Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utamaLewati ke footer
  • 23/6/2025
KOMPAS.TV - Keputusan Donald Trump menyerang Iran memicu gelombang protes di Amerika Serikat.

Warga menilai aksi militer justru membahayakan dan melanggar janji kampanye damai. Demonstran menilai pendekatan militer ini tidak membawa perdamaian, melainkan memperparah ketegangan regional.

Mereka menegaskan, serangan ini hanya akan menciptakan siklus balas dendam dan kekerasan berkepanjangan.

Poster "Hands Off Iran" menandakan keinginan agar Amerika Serikat segera menghentikan intervensi di Timur Tengah dan mengedepankan diplomasi sebagai solusi.

Tujuh pesawat pembom siluman B-2 milik Amerika Serikat telah kembali ke Pangkalan Udara Whiteman, di Missouri, Amerika Serikat, usai menyelesaikan misi serangan jarak jauh ke Iran.

Kelompok pertama yang terdiri dari empat pesawat berputar mengelilingi pangkalan sebelum mendekati landasan pacu.

Kelompok terakhir yang terdiri dari tiga pesawat tiba dalam waktu 10 menit. Pesawat-pesawat itu menjatuhkan 14 bom penghancur bunker seberat 15 ton ke sejumlah fasilitas nuklir penting Iran, di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Iran akan menutup Selat Hormuz sebagai akibat serangan Amerika Serikat ke Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Arab dengan Laut Arab, yang merupakan rute maritim paling penting bagi suplai energi global. Seberapa besar dampaknya bagi dunia, kita akan membahasnya bersama Khairul Fahmi, pengamat militer ISESS.

Baca Juga [FULL] Cerita WNI di Teheran Saat Dievakuasi dari Asrama Buntut Memanasnya Konflik Iran-Israel di https://www.kompas.tv/internasional/601240/full-cerita-wni-di-teheran-saat-dievakuasi-dari-asrama-buntut-memanasnya-konflik-iran-israel

#iran #israel #perangiranisrael #israelvsiran #selathormuz

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/601246/full-iran-ancam-tutup-selat-hormuz-pengamat-bisa-guncang-ekonomi-dunia-hingga-perang-meluas
Transkrip
00:007 pesawat pembom siluman B-2 milik Amerika Serikat telah kembali ke pangkalan udara Whiteman di Missouri Amerika Serikat.
00:09Usai menyelesaikan misi serangan jarak jauh ke Iran.
00:13Kelompok pertama yang terdiri dari 4 pesawat berputar mengelilingi pangkalan sebelum mendekati landasan Paju.
00:19Kelompok terakhir yang terdiri dari 3 pesawat tiba dalam waktu 10 menit.
00:25Pesawat-pesawat itu menjatuhkan 14 bom penghancur bangker seberat 15 ton ke sejumlah fasilitas nuklir penting Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
00:41Iran akan menutup Selat Hormuz sebagai akibat serangan Amerika Serikat ke Iran.
00:47Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Arab dengan Laut Arab yang merupakan rute maritim paling penting
00:54bagi suplai energi global.
00:56Seberapa besar dampaknya bagi dunia?
00:58Kita akan membahasnya bersama Hairul Fahmi, pengamat militer ISIS.
01:02Selamat petang Mas Hairul, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
01:06Mas Hairul, ini kan ada rencana kabarnya Selat ini akan ditutup.
01:11Lalu bagaimana dampak perekonomian dunia?
01:13Jika memang betul Selat dari jalur Hormuz ini benar-benar ditutup oleh Iran?
01:20Mohon maaf audionya, belum dibuka.
01:35Sudah dibuka.
01:37Silahkan Mas Hairul.
01:38Maaf, saya kira ini perkembangan yang sangat penting ya dalam eskalasi konflik di Timur Tengah ini ya.
01:49Apa namanya, kita tahu tadi baru saja Pak Meniran juga sudah menyetujui rencana penutupan Selat Hormuz
01:58sebagai bentuk respon serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir mereka.
02:04Ya memang keputusan itu belum langsung dieksekusi karena otoritas tertinggi kan ada di Dewan Kamanan Nasional
02:12dan pemimpin tertinggi di Iran, ayatulah Ali Khamenei.
02:16Tapi secara politik, ini sinyal yang sangat kuat bahwa Iran ingin menunjukkan mereka tidak akan diam gitu ya
02:25ketika diserang dan ketika kedaulatan mereka dilanggar gitu ya.
02:31Nah, mengapa ini krusial ya tadi sudah dijelaskan Selat Hormuz ini urat nadi energi global
02:39sekitar 17-20 persen perdagangan minyak dunia lewat Selat ini gitu ya.
02:45Artinya satu titik kemacetan di sana ini sama saja dengan mengguncang ekonomi dunia gitu ya.
02:54Apalagi kalau sampai ditutup total itu akan mendorong lonjakan harga energi, inflasi global,
03:01kemudian juga bisa memicu reaksi militer yang lebih luas gitu ya.
03:06Jadi yang kita lihat ini bukan hanya ancaman regional lagi ya,
03:11tapi potensi awal dari ketidakstabilan sistemik ya secara global gitu.
03:15Ini yang saya kira mengkhawatirkan.
03:19Apakah akan ada implikasi yang begitu nyata ketika memang tak hanya Selat Hormuz ini ditutup,
03:27tapi dampak-dampak lainnya bagi ekonomi dunia terkait dengan serangan AS ke Iran ini?
03:35Iya, pasti ada ya.
03:37Kalau dampaknya akan sangat nyata dan cepat terasa gitu ya.
03:42Banyak negara sangat tergantung pada stabilitas harga minyak global gitu ya.
03:49Ketika jalur vital apa namanya seperti Selat Hormuz ini terganggu,
03:56ya harga minyak jelas akan melonjak.
03:58Kita mungkin juga akan bicara soal kenaikan harga minyak mentah dunia ke atas 100 USD per barrel gitu ya.
04:11Artinya beban suksidi energi juga akan naik drastis,
04:14harga BBM bisa terdorong naik.
04:17Dan efek lanjutannya jelas ya.
04:19Biaya logistik, kemudian pangan, kemudian kebutuhan-kebutuhan pokok yang lain,
04:24inflasi bisa melonjak, banyak lah ya.
04:27Industri transportasi, logistik, manufaktur ini akan terpukul lebih cepat gitu ya.
04:34Nah, belum lagi kita bicara dampak di masing-masing negara termasuk Indonesia gitu ya.
04:38Karena pada anggaran belanja pemerintah, defisit raja perdagangan.
04:45Nah ini, kalau kita tidak mampu mengendalikan lonjakan harga impor,
04:51ini kan penamakan yang hadirkan masalah yang besar gitu ya.
04:57Sehingga ya penting kemudian bagi negara-negara ini ya menyiapkan langkah mitigasi,
05:04dan antisipasi, kemudian juga ya penguatan cadangan energi strategis,
05:08diversifikasi pasokan, sampai upaya stabilisasi harga.
05:13Ini yang kemudian ya saya kira dampaknya sangat segitikan dan luas,
05:19dan belum tentu tiap-tiap negara punya daya tahan yang cukup untuk menyiapkan itu semua dalam waktu singkat.
05:25Oke, baik.
05:26Terima kasih Mas Airul Fahmi, pengamat militer ISS sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
05:30Selamat sore.
05:31Terima kasih.

Dianjurkan

4:24
Selanjutnya