan Daslani. Saksikan dalam ROSI episode Iran vs Israel Mereda, Ancaman Perang Dunia Sirna? Tayang Kamis 26 Juni 2025 pukul 20.30 di kompas TV.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/601883/gencatan-senjata-perang-iran-israel-nasib-wni-hingga-dampaknya-bagi-indonesia-rosi
Perang antara Iran-Israel selama 12 hari sejak 13-24 Juni membuat pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI yang berada di Iran.
Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata, proses evakuasi tetap dilakukan. 97 WNI dipulangkan secara bertahap.
Simak dialog Rosianna Silalahi bersama pengamat politik luar negeri, Pitan Daslani. Saksikan dalam ROSI episode Iran vs Israel Mereda, Ancaman Perang Dunia Sirna? Tayang Kamis 26 Juni 2025 pukul 20.30 di kompas TV.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/601883/gencatan-senjata-perang-iran-israel-nasib-wni-hingga-dampaknya-bagi-indonesia-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Terima kasih telah menonton
01:00Terima kasih telah menonton
01:02Saya tidak ingin menggunakan contohnya
01:04Orosho, saya tidak ingin menggunakan contohnya
01:06Nagasaki
01:08Tapi itu adalah hal yang sama
01:10Itu berakhir dengan perang itu, ini berakhir dengan perang
01:12Dan kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel
01:28Kemarin itu tidak ada yang masuk serangan
01:30Rasin dilepis oleh Iron Dromirat
01:32Iron Dromirat
01:34Selamat malam
01:47Perang antara Iran-Israel selama 12 hari
01:50Mulai 13 hingga 24 Juni membuat pemerintah Indonesia
01:54Mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di Iran
01:56Meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata
02:00Proses evakuasi tetap dilakukan
02:0297 WNI yang dievakuasi dipulangkan secara bertahap
02:08Malam ini
02:10Rosie mengundang seorang pengamat politik luar negeri dan pertahanan
02:14Ia juga pernah menjadi seorang editor di harian Jakarta Post
02:21Dan seorang jurnalis senior
02:23Selamat malam Bung Pitan
02:25Terima kasih bisa hadir disini untuk memberikan kompas tentang peristiwa ini
02:30Terima kasih Bung Pitan
02:32Ijinkan saya menyapa dulu
02:34Warga negara Indonesia
02:36Yang
02:38Ada yang masih ada di Iran
02:40Ada yang dalam perjalanan pulang ke Indonesia
02:42Yaitu Rido Mirza
02:46Dan Mbak Laini Mirza
02:48Selamat siang
02:50Untuk anda semua
02:54Selamat siang
02:56Selamat siang
02:58Masih siang ya
03:00Untuk Rido yang ada di Azerbaijan
03:04Dan juga untuk Mbak Laini Mirza
03:08Mbak Laini Mirza bener ya
03:10Yang saat ini ada di Iran
03:12Saya ke
03:14Mas Rido dulu
03:16Mas Rido
03:18Saya tahu anda
03:20Ikut dalam proses evakuasi
03:22Gimana? Can't wait to go home now?
03:24Udah ingin sekali pulang Mas Rido?
03:26Ya tentunya emang
03:30Udah gak sabar sih ya
03:32Untuk berjumpa lagi dengan Tansu
03:34Gimana kita rindu dengan Tansu
03:36Rindu dengan makanannya dan suasananya
03:38Gitu
03:40Kau yang cepat pulang sudah
03:42Apakah
03:44Alasan perang
03:46Juga menjadi
03:48Keputusan pulang saat ini?
03:50Sebenarnya untuk menjadi alasan utama tidak juga ya
03:54Menjadi alasan utama tidak juga ya
03:56Karena di tempat saya sendiri
03:58Saya belajar di Kota Pung di Iran
04:00Itu masih relatif aman
04:02Bahkan sangat aman
04:04Cuman kenapa saya bisa mengikuti
04:06Karena alasan orang tua yang khawatir kan?
04:09Jadi ya udah
04:10Kita pulang dulu aja
04:12Oh oke
04:13Jadi
04:14Mas Rido ini sebenarnya
04:16Kalau boleh memilih gak pulang
04:18Tapi karena orang tua khawatir
04:20Jadi pulang
04:22Iya betul
04:23Oh oke
04:24Kenapa
04:25Kenapa
04:26Rido merasa sebenarnya
04:28Lebih aman tinggal di sana?
04:30Karena
04:32Karena memang
04:33Pusat penyerangan Amerika itu
04:34Di Iran
04:35Eh
04:36Dia berpusat di Kota Tehtan
04:38Lebih banyak di Tehtan
04:39Dan
04:40Di Kota Qom sendiri
04:41Tidak ada
04:42Satupun rudal yang
04:43Terkena di tanah
04:45Jadi tidak ada rudal yang masuk di Kota Qom
04:47Jadi masih sangat aman di sana
04:49Cuman
04:50Karena memang
04:51Orang tua mendengar kabar di Iran
04:52Seperti ini
04:53Seperti itu
04:54Dan bahkan internet
04:55Sempat diputus di sana
04:56Jadi sulit dihubungi
04:57Eh
04:58Ingin
04:59Udah pulang dulu aja
05:00Oh ya udah gak apa-apa
05:01Kita pulang dulu aja
05:02Nanti
05:03Setelah membaik
05:04Saya mau memberitahu Pemirsa
05:06Bahwa Mas Rido Mirza ini
05:08Kuliah di Al Mustafa International University
05:11Di Kota Qom
05:12Yang menurut Mas Rido
05:14Sebenarnya jauh dari target serangan Israel
05:18Tapi demi
05:20Kenyamanan hati orang tua
05:22Maka pulang aja
05:24Iya betul
05:25Saya ke Mbak Lani Misra
05:31Iya
05:32Mbak Laini tinggal di Teheran kan sebenarnya
05:37Iya sebenarnya di Teheran
05:38Hanya saja sudah beberapa hari di Qom
05:42Mbak Laini
05:44Tidak
05:45Asalnya memang tinggal di Teheran
05:47Mbak Laini ini
05:48Kuliah di Ahlul Beid International University Teheran
05:51Dan Mbak Laini memilih juga untuk tidak pulang
05:55Tidak ikut dalam proses evakuasi
05:57Kenapa Mbak Laini?
05:58Karena menurut saya lihat ya
06:04Perang ini tidak akan berlangsung lama
06:07Dan aktivitas selama adanya perang itu tidak terputus
06:11Dalam artian
06:12Sehari-hari kegiatan sehari-hari di luar itu berjalan seperti biasa
06:16Hanya saja mungkin penduduk di Teheran sendiri sudah berkurang
06:20Tetapi aktivitas berjalan lancar dan normal seperti itu
06:24Wow
06:26Jadi rasa takut itu tidak ada bisa dibilang seperti itu Mbak Laini?
