- 20/6/2025
JAKARTA, KOMPAS.TV - Persekongkolan dalam pengelolaan sampah secara liar diduga melibatkan sejumlah pihak, mulai dari elite lokal hingga aparat sipil.
Mereka saling mengetahui peran masing-masing dan mendapatkan keuntungan dari praktik pengelolaan sampah yang tidak sesuai aturan ini. Temuan investigasi mengungkap bahwa praktik tersebut melibatkan warga, penyedia jasa pengangkutan sampah hingga oknum pejabat di tingkat daerah.
KompasTV akan membahas lebih dalam mengenai jaringan pengelolaan sampah liar ini, dampaknya terhadap lingkungan, serta hasil penelusuran tim investigasi Harian Kompas.
Diskusi akan dipandu bersama Galuh Bimantara, wartawan desk investigasi dan jurnalisme data Harian Kompas, serta Zenzi Suhadi, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
#walhi #tps #sampah
Baca Juga Polisi Tangkap Penipu Modus Adopsi Bayi di Palmerah Jakarta, Pelaku Sudah Tipu 5 Korban di https://www.kompas.tv/nasional/600697/polisi-tangkap-penipu-modus-adopsi-bayi-di-palmerah-jakarta-pelaku-sudah-tipu-5-korban
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/600703/full-ungkap-dugaan-persekongkolan-pengelolaan-sampah-liar-libatkan-warga-pejabat-daerah
Mereka saling mengetahui peran masing-masing dan mendapatkan keuntungan dari praktik pengelolaan sampah yang tidak sesuai aturan ini. Temuan investigasi mengungkap bahwa praktik tersebut melibatkan warga, penyedia jasa pengangkutan sampah hingga oknum pejabat di tingkat daerah.
KompasTV akan membahas lebih dalam mengenai jaringan pengelolaan sampah liar ini, dampaknya terhadap lingkungan, serta hasil penelusuran tim investigasi Harian Kompas.
Diskusi akan dipandu bersama Galuh Bimantara, wartawan desk investigasi dan jurnalisme data Harian Kompas, serta Zenzi Suhadi, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
#walhi #tps #sampah
Baca Juga Polisi Tangkap Penipu Modus Adopsi Bayi di Palmerah Jakarta, Pelaku Sudah Tipu 5 Korban di https://www.kompas.tv/nasional/600697/polisi-tangkap-penipu-modus-adopsi-bayi-di-palmerah-jakarta-pelaku-sudah-tipu-5-korban
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/600703/full-ungkap-dugaan-persekongkolan-pengelolaan-sampah-liar-libatkan-warga-pejabat-daerah
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Elit lokal hingga aparat sipil bersekongkol mengelola sampah secara liar.
00:05Mereka yang terlibat saling tahu dan mengambil keuntungan dari praktik ini.
00:10Persekongkolan ini bahkan diduga melibatkan warga,
00:13pengendia jasa pengakut sampah, hingga oknum pejabat daerah.
00:18Kami akan bahas terkait pengelolaan sampah liar ini
00:20yang didukung dengan penelusuran tim investigasi Harian Kompas
00:24serta dampaknya bagi lingkungan
00:27bersama dengan sejumlah narasumber saudara yang ada di studio
00:29ada Mas Galuh Bimantara, wartawan investigasi dan jurnalisme data Harian Kompas.
00:34Selamat pagi Mas Galuh.
00:36Selamat pagi Mas Ibrey.
00:37Dan hadir juga melalui sambungan daring saudara Zensi Sohadi,
00:40Direktur Eksekutif Nasional Walhi.
00:42Selamat pagi Mas Zensi.
00:45Selamat pagi Mas.
00:47Baik, saya ke Mas Galuh dulu nih yang punya liputan ya nih Mas.
00:50Ini kan menarik sekali, saya lihat di dua edisi Harian Kompas terakhir di hari Rabu
00:54dan juga kami sini fokusnya terkait dengan pengelolaan sampah liar.
00:58Ini apa temuan yang paling mencengangkan yang Mas Galuh temukan dari pengelolaan sampah liar ini?
01:05Di mana dan ada berapa sih jumlahnya?
01:08Baik, Mas Brey.
01:09Jadi kami melakukan liputan ini landasannya karena dari data Kementerian Lingkungan Hidup,
01:16itu kan di 2023 56,63 juta ton timbulan sampah secara nasional,
01:2560,99 persen itu tidak terkelola.
01:2839,14 persennya itu sekitar 22,17 juta ton itu terbuang ke lingkungan.
01:35Salah satu yang terbuang ke lingkungan itu ke pembuangan liar atau ke penampungan liar.
