Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utamaLewati ke footer
  • 24/6/2025
MUNA BARAT, KOMPAS.TV - Keluarga seorang pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara pada Sabtu (21/06/2025).

Mereka mengamuk dan melemparkan kursi ke petugas rumah sakit yang sedang jaga di UGD, RSUD Muna Barat.

Keluarga pasien mengaku kecewa dengan pelayanan yang lamban, sedangkan kondisi pasien dinilai kritis dan harus segera dirujuk ke rumah sakit di Kendari.

Namun, meski telah membayar biaya administrasi dan uang jaminan, ambulans tak kunjung datang sehingga mereka melampiaskan emosi.

Direktur RSUD Muna Barat bilang pihaknya telah melakukan pelayanan sesuai SOP terhadap pasien. Ia menilai pasien dalam kondisi stabil.

Ia juga membantah tidak ada ambulans yang akan membawa pasien ke Kendari.

Meski sempat terjadi ketegangan, akhirnya pasien dirujuk ke Kendari untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga Viral! Keluarga Pasien Ngamuk di RS Muna Barat, Sebut Ambulans Tak Disediakan di https://www.kompas.tv/nasional/601275/viral-keluarga-pasien-ngamuk-di-rs-muna-barat-sebut-ambulans-tak-disediakan

#keluargapasienngamuk #rsudmunabarat #ambulans

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/601382/kecewa-ambulans-tak-kunjung-datang-keluarga-pasien-mengamuk-di-rsud-muna-barat
Transkrip
00:00Keluarga pasien di rumah sakit umum daerah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara mengamuk
00:05karena lambatnya pelayanan saat hendak merujuk pasien ke rumah sakit lain di kendari.
00:11Pihak rumah sakit menyebut telah melakukan sesuai prosedur dalam melayani pasien.
00:15Keluarga seorang pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di rumah sakit umum daerah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.
00:32Mereka mengamuk dan melemparkan kursi ke petugas rumah sakit yang sedang jaga di UGD RSUD Muna Barat.
00:38Keluarga pasien mengaku kecewa dengan pelayanan yang lambat,
00:42sedangkan kondisi pasien dinilai kritis dan harus segera dirujuk ke rumah sakit di kendari.
00:48Namun meski telah membayar biaya administrasi dan uang jaminan, ambulans tak kunjung datang.
00:54Sehingga mereka melampiaskan emosi.
00:57Bahwa menyertakan ada dari mereka ini supaya uang jaminan itu dibayarkan dulu.
01:06Alhamdulillah pada saat itu mereka sedang rincian, uang jaminan dibayarkan Rp420.000.
01:12Tetapi mobil ambulans tidak di tempat.
01:16Nah, disitulah sepuntanitas kami datang di sana itu dengan memohon.
01:22Kami datang dengan bagaimana tujuan agar pasien ini diselamatkan.
01:27Bukan dengan tujuan arogasi, tidak ada sama sekali.
01:31Hanya sepuntanitas saja bahwa sudah jam setengah empat ini,
01:35mobil ambulans tidak ada tamat.
01:36Direktur RSUD Muna Barat bilang pihaknya telah melakukan pelayanan sesuai SOP terhadap pasien.
01:44Ia menilai pasien dalam kondisi stabil.
01:48Ia juga membantah tidak ada ambulans yang akan membawa pasien ke kendari.
01:52Pasien ini tidak berlaku dengan kritis.
01:56Namun memang pada saat itu, pada saat kegaduan itu karena mereka meminta agar segera dirujuk,
02:02tetapi kami juga mempersiapkan dulu itu karena pasien ini melakukan stabil, stabil.
02:07Bukan kritis, stabil.
02:08Jadi pada dasarnya pasien ini dengan informasi-informasi itu sebenarnya tidak benar bahwa ambulans tidak ada,
02:14kemudian kami lambat juga tidak.
02:16Yang jelas bahwa semua kita lakukan sesuai dengan SOP,
02:20merujuk pasien sesuai dengan halum,
02:22dan sesuai dengan indikasi, sesuai dengan bonus pasien.
02:25Dan pada akhirnya juga pasien masuk ke masyarakat ramas.
02:29Meski sempat terjadi ketegangan,
02:31akhirnya pasien dirujuk ke kendari untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Dianjurkan