06:33Rasa takut ada karena serangan dentuman dan ledakan itu terjadi di malam hari
06:39Tapi hanya saja ketika di siang hari
06:43Kita sempat nanya ke warga Iran sendiri bagaimana ini perang ini
06:47Dan mereka menjawab
06:49Ini tuh semuanya akan baik-baik saja
06:51Dan dengan jawaban mereka kita membuat tenang gitu mendengarnya
06:56Mbak Laini sendiri kan sebenarnya tinggal di Teheran
06:59Tapi kemudian dievakuasi ya ke KUM juga?
07:02Iya dievakuasi karena banyak teman-teman yang lain dari berbagai negara lain
07:10Mereka meminta untuk pindah tempat sementara
07:14Karena KUM dianggap tadi seperti dikatakan oleh Mas Rido bahwa jauh dari target serangan Israel
07:24Iya tapi dalam sebelum terjadinya genjata-senjata
07:28Tepat satu malam sebelumnya sempat terjadi penyerangan di KUM
07:32Dan Alhamdulillah tidak terjadi kerusakan yang berat seperti itu
07:36I see
07:38Mbak Laini
07:40Saya cukup terkejut ketika Mbak Laini mengatakan bahwa
07:46Karena masyarakat di sini bilang aman baik-baik saja
07:50Mbak Laini memilih juga untuk stay di Iran daripada pulang
07:54Selain memang masyarakat sana mengatakan kita baik-baik saja
08:00Mengapa opsi pulang tidak menjadi keputusan Mbak Laini?
08:07Karena yang saya lihat sejauh ini
08:10Konflik yang terjadi antara Iran dan Israel itu tidak akan bertahan lama seperti itu
08:14Dan banyak tempat-tempat Iran yang belum saya kunjungi
08:18Wah
08:19Jadi ingin melihat lebih banyak Iran itu
08:26Justru perasaan yang lebih menang dibandingkan pulang ke Indonesia
08:31Iya saya ingin membuktikannya sendiri seperti apa sih menakjubnya Iran itu
08:36Kalau kami yang di Indonesia melihat bagaimana visual-visual itu cukup menyeramkan serangan rudal
08:44Lalu dentuman yang sungguh-sungguh luar biasa
08:49Jadi kami yang berada jauh saja itu merasa ketakutan
08:52Mengapa itu tidak dirasakan oleh Mbak Laini?
08:55Benar
08:59Di malam pertama itu kita sempat merasakan ketakutan yang luar biasa ya
09:05Di saat itu jam 2 malam saya baru tidur
09:08Terus jam 3 terdengar ledakan
09:10Langsung bangun
09:12Saya kebetulan di rumah kawan dekat dengan kejadian
09:14Lebih kurang 20 menit atau 15 menit
09:16Nah itu kita sangat rasa takut yang luar biasa sehingga kita tidak tidur lagi
09:21Sampai hari
09:22Tapi setelah berjalannya esok hari itu
09:25Kita langsung nyari berita kita buka berita apa yang terjadi
09:29Terus setelah kita tahu informasi ini seperti ini
09:32Kita langsung ke lapangan kita keluar
09:34Kita lihat aktivitas masih normal
09:37Dan itu yang membuat kita rasa takut berkurang
09:40Wow jadi tetap ada aktivitas normal di sana
09:43Iya
09:50Oke
09:51Bahkan hari pertama hari kedua itu kita masih kuliah masih seperti biasa
09:55Belum di offline kan
09:57Oke belum di offline kan
09:59Dua jawaban yang cukup mengesankan
10:03Karena mungkin buat mereka yang tinggal di luar Iran
10:06Tinggal di luar Iran melihat apa yang terjadi di Iran itu cukup menakutkan mengerikan
10:12Terutama mereka yang tinggal di Teheran
10:14Tapi kalau kita lihat WNI yang saya wancarai malam hari ini Mas Mirza dan Mbak Laini
10:19Mas Mirza sebenarnya kalau
10:20Dido Mirza kalau boleh punya pilihan mau stay
10:24Tapi karena untuk menghormati perasaan orang tua maka
10:28Mbak Laini lebih gagah berani lagi
10:31Gak ada takutnya loh
10:33Dan memilih masih banyak tempat di Iran yang belum ia kunjungi
10:37Mungkin kita perlu tanya nih
10:39Ke siapa tadi?
10:40Mbak Laini
10:42Mbak Laini mana?
10:44Mbak Laini begini
10:46Ini luar biasa jawabannya ini ya
10:47Kalau kita lihat di media sosial
10:53Itu di London misalnya
10:55Itu ada demonstrasi macam-macam itu
10:59Yang seolah-olah meminta pergantian rejim di Teheran
11:03Di dalam negeri sendiri
11:05Kalau dilihat dari omongan orang-orang yang diserap dari pembicaraan
11:10Ataupun dari berita media masa di dalam negeri sendiri
11:13Bagaimana sebetulnya?
11:14Apakah ada gerakan oposisi di sana?
11:17Baik
11:19Baik
11:21Mungkin untuk pergantian rejim itu sendiri
11:23Kita lihat di daerah saya sendiri
11:25Ataupun saat ini saya lihat di daerah Teheran dan KUM sendiri
11:28Itu tidak terjadi seperti itu
11:30Hmm
11:33Jadi tidak melihat bahwa akan ada gejolak politik domestik?
11:40Untuk saat ini tidak
11:42Oh oke
11:43Makanya dia stay ya
11:44Makanya stay
11:46Dan jawaban Mbak Laini tadi bahwa masih ada tempat di Iran yang
11:50Yang belum dikunjungi
11:51Memangnya kalau pulang ya takut nggak bisa balik lagi ke Teheran?
11:58Ya kemungkinan besar kalau sudah pulang tidak balik lagi karena
12:02Sekarang saya semester terakhir di kampus
12:05Oh ya itu
12:07Oh oke
12:08Ya
12:09Jadi
12:10Sayang ya
12:11Mbak Laini sendiri di sana sendirian?
12:13Atau ada keluarga?