01:41Nah, yang kami telusuri di sini adalah dari hulu ke hilirnya.
01:46Yang menurut kami menarik adalah dari hulunya ini adalah dari sektor swasta.
01:52Jadi ini yang kami potret di sini, sampah dari sektor swasta itu bisa bocor ke penampungan liar.
02:00Dengan berbagai macam persekongkolan lah ya.
02:06Lokasinya yang kami bisa potret itu antara lain di Kabupaten Bekasi.
02:11Lalu kami juga melihat X tempat penampungan liar itu di Depok untuk bisa melihat bagaimana polanya, kemiripan polanya.
02:21Dan juga kita kemarin sambil melihat juga yang di Kabupaten Bogor itu dirumpin.
02:29Itu ada kaitannya dengan kasus korupsi yang menjarat dinas lingkungan hidup di Tangerang Selatan.
02:34Oke, tapi mainly mungkin kalau kita bisa lihat di sini yang paling banyak memang kalau Anda tulis di Harian Kopas ini di Kabupaten Bekasi ya?
02:46Main di Kabupaten Bekasi.
02:47Nah, itu lokasi-lokasi yang dijadikan tempat penampungan liar itu memang berdekatankah dengan yang resmi gitu mas?
02:53Betul. Jadi kalau yang di Kabupaten Bekasi itu bersisian dengan TPST Bantar Gebang.
03:03Tempat pengelolaan sampah terpadu yang dikelola oleh DKI Jakarta.
03:08Lokasinya itu kan di Kota Bekasi.
03:10Tapi lahan yang menjadi tempat penampungan liar itu di Kabupaten Bekasi bersisian.
03:15Dan pola semacam itu juga bisa terlihat di tempat pemeriksaan akhir Jatiwaringin.
03:23Itu yang untuk di Kabupaten Tangerang.
03:25Di sekitarnya juga kami melihat pola yang mirip-mirip ada tempat penampungan sampah liar di situ.
03:31Oke, oke.
03:32Nah, yang Anda temukan yang kemarin Anda investigasi,
03:36apa yang Anda perhatikan?
03:38Misalnya ternyata, oh ini datangnya sampahnya dari misalnya ada dari mall.
03:43Oh, kemudian ternyata pemilik lahannya juga meraup keuntungan di sana
03:47dengan cara mengolah sampahnya, memilih-milih sampahnya.
03:51Bagaimana temuan Anda di sana, Mas?
03:52Berdasarkan interaksi kami dengan pemilik lahan penampungan sampah liar tersebut,
03:58dia mengakui bahwa 90% sampah yang masuk ke tempatnya itu dari Jakarta.
04:03Itu yang di Kabupaten Bekasi ya.
04:06Yang di sisi TPST Bantar Gebang, itu 90% dari Jakarta.
04:11Antara lain dari mana?
04:13Kebanyakan dari sektor swasta.
04:15Misalnya dari pusat perbelanjaan, dari hotel, restoran, dan juga misalnya apartemen, perkantoran, seperti itu.
04:24Ya, ini yang mungkin membuat kita prihatin ya, karena kan sektor swasta ini kan sangat diatur.
04:31Dan seharusnya mungkin bisa lebih unggul lah daripada kita-kita yang misalnya di rumah tangga gitu ya.
04:39Karena kan mereka punya sumber daya untuk bisa mengurus sampahnya secara benar.
04:44Ya, itu memang selama ini sih dari sektor swastanya, dari temuan kami,
04:52sebenarnya mereka sudah melakukan itu dengan bekerjasama dengan penyedia jasa angkutan sampah resmi.
04:57Tapi mulai dari penyedia jasa angkutan sampah resminya ini yang diduga mulai ada permainan.
05:04Sehingga bisa membocorkan sampah sektor swasta ini ke penampungan sampah liar.
05:08Oke, permainannya seperti yang mau.
05:09Ini kan karena tadi perusahaan yang mengeluas sampah ini kan resmi gitu ya.
05:13Bagaimana kemudian sampah-sampah yang seharusnya masuk ke TPS ataupun TPA yang resmi,
05:19kemudian kok bisa nyebar ke TPS-TPS liar gitu?
05:22Berdasarkan penelusuran kami, polanya itu seperti ini.
05:28Dari sektor swasta, pengelola gedungnya itu menjalin kerjasama kontrak resmi
05:33dengan penyedia jasa angkutan sampah resmi.
05:37Bagaimana kita bisa tahu bahwa itu penyedia jasa angkutan sampah resmi,
05:41itu berdasarkan data di situs Dinas Lingkungan Hidup di KI Jakarta.
05:46Terdaftar mereka?
05:46Terdaftar.
