PADANG PARIAMAN, KOMPAS.TV - Pasca penggeledahan, rumah pelaku pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sepi dan sudah dipasangi garis polisi.
Pasca penggeledahan, kini rumah Satria Juhanda alias Wanda di Padang Pariaman, Sumatera Barat, sepi dan tertutup rapat. Tim Polres Padang Pariaman juga sudah memasang garis polisi di seluruh area rumah.
Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan identitas dua kerangka yang ditemukan dalam sumur rumah pelaku mutilasi.
Baca Juga Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Sumbar, Keluarga Korban Datangi RS untuk Uji DNA di https://www.kompas.tv/regional/600850/kasus-pembunuhan-dan-mutilasi-di-sumbar-keluarga-korban-datangi-rs-untuk-uji-dna
#mutilasi #pembunuhan #padangpariaman
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/600915/kasus-mutilasi-di-padang-pariaman-polisi-ungkap-pengakuan-pelaku
00:02Pasca penggeledahan, rumah pelaku pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sepi dan sudah dipasangi garis polisi.
00:16Pasca penggeledahan, kini rumah Satri Yejuhanda alias Wanda di Padang Pariaman, Sumatera Barat, sepi, tertutup rapat.
00:25Tim Polres Padang Pariaman juga sudah memasang garis polisi di seluruh area rumah.
00:31Polisi saat ini masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan identitas dua kerangka yang ditemukan dalam sumur rumah pelaku mutilasi.
00:45Kalau dari sumur tempat pelaku tinggal ada dua kerangka manusia.
00:52Namun nantinya lebih pastinya akan kita tunggu hasil otopsi.
00:57Untuk tengkorak kepala ada berapa, Pak?
00:58Tengkorak kepala ada dua kerangka lahangnya.
01:02Untuk kemungkinan tersebut pasti ada, namun dari penyujudan kami belum tergambar.
01:07Namun tetap dalam perlambangan akan kita berdalam otopsi.
01:10Misteri pembunuhan tiga orang yang semuanya adalah perempuan asal Padang Pariaman, Sumatera Barat terungkap
01:26saat polisi memeriksa dan mendesak pelaku yang juga pemilik rumah Satri Yejuhanda alias Wanda
01:32enam bulan lalu terkait adanya laporan orang hilang.
01:35Meskipun pemeriksaan sebelumnya sempat mengelak bahwa korban adalah pacarnya
01:40dan tidak ada kaitannya dengan laporan orang hilang.
01:44Namun tersangka mengakui dan ada kerangka korban lain yang disimpan di rumahnya.
01:49Kami mendesak apakah ada keterlibatan dengan kasus yang sebelumnya
01:55karena tersangka ini juga pernah kami periksa pada enam bulan sebelumnya, sekitar bulan Januari.
02:06Pemeriksaan sebelumnya mengelak, ya.
02:11Jadi tersangka mengelak bahwa karena ini pacar, pacar, karena keterangan tersangka ini pacar saya
02:17dan tidak ada kaitannya dan tersangka tidak kooperatif itu, Pak.
02:23Ada beberapa pertanyaan, investigasi terhadap tersangka dan akhirnya tersangka mengakui
02:33memang ada sesuatu yang disimpan dalam rumahnya.
02:38Salah satu keluarga korban pembunuhan di Badang Pariaman
02:43mulai mendatangi rumah sakit Bayangkara Padang
02:45untuk mencocokkan DNA dengan dua kerangka yang ditemukan di rumah pelaku mutilasi.
02:51Keluarga tidak menyangka Satria Juanda alias Wanda
02:55yang aktif membantu mencari keberadaan korban satu setengah tahun lalu
02:59justru melakukan pembunuhan.
03:02Jadi terduga pelaku ini juga sering menyari-nyari adik juga?
03:06Ya, pengakuannya iya.
03:07Tapi kan bukan sama kami perginya, Pak.
03:10Kapan itu?
03:12Tiga bulan, setelah tiga bulan hilang lah.
03:15Oh, tahun yang lalu?
03:15Iya, tahun yang lalu.
03:16Terus menurut Uni nggak ada perasaan curiga kepada terduga pelaku ini?
03:20Enggak.
03:21Pernah ketemu dia juga?
03:22Pernah.
03:24Sementara untuk identitas dari kerangka dua korban yang ditemukan
03:27di dalam sumur rumah pelaku, saat ini polisi menyatakan
03:30masih menunggu hasil otopsi.
03:33Untuk bukti awal, polisi menyatakan hal tersebut cocok
03:36dengan keterangan pelaku, yaitu dua kerangka manusia.
03:41Tim Liputan, Kompas TV, Padang, Pariaman, Sumatera Barat.