12:16Sendirian
12:17Sendirian
12:18Oke
12:20Sama-sama pilihan yang kami hargai
12:24Mbak Laini kami hargai
12:25Masih ingin jalan di Iran dan yakin perang tidak akan terlalu lama
12:29Begitu juga dengan pilihan Mas Ridho
12:32Tidak ada juga yang lebih mulia daripada
12:35Mendengarkan permintaan orang tua
12:37Betul
12:39Mas Mirsa Ridho
12:41Kita akan kembali lagi
12:43Bung Pitan untuk melihat
12:45Ada apa sebenarnya antara perang Iran dan Israel
12:48Dan menarik untuk menggali lagi lebih dalam
12:51Apa kata WNI kita yang ada di sana mahasiswa
12:54Mereka yakin perang ini tidak akan berlangsung lama
12:56Bagaimana programпри
13:02K forthleh Sama-sama
13:05Makhluk
13:11K звучit
13:14Jika siapa di Iran yang bisa mencari proyek ini,
13:18menjalankan dengan perusahaan, dengan perusahaan,
13:21untuk menjelaskan semua nisayun ini,
13:23saya berkata,
13:25ke Iran tidak akan ada nisak garini.
13:30Terima kasih Anda masih di Rossi.
13:32Israel dan Iran saling klaim kemenangan usai gencatan senjata dilakukan.
13:35Tapi Israel mengancam akan kembali menyerang jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
13:41Saya masih bersama seorang jurnalis senior,
13:44ia segini menjadi pengamat politik luar negeri dan pertahanan,
13:47ia pernah menjadi editor di harian Jakarta Post,
13:51Bung Pitan Daslani.
13:53Bung Pitan kita lanjutkan kembali percakapan kita,
13:55dan kita berdua sama-sama cukup tergecut,
13:58mendengar apa yang dikatakan oleh dua mahasiswa kita yang berada di Iran,
14:01bahwa buat mereka sebenarnya aman-aman saja.
14:04Apakah dengan genjatan senjata,
14:06atau saat ini kita bilang ada cooling down di antara dua negara yang berperang ini,
14:10ini artinya tidak ada lanjutan serang menyerang lagi ke depan?
14:15Begini, jadi kalau kita mendengar pernyataan dari pimpinan Garda Revolusi Iran,
14:25itu mereka akan terus melancarkan serangan apabila Israel memprovokasi,
14:30itu pernyataannya.
14:33Dan permusuhan dua negara ini memang sulit dihentikan,
14:37karena pijakannya berbeda.
14:40Bahkan antara Israel dengan Palestina pun permusuhannya itu pijakannya berbeda.
14:46Jadi kalau kita melihat,
14:48kenapa Israel dan Amerika menyerang Iran?
14:51Itu kan pertanyaan terbesarnya itu.
14:53Apa alasannya?
14:54Alasannya itu kan ada persepsi di Israel dan di Amerika,
14:57bahwa Iran sedang memperkaya uraniumnya sampai batas 60%.
15:03Nah, yang dicurigai bisa untuk operasi militer.
15:07Untuk operasi militer.
15:09Begini, jadi dokumen yang mendasari kenapa Israel dan Amerika percaya hal itu
15:18adalah laporan dari International Atomic Energy Agency,
15:22Badan Tenaga Atom Internasional.
15:25Itu laporan tahun 2023, itu mengatakan sudah 60%.
15:29Laporan tahun 2024 kembali mengatakan 60%.
15:33Laporan akhir Mei 2025 itu mengatakan bahwa terhitung tanggal 17 Mei 2025,
15:44itu sudah mencapai 60% sejumlah 408,6 kilogram.
15:50Nah, 408,6 kilogram dengan kadar kemurnian 60% ini,
15:56apabila ditingkatkan jadi 80%,
15:58maka itu sudah bisa menghasilkan 10 bom
16:02yang kekuatannya sama dengan bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima.
16:07Itu persepsi yang menyebabkan Israel menyerang Iran.
16:11Sorry, jadi bahkan bisa lebih besar dari ledakan bom di Hiroshima?
16:15Bisa, karena apa? Karena kekuatan bom nuklir itu adalah 100-1000 kali lipat dari kekuatan bom atom.
16:21Nah, itu persepsi itu yang menyebabkan Israel dan Amerika menyerang Fordow,
16:28Nathans, dan Isfahan Sabtu kemarin.
16:33Kalau Israel kan tanggal 13 dia lakukan penyerangan.
16:36Tapi begini, kita harus lihat dulu kenapa negara lain boleh memiliki kesenjata nuklir,
16:44sementara Iran tidak boleh memiliki kesenjata nuklir.
16:47Betul, ini yang selalu dibilang standar ganda.
16:49Kenapa Iran yang selalu dilarang terus,
16:52sementara Israel dengan bisa gagah beraninya bisa memiliki senjata nuklir.
16:55Karena itu, saya ingin tempatkan pembicaraan ini dalam konteks diplomasi.
17:01Kalau dalam diplomasi kita bicara data, kita bicara perjanjian-perjanjian internasional.
17:05Jadi, titik start-nya adalah perjanjian yang disebut Nuclear Non-Proliferation Treaty, NNPT.
17:19NNPT ini dicetuskan pada tanggal 12 Juni 1968 dan aktif berlaku resmi itu pada 5 Maret 1970.
17:30Pada saat itu, yang menandatangani hanya Uni Soviet, Amerika Serikat, Inggris, dan 59 negara waktu itu.
17:39Nah, Cina dengan Perancis tidak mau tekan.
17:43Cina baru tekan 9 Maret 1992, Perancis 2 Agustus 1992.
17:47Kenapa Cina dan Perancis tidak mau tekan?
17:49Karena saat itu mereka masih mengembangkan senjata.
17:51Nah, NNPT ini, apa isinya?
17:56Perjanjian ini mengatakan bahwa tidak boleh memperbanyak senjata nuklir,
18:01tidak boleh mentransfer teknologi nuklir itu dari negara nuklir kepada negara non-nuklir,
18:07tetapi energi nuklir harus dipakai untuk tujuan damai,
18:10menuju tujuan akhirnya itu yang disebut Nuclear Disarmament,
18:15di mana semua negara tidak boleh punya senjata nuklir.
18:17Itu tujuan akhirnya.
18:18Nah, tetapi kenapa jadi dianggap diskriminatif?
18:23Karena perjanjian itu juga mengatakan bahwa negara-negara yang sudah punya senjata nuklir
18:28sejak 1 Januari 1967 tidak termasuk dalam pengelompokan itu.
18:35Jadi mereka yang sudah punya senjata nuklir, tidak apa-apa.
18:38Sementara negara lain yang memiliki tidak boleh.
18:41Nah, itu makanya dianggap tidak adil.
