00:00Kita pantau bagaimana perkembangan evakuasi jenazah pendaki asal Brazil sudah bergabung bersama kami, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pak Mahadi.
00:09Selamat petang, Pak Mahadi.
00:12Selamat petang.
00:14Update terbaru terkait dengan proses evakuasi, apakah jenazah ini sudah berhasil diangkat dari dasar jurang?
00:21Jadi kondisi sekarang masih dalam proses pengangkatan ke atas punggung gunung daripada Gunung Rijani, masih pengangkatan.
00:33Masih proses pengangkatan, kendalanya apa?
00:36Ya, kendala begitu dalamnya posisi jatuhnya korban, kemudian kondisi cuaca, ditambah juga dengan kondisi geologi yang ada di sekitar terdekat, yaitu berpasir dan memiliki batuan yang lapuk.
00:54Sehingga harus hati-hati untuk menghindari jatuhannya batuan, termasuk juga pasir, menimpa daripada petugas yang di bawah, termasuk juga korban yang akan diangkat ke atas.
01:07Kondisi kontur dari lereng gunung ini ya, kemudian juga dengan cuaca.
01:13Apakah ini juga jadi kendala sehingga baru sudah masuk hari kelima ini, baru bisa dilakukan evakuasi dan hingga saat ini juga belum berhasil diangkat?
01:24Ya, artinya di samping juga kemiringan medan ini kan hampir tegak, Pak.
01:30Ini juga menyulitkan bagi tim juga untuk mengangkat.
01:35Samping cuaca, sampai saat ini juga di Sembalun pun juga sedang hujan dan kaput tebal.
01:42Oke, Pak Amadi, kalau secara awam kan bisa kami berpikir ataupun bisa juga dikatakan,
01:48kenapa tidak pakai heli saja begitu tinggal turun dekat lokasi, kemudian digunakan tali untuk mengevakuasi.
01:55Kenapa hal ini tidak bisa dilakukan?
01:58Ya, di heli pun juga persoalannya setelah satu tebing tempat jatuhnya itu adalah dari pasir, Pak.
02:07Nanti akibat daripada putaran profiler, paling-paling ini juga bisa berhampuran masuk ke mesin.
02:14Di samping visibilitas pilot juga sangat terpatah sekali, sehingga strategi dengan helikopter ini tidak bisa dilakukan.
02:23Sehingga dilakukan secara manual, pengesahatan secara manual.
02:26Berarti bukan karena tidak ada armada ya, tapi memang evakuasi dengan menggunakan helikopter ini tidak bisa dilakukan dengan medan yang seperti ini ya, Pak Amadi ya?
02:38Ya, ya, ya.
02:39Kami juga yang konfirmasi, ini kan memasuki hari kelima begitu.
02:45Ada informasi sebenarnya sejak kapan?
02:47Akhirnya tim Basarnas dan juga tim Sargabungan termasuk dari BPBD mengetahui informasi pertama ketika korban sudah dinyatakan hilang dan terjatuh di dalam jurang ini?
03:02Ya, sebenarnya itu kan kejadian hari Sabtu pukul 5.00 kini hari ya.
03:08Itu, dan informasi sudah disampaikan ke TNGR.
03:15Selanjutnya tim menuju ke atas pada kira-kira sampai dengan jam 16 untuk menentukan lokasi daripada korban.
03:27Eh, lokasi korban.
03:29Hanya saja korban terus bergeser lokasi daripada jatuhannya,
03:34sehingga ini juga memerlukan metode atau cara untuk pengangkatannya yang lebih aman.
03:42Ini masih bergeser korbannya itu berarti pada saat hari pertama dinyatakan hilang.
03:48Pada hari Sabtu lalu, korban masih dinyatakan belum meninggal ya? Masih hidup ya?
03:53Saat itu sudah tidak ada gerakan, bahkan juga sudah dipakaikan drone juga untuk melihatnya,
04:02sehingga pada hari kedua dan ketiga itu upayanya itu adalah dengan metode manual,
04:12dengan membuat tempatan-tempatan talgi untuk turun ke elevasi minus 600 meter.
04:18Baik, Pak Madi sudah ada informasi terkait dengan siapa saja dengan warga negara Brazil ini mendaki?
04:29Saya kurang ingat ya, nanti tim TNGR nanti bisa menjawab.
04:34Baik, nanti ini singkat saja setelah di...
04:36Berbeda-beda warga negara ya.
04:38Baik, setelah dievakuasi ini rencananya akan dibawa kemana dan proses selanjutnya seperti apa?
04:43Ya, rencananya nanti langsung, mudah-mudahan pada malam hari ini korban sudah bisa diturunkan
04:52dan kita akan langsung bawa ke rumah sakit Bayangkara di Kota Makarang.
04:58Lalu di jalur.
05:00Baik, terima kasih Kepala BPBD, Kepala Pelaksanaan BPBD Provinsi NTB, Pak Madi,
05:06telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Petang.
05:08Salam sehat, Pak Madi.
05:10Salam.
05:10Salam sehat, Pak Madi.