Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utamaLewati ke footer
  • 26/6/2025
TIONGKOK, KOMPAS.TV - Banjir melanda Tiongkok barat daya memaksa 80.000 penduduk dievakuasi akibat sungai meluap dan infrastruktur rusak di Rongjiang, Provinsi Guizhou.

Jalan dan bangunan terendam banjir, sementara penduduk di Rongjiang beraktivitas dengan perahu. Pemerintah setempat mengerahkan petugas tanggap darurat untuk membantu penduduk yang terjebak di daerah dataran rendah.

Banjir yang terjadi ini merupakan banjir terburuk selama 30 tahun terakhir, yang memicu relokasi massal ke dataran tinggi dan tempat perlindungan darurat.

Perintah evakuasi darurat dikeluarkan untuk 80.000 ke dataran tinggi.

Baca Juga Langakh Diplomasi Iran :Menlu Temui Putin; Rusia, Tiongkok, dan Pakistan Ajukan Resolusi ke PBB di https://www.kompas.tv/internasional/601295/langakh-diplomasi-iran-menlu-temui-putin-rusia-tiongkok-dan-pakistan-ajukan-resolusi-ke-pbb

#banjir #tiongkok #rongjiang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/601784/akibat-banjir-besar-terjang-kota-rongjiang-di-tiongkok-sebabkan-80-000-warga-mengungsi
Transkrip
00:00Banjir bandang melanda Tiongkok Barat daya memaksa 80 ribu penduduk dievakuasi akibat sungai meluap dan infrastruktur rusak di Rongxiang, Provinsi Kwi Chow.
00:13Jalan dan bangunan terendam banjir sementara penduduk di Rongxiang beraktivitas dengan perahu.
00:20Pemerintah setempat menggerakkan petugas tanggap darurat untuk membantu penduduk yang terjebak di daerah dataran rendah.
00:26Banjir yang terjadi ini merupakan banjir terburuk selama 30 tahun terakhir yang memicu relokasi massal ke dataran tinggi dan tempat perlindungan darurat.
00:38Perintah evakuasi darurat dikeluarkan untuk 80 ribu ke dataran tinggi.
00:45China Selatan telah mengalami hujan lebat sejak minggu lalu seiring menguatnya musim hujan tahunan Asia Timur yang memecahkan rekor curang hujan di beberapa bagian negara tersebut.
00:55Karena para ahli meteorologi memperkirakan akan terjadi hujan lebat lagi dalam beberapa hari ke depan, pihak berwenang tetap waspada sementara operasi penyelamatan terus berlanjut.

Dianjurkan