18:42Itu sebabnya India tidak mau tekan itu, Pakistan tidak mau tekan itu,
18:47Israel tidak mau tekan, Korea Utara pun tidak mau tekan karena dianggap tidak adil.
18:51Tahun 1974, India melakukan uji coba nuklirnya sendiri di luar perjanjian itu.
18:57Kemudian dia uji coba nuklir yang kedua itu, senjata nuklir kedua itu 1998.
19:01Pakistan juga 1998.
19:03Korea Utara itu masuk menandatangan itu pada 12 Desember 1985,
19:07tapi dia keluar pada 10 April 2003 dan dia mengembangkan senjata nuklirnya sendiri.
19:13Tapi kalau kita misalnya mempersingkat, baiklah ini perang tentang tidak boleh ada yang punya senjata nuklir.
19:21Nah, pertanyaannya kenapa Iran yang selalu dirongrong?
19:24Betul, begini.
19:25Karena pada 8 Juli 1968, Iran sudah menandatangani perjanjian itu.
19:30Tapi ada celahnya perjanjian itu tidak mencakup klausul yang melarang produksi senjata nuklir.
19:40Tidak ada klausul melarang produksi itu, hanya tidak boleh menyebarkan, tidak boleh transfer teknologi.
19:45Tapi melarang produksinya tidak ada.
19:47Makanya Iran mau tekan senjata perjanjian itu.
19:51Indonesia menggunakan?
19:52Indonesia ikut tekan juga.
19:53Nah, pada 2 Maret 1970 oleh Menteri Liru Negeri Adam Malik.
19:57Dan DPR RI meratifikasinya itu 12 Juli 1979.
20:02Nah, kenapa Iran tidak boleh?
20:04Karena begini, Iran ini ketika terjadi, setelah terjadi pergantian rejim 79, revolusi Iran 79,
20:14itu kan hubungan Iran dengan Amerika itu kan rusak, putus sama sekali.
20:19Nah, lalu sejak itu, Amerika dan negara-negara sekutunya memperlakukan sanksi ekonomi yang sangat banyak.
20:27Bahkan sampai sekarang itu totalnya sekitar 3.000 obyek ekonomi Iran itu kena sanksi.
20:33Nah, ketika Barack Obama jadi presiden, Obama ingin memperbaiki hubungan dengan Iran waktu itu.
20:40Maka dilakukan perundingan rahasia antara pemerintah Oman dengan pemerintah Amerika.
20:45Itu tidak ada orang yang tahu. Itu sejak 2013 mereka adakan perundingan.
20:50Oman dipakai untuk mendekati Iran bahwa Amerika ingin berbaik.
20:54Nah, lalu pada tanggal 14 Juli 2015 ditanda tangani apa yang disebut JCPOA, Joint Comprehensive Plan of Action.
21:06Siapa yang terlibat?
21:07Yang terlibat di situ adalah 5 negara anggota tetap PBB yang punya nuklir, tambah Jerman dan Uni Eropa.
21:13Mereka membawa Iran ke dalam perundingan di Genewa untuk menghasilkan dokumen JCPOA itu.
21:21Ini adalah rencana aksi pengurangan pengayaan nuklir Iran.
21:26Ada kompensasinya.
21:28Rencana aksi itu membatasi bahwa Iran hanya boleh memperkaya nuklir sampai batas 3,67 persen.
21:36Karena itu yang diperlukan untuk menghasilkan listrik dan keperluan medis dan sebagainya.
21:41Non-militer lah.
21:42Iya, non-militer.
21:43Lalu Iran bilang, saya dapat apa dari situ?
21:46Oke, lalu negara-negara pihak ini mengatakan, oke, kalau Anda mengikuti ini,
21:52maka kita akan angkat semua sanksi yang sudah diberlakukan terhadap Iran.
21:57Sanksinya apa?
21:58Iran diperbolehkan kembali mengekspor sampai 2,1 juta barrel minyak per hari ke pasar dunia.
22:05Itu yang pertama.
22:06Yang kedua, aset pemerintah Iran yang di-freeze di luar negeri itu lebih dari 100 miliar dolar.
22:14Itu kembali dicairkan untuk Iran.
22:16Yang ketiga, Iran kembali boleh masuk lagi ke dalam sistem pembayaran internasional yang namanya SWIFT untuk pembayaran itu.
22:23Nah, atas tiga ini, maka Iran bilang, oke, kalau begitu kita tekan.
22:27Di tanda tangannya itu.
22:28Setelah di tanda tangannya itu, pada saat itu sudah oke-oke ini, berarti Iran akan patuh pada 3,67 persen dan kompensasinya begini banyak akan dia terima.
22:38Tapi ada musibah.
22:408 Mei 2018, dalam pemerintahan yang pertama, masa jabatan yang pertama, Donald Trump menarik keluar Amerika dari perjanjian itu,
22:49memperlakukan kembali seluruh sanksi itu, bahkan menambah lagi, sektor penerbangan dikenakan sanksi, sektor pelayaran dikenakan sanksi,
22:58lebih dari 700 entitas bisnis dan pengusaha Iran terkena sanksi juga.
23:03Itu sebabnya Iran marah.
23:04Wah, ini berarti kita perang dong.
23:06Karena ganti rezim di Amerika, maka ganti polusi juga dan setback.
23:10Itu sebabnya Iran marah.
23:11Nah, sejak itu sebenarnya perang itu sudah terjadi itu.
23:13Karena ini malah ditambah bebannya gitu kan.
23:19Nah, jadi sejak itu sudah saling curiga ini.
23:22Iran dan Israel dan Amerika sudah saling curiga.
23:25Lalu Iran ditekan terus.
23:26Kuncinya di mana?
23:27Kuncinya adalah badan tenaga atom internasional ini.
23:30Karena semua tindakan itu berdasarkan laporan ini, lembaga ini.
23:33Lembaga ini memperkerjakan lebih dari 2.500an orang, termasuk orang Indonesia.
23:39Nah, yang duduk di Dewan Gubernur Lembaga Atom Internasional ini adalah Duta Besar Indonesia di Wina,
23:48yaitu Bapak Damos Shihombing.
23:52Beliau duduk di Dewan Gubernurnya.
23:53Pertanyaannya begini, Bung Pitan.
23:55Artinya serang-menyerang yang terjadi selama ini hanya karena kekhawatiran Israel bahwa...
24:01Persepsi, persepsi.
24:02...bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
24:04Senjata nuklir.
24:05Pengayaan uranium yang akan bisa memiliki senjata nuklir, bahkan bisa mengalahkan negara-negara manjur lainnya.
24:11Betul, itu yang ditakuti.
24:12Dan bukan saja Israel yang takut, ternyata karena saat ini ada 27 pangkalan militer Amerika di jasera Arab.
24:20Karena negara-negara Arab ini membutuhkan payung militer daripada Amerika untuk menjaga.
24:25Baik, kalau begitu pertanyaan saya, kalau sekarang cooling down, apakah ini artinya memang akan semuanya akan selesai atau sewaktu-waktu akan terjadi lagi setiap saat?
24:37Begini, jadi yang akan terjadi...
24:38Kalau sekat saja, ya atau tidak?
24:40Ship, ship.
24:41Menurut saya ketegangan akan berlanjut.
24:45Ketegangan masih akan tetap berlanjut.
24:47Anda masih di program ROSI.
24:52Perang 12 hari, Iran-Israel telah berakhir.
24:54Gencatan senjata membuat ancaman dunia jadi sirna.
24:58Saya masih bersama pengawat politik luar negeri dan pertahanan.
25:01Ia pernah menjabat sebagai editor di harian Jakarta Post, Bung Pitan Daslani.
25:06Jadi kalau menyambung pembicaraan kita sebelum jeda tadi, ketegangan masih tetap bisa berlangsung.
25:11Artinya, kita masih tetap bisa melihat peristiwa serang-menyerang di kemudian hari.
25:16Saya ingin menyapa kembali mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang ada di Iran, Mas Rido dan Mbak Laini.
25:25Sepertinya pastinya Anda mendengar pembicaraan saya dengan Pak Pitan ya?
25:31Iya, betul.
25:32Iya.
25:33Mas Rido, kalau melihat penjelasan Pak Pitan bahwa ketegangan masih akan terus terjadi,
25:40apakah ini menyurutkan Mas Rido untuk kembali ke Iran setelah pulang ke tanah air?
25:48Tentunya enggak sih ya, karena memang saya sendiri sudah berkomitmen.
25:54Apapun yang terjadi, saya akan kembali ke Iran.
25:57Karena di Hukum sendiri memang jauh dari pusat serangan Israel.
26:02Kan yang kita tahu, Israel mempunyai perkiraan di Isfahan,
26:10saya tepat nuklir dan lain sebagainya.
26:12Sedangkan di Hukum itu memang tidak ada hal tersebut.
26:16Jadi pasti akan kembali saya ke Hukum.
26:18Pasti akan kembali ke Hukum.
26:21Mbak Laini, yang berada, Anda sendiri sebenarnya berada di Teheran,
26:24tapi kemudian sedang dievakuasi ke daerah Hukum.
26:27Kalau tadi mendengar bahwa ini persoalan soal kecurigaan,
26:31persepsi bahwa Iran tengah memperkaya uraniumnya
26:35untuk memiliki tenaga nuklir yang bisa jauh lebih besar.
26:39Dan ini tentu membuat Israel dan negara Amerika misalnya
26:43yang akan terus mengganggu Iran.
26:47Gimana Mas, Mbak Laini melihat bahwa ketegangan yang akan terjadi di masa yang akan datang
26:53tidak akan menyurutkan Mbak Laini untuk ikut evakuasi atau tetap stay di Teheran?
27:01Iya, benar.
27:03Dari semua yang kita lihat, benar ya persepsinya seperti itu.
27:09Tetapi hingga saat ini, yang jadi target sasaran Israel terhadap Iran itu sendiri,
27:17yaitu pusat militer dan tempat penelitian senjata nuklir itu sendiri.
27:25Oh, Mbak Laini merasa bahwa...
27:27Karena sejauh ini tempat yang kita...
27:29Merasa bahwa...
27:30Yang sejauh ini tempat yang kita tidak akan menjadi target.
27:32...sempati aman.
27:38Tidak seperti itu juga.
27:39Saya merasa masyarakat sipil akan menjadi target,
27:42tetapi tidak semua tempat akan dijadikan target seperti itu.
27:46Karena mereka lebih kepada target-target tertentu.
27:50Buat mahasiswa Indonesia di sana, apakah juga melihat memang Iran ini sedang bisa ikut mengetahui,
28:00merasakan Iran memang sedang memiliki atau memperkaya program nuklir?
28:07Ya, sejauh ini yang kita pantau dari berita sendiri memang seperti itu.
28:16Tapi untuk kepastiannya 100% kita tidak bisa memastikan.
28:21Mbak Laini, apakah orang-orang di Iran itu merasa bahwa ini perang antara dua angkatan bersenjata dan dua pemerintahan
28:37atau antara rakyat Iran dan rakyat Israel?
28:40Bagaimana perasaannya di sana?
28:41Ini dari rakyat Iran itu sendiri, mereka merasa bahwasannya perang ini dari pemerintah Israel sendiri.
28:54Ya.
28:56Jadi artinya orang Iran tidak merasa bermusuhan dengan Israel?
29:05Dalam artian tidak seperti itu juga ya?
29:07Ya.
29:07Mereka sebagian orang Iran sendiri, mereka juga bermusuhan dengan Israel.
29:12Tetapi perang yang sedang terjadi ini antara pemerintahan Israel menyerang Iran sendiri.
29:19Ya.
29:20Jelas.
29:22Ya.
29:23Jadi mereka, apakah kemudian Mbak Maksud Pak Pitan, Mbak Laini bisa merasakan bahwa masyarakat Iran...
29:31Membenci atau tidak?
29:32Apakah ada kebencian pada masyarakat Israel itu sendiri atau Yahudi misalnya, begitu kan Pak Pitan.
29:39Atau memang lebih pada menyalahkan bahwa rezim pemerintahan di Israel lah yang biangkeroknya.
29:46Sumber kejahatan itu.
29:48Iya.
29:48Mereka untuk masyarakat Iran tidak menyalahkan masyarakat Israel sendiri, tapi mereka hanya menyalahkan kepada pemerintahan Israel itu sendiri gitu.
29:59Kalau Rido sebagai mahasiswa yang juga belajar di sana, bagaimana melihat bahwa masyarakat Iran di sana yang harus bertanggung jawab itu apakah murni pemerintahan Israel?
30:13Atau kemudian ada semacam antipati kebencian pada masyarakat Yahudi atau Israel di sana?
30:21Kalau dari yang saya lihat sendiri ya, di Iran itu, memang dari dulu, apalagi yang paling sangat terasat jika mereka melakukan revolusi besar di Iran.
30:35Itu sangat mengecam pemerintahan Israel, di mana di sini tanda kutub adalah Zionis ya.
30:39Jadi memang dari masyarakat Iran sendiri yang kita rasakan dan kita lihat ketika mereka mengecam di jalan, mereka pawai, itu mereka mengecam sistem pemerintahannya dan pemerintahan Israel.
30:51Untuk kebencian terhadap bangsa Yahudi atau agama Yahudi, itu tidak, tidak ada kebencian spesifik sana.
31:02Karena di Iran pun...
31:03Tidak menangkap itu ya, sentimen itu ya?
31:07Tidak, tidak. Karena di beberapa kota di Iran pun, di Israel sebagai contoh, Yahudi pun ada di sana dan mereka hidup berhubung bersama.
31:13Dan mengecam pemerintahan Israel.
31:16Oh, ini rasanya perspektif yang penting untuk masyarakat Indonesia tahu.
31:22Bahkan di sana masyarakat Iran dan di sana...
31:26Iran tidak membenci orang Israel, pemerintah.
31:29Mereka tahu bahwa yang paling bertanggung jawab atas kekejaman ini ya, pemerintahan Israel.
31:34Terima kasih ya Mas Rido.
31:36Selamat jalan kembali pulang.
31:39Selamat menyenangkan hati orang tuamu.
31:41Pasti senang sekali Papa Mama melihat Rido.
31:45Dan semoga bisa kembali melanjutkan sekolah di Iran.
31:48Mbak Laini juga stay safe ya Mbak Laini.
31:53Baik, terima kasih.
31:54Bung Pitan, satu sebelum kita bicara lagi soal kecemburuan atau double standard atau bagaimana Iran dikucilkan karena soal memiliki Iran.
32:12Tapi kita penting untuk menggarisbawahi masyarakat Indonesia yang melukiskan bagaimana masyarakat Iran di sana.
32:18Tentang persepsi mereka atau relasi mereka dengan masyarakat Yahudi atau masyarakat Israel.
32:24Rasanya itu penting dikatakan oleh masyarakat Indonesia juga.
32:27Saya kira itu penting sekali.
32:29Karena di jarak yang begini jauh banyak orang menyangka bahwa ini perang antara dua bangsa.
32:36Ternyata tidak begitu.
32:37Ini perang antara dua rejim yang berkuasa dengan kepentingan sendiri-sendiri.
32:42Karena di dalam Israel sendiri tentu tidak semua orang suka kepada pemerintahnya.
32:46Di Iran pun demikian.
32:48Kan di semua negara begitu kondisinya.
32:50Jadi yang terjadi adalah perang antara dua militer, perang antara dua rejim yang berkuasa.
32:55Dan ini poin yang sangat penting yang mereka karena mereka ini saksi mata tinggal di sana.
33:00Dan ini yang saya kira masyarakat Indonesia perlu tahu.
33:03Jadi kalau di sana begitu aman-aman saja orang tidak merasa berusuhan ngapain kita di sini jadi heboh kan begitu.
33:11Itu saya kira perlu.
33:13Dan Bung Petan dengan sangat clear sekali menjelaskan bahwa ini tentang penguasaan nuklir.
33:19Betul.
33:20Yang sebenarnya ujung-ujungnya juga tentang kekuasaan dan tentang bisnis.
33:26Betul. Ini bisnis semua.
33:28Jadi kan begini ya.
33:31Siapa yang punya nuklir terbanyak sekarang ini?
33:35Yang punya nuklir terbang itu Rusia.
33:37Rusia punya 5.459 senjata nuklir.
33:42Itu turun.
33:43Sebelumnya itu 5.889.
33:45Amerika punya 5.177.
33:49Itu turun dari 5.244.
33:51Posisi ketiga Cina.
33:52Cina itu punya tadinya 410 tapi naik sekarang jadi 600an.
33:562035 Cina akan punya 1.500 senjata nuklir.
34:00Itu posisi ketiga.
34:02Keempat itu ada Perancis 290 sudah mentok dia tidak akan tambah.
34:06Iran 225, sorry.
34:08Inggris 225 tidak akan tambah.
34:11India punya 180.
34:12Tetapi dia punya cadangan plutonium.
34:16Itu bisa membuat 112 bom plutonium sedahsyat bom yang turun di Nagasaki.
34:21Itu India.
34:22Padahal dia negara non-blok.
34:25Di bawah India adalah Pakistan.
34:27Pakistan punya sekarang 170.
34:28Tapi akhir tahun ini sudah 200an.
34:30Pakistan.
34:31Israel punya 90 yang sudah siap tembak.
34:3490 senjata nuklir.
34:37Kenapa tidak dipersoalkan?
34:38Kan begitu.
34:39Kemudian di bawah Israel ada Korea Utara yang jadi keler itu 50.
34:42Tapi dia terus mengembangkan dan semakin banyak.
34:44Kenapa justru Iran?
34:46Ya masalahnya begini.
34:48Karena Iran itu ketika mempunyai senjata nuklir.
34:53Semua negara di situ takut bahwa serangannya itu nanti ke Israel.
34:57Memang targetnya Israel.
34:59Itulah yang menyebabkan menimbulkan persepsi bahwa Israel akan lenyap dari peta dunia.
35:04Kalau satu bom nuklir jatuh ke sana.
35:06Jadi yang paling ketakutan bahwa Iran bisa menggunakan senjata nuklirnya itu adalah Israel.
35:14Paling itu Israel nomor satu.
35:16Dan Amerika tentu.
35:17Jadi kalau perang melawan Israel itu sebenarnya perang melawan Amerika.
35:21Kenapa?
35:22Karena sejak bulan Juni 1952 Israel dan Amerika itu sudah menandatangani apa yang disebut perjanjian bantuan pertahanan.
35:30Sehingga mereka terikat untuk saling membantu.
35:34Sama juga dengan Rusia dengan Korea Utara.
35:38Rusia dengan Korea Utara itu Juni 2024 menandatangani yang disebut Mutual Defense Agreement.
35:44Jadi itu perjanjian pertahanan bersama.
35:47Itu sebabnya Korea Utara mengirim 10 ribu pasukan.
35:52Pasukannya membantu Rusia perang lawan Ukraina.
35:56Tapi saya dapat kabar dari orang Rusia di medan perang tentara Korea Utara ini masuk.
36:02Karena dia lihat Ukraina sama Rusia ini sama orang yang boleh sama-sama ditembak mati juga orang Rusia di sana.
36:09Jadi itu bisa terjadi kalau ada perjanjian pertahanan.
36:12Iran tidak punya itu.
36:14Makanya kemarin hari Senin kemarin itu Menteri Luar Negeri Abbas Araji.
36:18Bertemu dengan Putin.
36:18Bertemu dengan Presiden Putin untuk melaporkan dan meminta bantuan.
36:22Tapi Putin tidak kasih komitmen bantuan militer.
36:24Jawabannya hanya normatif.
36:26Mengapa menurut Anda Rusia dan juga mungkin Cina tidak mau take sides atau berpihak dalam hal ini?
36:34Betul.
36:34Nomor satu kenapa?
36:35Karena Rusia dan Cina negara manapun baru akan terlibat dalam perang negara lain.
36:40Kalau kedaulatannya terancam.
36:42Integrated storytelling terancam.
36:43Dalam hal ini tidak terjadi.
36:45Nomor dua, kalkulasi ekonomi kan.
36:47Daripada Putin mengirim ribuan tentara ke sana lalu mati ongkosnya mahal.
36:52Lebih baik, yaudah kita kasih pernyataan normatif, kita dukung dan segala macam.
36:58Tapi dia tidak akan melibatkan pasukannya.
37:00Dan secara terbuka tidak akan membela.
37:02Secara terbuka dia tidak akan.
37:04Meskipun secara diam-diam bisa saja.
37:06Biasanya kan apa yang di standpoint dari Amerika maka yang akan dilakukan adalah berlawanan itu adalah Rusia.
37:12Tapi dalam hal ini Rusia merasa tidak perlu.
37:15Tidak perlu masuk.
37:16Karena kalau ketegangan terjadi kan harga minyak naik.
37:19Dia untung.
37:20Keuntungan ada di Rusia.
37:21Ada di Rusia.
37:22Cina juga begitu.
37:23Dia tidak mau masuk.
37:25Tidak apa-apa kan.
37:26Kalau ketegangan terjadi kan harga minyak naik.
37:29Jadi bagi Rusia dan Cina, mau tidak perang mereka untung.
37:33Untung.
37:34Mau perang pun mereka lebih untung.
37:36Nah itu sebetulnya yang harus menjadi bahan pemikiran untuk politik luar negeri Indonesia ke depan.
37:42Kenapa?
37:42Karena politik luar negeri kita itu didasari pada pidato Bung Hatta 2 September 1948 di Yogyakarta.
37:49Mendayung antara dua karang.
37:51Bebas aktif kan.
37:52Tapi sekarang kan bukan dua karang.
37:54Sekarang kan multi karang di mana-mana.
37:56Jadi kalau menurut saya politik luar negeri Indonesia itu tidak cukup hanya bebas aktif.
38:01Kita perlu bebas aktif, yes.
38:02Tapi kita perlu asertif, kita perlu proaktif.
38:06Ambil peluang.
38:07Itu yang belum terjadi.
38:09Dan saya lihat di pemerintahan Prabowo beliau ambil langkah-langkah berani ke depan.
38:13Ini mesti bisa diterjamahkan.
38:15Baik, Bung Pitan saya masih mau ingin lanjutkan soal kemudian apa dampaknya untuk Indonesia.
38:22Terima kasih Anda masih di Rosi.
38:24Perang antara Israel dan Iran yang melibatkan Amerika Serikat tidak bisa dipandang sebelah mata.
38:29Karena dampaknya bisa kemana-mana termasuk Indonesia.
38:31Saya masih bersama seorang jurnalis senior.
38:34Yang kini menjadi pengatuk politik luar negeri dan pertahanan.
38:37Pernah menjadi editor di harian Jakarta Post, Bung Pitan Daslani.
38:41Bung Pitan, salah satu kekhawatiran yang bisa menimpa kemana-mana termasuk Indonesia adalah ketika Selat Hormuz.
38:48Di mana itu di bawah wilayah Iran.
38:53Itu ditutup.
38:54Padahal Selat Hormuz itu menguasai perdagangan hampir 30%.
38:58Dan itu pasti tidak semua negara kena apalagi Indonesia.
39:03Iran memiliki otoritas, memiliki kekuasaan mau menutup itu.
39:08Dan kita pernah mendengar bahwa Iran bisa saja menutup Selat Hormuz.
39:12Tetapi toh itu tidak dilakukan oleh Iran.
39:15Padahal ia punya kekuasaan untuk melakukan itu.
39:17Kenapa pilihan ini tidak diambil?
39:21Penutupan Selat Hormuz itu pada tahun 1967 itulah alasan kenapa terjadi perang enam hari itu.
39:28Karena kepentingan banyak negara terganggu dan Israel sangat terganggu pada saat itu.
39:33Saat ini, kalau dari kalkulasi ekonomi yang paling banyak menggunakan Selat itu adalah China.
39:42Dan China tidak mau Selat itu ditutup.
39:44Nah, kalau Selat itu ditutup sama Iran, itu akan mengganggu jalur perdagangan China yang sangat besar.
39:52Nah, China ini kan punya investasi besar sekali.
39:54Terakhir dia kasih komitmen investasi 40 miliar dolar di Iran.
39:59Jadi, kalau Selat itu ditutup, dia mengganggu temannya sendiri dan mengganggu perekonomiannya sendiri juga.
40:04Jalur perdagangannya.
40:06Ini menarik ya, sesuatu yang bisa menjadi daya tawar Iran.
40:09Itu menutup Selat Hormuz.
40:12Nah, tapi ditimbang kembali.
40:13Tetapi itu justru tidak menjadi...
40:16Karena bisa jadi bumerang kan bagi dia sendiri.
40:17Nilai strategis buat dia bisa bumerang.
40:19Karena justru akan merugikan...
40:21Merugikan perekonomiannya sendiri.
40:22Karena temannya itu...
40:23Karena mereka rugi secara bisnis.
40:25Secara bisnis sangat merugikan.
40:27Jadi, kalkulasinya...
40:29Saya kira yang ke depan akan terjadi apa.
40:32Serangan kemarin Amerika ke pusat nuklir Iran itu tidak akan menghentikan program nuklir Iran.
40:39Kenapa?
40:40Karena kalau betul, andaikan betul bahwa yang di bom kemarin itu adalah bahan uranium yang diperkaya 60% itu.
40:48Maka pasti terjadi radiasi nuklir luar biasa.
40:52Faktanya adalah tidak terjadi radiasi di sana.
40:55Nah, apa artinya tidak terjadi radiasi?
40:58Artinya, pengoboman yang dilakukan itu tidak kena kepada benda itu.
41:02Tidak kena kepada bahan uranium yang 400 kg lebih itu.
41:07Artinya Iran masih memiliki?
41:08Artinya Iran masih punya.
41:10Karena statement daripada Rafael Grossi setelah dirjen badan tenaga atom itu.
41:17Setelah penyerangan itu, dia langsung mengatakan bahwa...
41:20Oh, ternyata uranium itu sudah ditaruh di tempat yang aman.
41:25Itu artinya pindah.
41:28Sudah dipindahkan.
41:29Karena kalau bom begitu dahsyat itu turun,
41:32kena uranium yang sudah 60% itu pasti radiasi luar biasa.
41:37Tidak terbukti.
41:39Nah, ini yang jadi masalah terbesar.
41:41Karena apa?
41:43Karena setelah pengoboman itu,
41:45Presiden Trump mengatakan bahwa sudah selesai,
41:48sudah lumpuh Iran itu.
41:49Dan beliau katakan bahwa menurut foto yang dilakukan oleh intelijen Israel di situ,
41:55inilah fotonya Fordo sudah hancur.
41:58Tapi setelah pernyataan itu dibuat,
42:00sumber di Israel membantah.
42:02Kami tidak foto itu.
42:04Kami tidak terlibat.
42:05Nah, informasi ini kemudian bocor ke media di Amerika.
42:08Presiden Trump diserang.
42:10Ini pernyataannya benar apa tidak ini?
42:12Kok ada informasi seperti ini?
42:14Itulah yang membuat ramah ya.
42:16Ini yang membuat ramah sampai bicara kasar itu kan.
42:19Media pada dimarahin seperti itu.
42:22Tapi ini akan jadi masalah besar.
42:25Dia sudah umumkan di KTT NATO kemarin,
42:27bahwa Iran sudah lumpuh.
42:30Tapi bagaimana kalau benar ada uranium 60% diperkaya itu,
42:35sudah dipindahkan.
42:36Kan tidak terbukti adanya radiasi.
42:38Jadi sebenarnya serangan yang diklaim oleh Netanyahu
42:43bahwa berhasil melumpuhkan pengayaan uranium oleh Iran tidak terbukti.
42:50Belum ada buktinya.
42:51Sampai sekarang tidak terbukti.
42:53Dan Iran bisa dikatakan tidak dilemahkan,
42:58tidak jadi lemah dengan serangan-serangan Israel.
43:01Bangunannya boleh rusak,
43:02tapi kan barangnya itu tidak mungkin Iran membiarkan barang itu di situ.
43:08Ketika dia tahu bahwa Israel akan serang.
43:11Intelijennya kan sudah bekerja ketika dia tahu.
43:13Jadi sebenarnya gencatan senjata yang baru saja dilakukan
43:16antara Amerika, antara Iran dan Israel,
43:22masing-masing mengklaim menang.
43:24Tapi menurut Bung Pitan,
43:25siapa yang menang dari gencatan senjata itu?
43:27Kalau saya mau melihatnya begini,
43:30ini ada yang berdusta ini.
43:31Siapa yang berdusta di sini?
43:33Kan begitu kan?
43:34Karena Trump setelah membom itu,
43:36dia katakan, oke sudah selesai membom,
43:39sekarang waktu untuk berdamai.
43:41Jadi sama seperti tempeleng orang,
43:43habis itu jabat tangan sama dia.
43:44Kan begitu.
43:45Lah Iran kan nggak mau.
43:47Masa begitu permainannya?
43:48Kan begitu.
43:49Karena setelah itu kan ada serangan susulan.
43:52Iran tembak ke pangkalan Al-Udeh di Qatar kan?
43:56Ke pangkalan angkaran udara terbesar di Qatar.
43:59Seperti itu.
44:00Yang di respons sebagai cuman slow?
44:03Ya, dia akatan itu sebagai very weak response.
44:05Very weak response.
44:06Very weak response sebagai itu.
44:08Jadi sebenarnya ini permainan politik dan bisnis.
44:12Lebih daripada fisik, adu, kekuatan.
44:15Ini politik dan bisnis ya.
44:16Karena di mana-mana perang itu bisnis.
44:18Di balik perang itu ada kalkulasi bisnis.
44:20Yang harus terjadi.
44:22Kan begitu.
44:22Bayangkan kalau tidak ada perang kan tidak ada senjata yang orang beli.
44:25Tidak ada pesawat tempur yang orang beli.
44:27Kalau begitu apa dampaknya untuk Indonesia?
44:29Begini.
44:30Indonesia tidak perlu heboh.
44:32Karena ini bukan perang kita.
44:35Ini perang orang.
44:37Orang lain.
44:37Buktinya mahasiswa-mahasiswa kita justru mau kembali lagi.
44:42Mbak Lani tadi tetap di Iran.
44:45Tidak ada masalah.
44:46Bahkan yang lebih menarik adalah dia katakan.
44:49Orang Iran, masyarakat Iran tidak merasa sedang bermusuhan dengan masyarakat Israel.
44:54Mereka tidak ada masalah.
44:55Mereka tahu bahwa ini permusuhan antara dua rejim yang berkuasa.
44:59Yang menugaskan angkatan bersenjatanya.
45:01Jadi ini bukan perang antara bangsa Yahudi dan bangsa Persia.
45:05Bangsa Iran.
45:06Tidak ada itu.
45:07Perang politik antara rejim dengan rejim.
45:09Nah Indonesia kita untuk apa?
45:11Kita heboh pada bertengkar, beradu, argumentasi.
45:14Tidak ada gunanya.
45:16Karena ini bukan itu.
45:18Ini permainan orang kok.
45:19Buktinya Cina, Buktinya Rusia saja ingin mengambil manfaat ekonominya.
45:23Tidak mau libatkan pasukannya di sana.
45:26Jadi memang poin penting dari pembicaraan kita malam hari ini Buktinya dan juga kita mendengar langsung dari mahasiswa kita yang tinggal di sana.
45:37Mereka sendiri kalau kita satu gak mau pulang, satu mau pulang demi menghormati orang tua.
45:44Tapi akan balik lagi dia.
45:45Dan mau balik lagi.
45:47Itu menunjukkan bahwa mereka sendiri merasa bahwa di sana masih tempat yang aman.
45:53Tempat yang aman.
45:53Dan tidak ada kebencian.
45:55Tidak ada kebencian.
45:56Antara bangsa, masyarakat Iran dan masyarakat Israel.
46:00Yahudi.
46:01Terima kasih Bung Pitan memberikan perspektifnya di Rosi.
46:04Terima kasih.
46:05Terima kasih juga bagi Anda yang telah menyaksikan program Rosi.
46:07Kita jumpa lagi Kamis depan di Kompas TV Independent Terpercaya.
46:11Selamat malam.
46:11Sampai jumpa.
46:12Terima kasih.
Dianjurkan
1:45
|
Selanjutnya
4:24