05:47Kemudian secara diam-diam mereka menggunakan truk yang tidak berizin,
05:53truk sampah tidak berizin.
05:56Bisa jadi punya mereka, bisa jadi mereka subkontraktor
05:59ke pengusaha truk liar atau pengusaha truk yang tidak terdaftar.
06:05Dari truk yang tidak terdaftar itu,
06:07sampah kemudian mengalir ke tempat penampungan liar.
06:11Begitu.
06:11Oke, jadi memang resmi orangnya, resmi perusahaannya,
06:15tapi praktiknya yang kemudian nakal gitu ya.
06:18Praktiknya nakal, betul.
06:19Oke.
06:19Saya ke Mas Zensi.
06:21Mas Zensi, kalau Anda melihat bagaimana selama ini pengelolaan sampah
06:25yang ada di, khususnya misalnya di Jakarta gitu ya,
06:28ini kan kemudian ditemukan oleh Mas Galuh bahwa ada permainan di sini,
06:35ada sampah-sampah yang seharusnya masuk ke TPS resmi,
06:38tapi justru ke TPS-TPS liar.
06:40Anda melihatnya sejauh ini bagaimana?
06:42Ini apakah ketidakmampuan dari pemerintah untuk mengolah sampah secara baik,
06:48kemudian bisa muncul mereka-mereka yang secara tanda kutip ini mengolah secara liar,
06:52atau seperti apa, Mas Zensi?
06:55Iya, kalau dibilang ketidakmampuan,
06:59seperti Jakarta itu kan HPBD-nya paling besar se-Indonesia.
07:03Artinya bukan karena ketidakmampuan,
07:07tapi karena ketidak bertanggung jawaban pemerintah atas kewajibannya.
07:17Nah, bisa berkembang praktik seperti ini,
07:21itu karena di hulunya itu tidak selesai.
07:27Seperti sampah dari pemukiman,
07:31itu walaupun kita di rumah, kita pisahkan sampah kita organik,
07:37anorganik, timbal, metal, begitu,
07:42dimasuk ke truk sampahnya,
07:45masuk ke, dicampur lagi dia.
07:48Nah, ini yang memberikan celah,
07:51orang melihat sisi ekonominya dari sampah.
07:56Nah, tetapi orang ketika melihat sisi ekonominya
08:00dalam praktiknya transporter ya,
08:03pengangkutnya atau penampung di tempat liarnya,
08:08ini mereka tidak melihat resiko besar dari
08:11pengelolaan yang ilegal begini.
08:16Karena sampah ini kan bukan hanya sampah makanan,
08:21dia sampah dari banyak sekali bentuk aktivitas orang,
08:25baik di rumah, di apartemen, di hotel, di mall, dan lain-lain,
08:30yang dia menjadi media pembawa
08:34senyawa kimia yang berbahaya,
08:39bisa jadi penyakit menular,
08:41dan seterusnya seperti alat kontrasepsi,
08:43dan lain-lain.
08:45Ini seharusnya dihitung,
08:49dilihat, bahwasannya konsekuensi
08:52kesehatannya
08:54sebenarnya jauh lebih besar
08:56kepada orang lain ketimbang
08:58keuntungannya mereka terima.
09:01Dan kedua, saya melihat
09:03penegakan hukum
09:05di negara kita ini sangat lemah, mas.
09:09Tadi saya mendengarkan ya,
09:13bagaimana modus operandi yang dijalankan dalam pengelolaan ilegal ini,
09:18ini kok sama persis dengan temuan kami terhadap
09:23praktik kejahatan dalam
09:26limba B3.
09:28Nah, dalam limba B3 serupa.
09:31Perusahaan-perusahaan transporter
09:32yang seharusnya membawa
09:35limba B3,
09:38bahan beracun berbahaya dari
09:40perusahaan-perusahaan,
09:42atau dari biaya cukai,
09:44itu justru tidak dibawa ke perusahaan pemusnah.
09:48Dia,
09:49mereka mencari tanah-tanah kosong,
09:52seperti di Tanggrang,
09:54terus kalau limpahnya cair,
09:56atau limpahnya apu padat,
09:58itu dikubur di Tanggrang,
09:59atau dibuang ke sungai.
10:02Terus kalau
10:02limba B3-nya itu
10:04makanan,
10:06kalau dari biaya cukai itu
10:07beras
10:08impor,
10:10stok beras impor
10:11yang kadaluarsa,
10:12atau dari
10:12perusahaan-perusahaan
10:15retail
10:15bahan makanan,
10:17itu dibawa,
10:19terus dikemas ulang,
10:20itu yang dijual ulang
10:22di
10:22kota-kota besar.
10:24Nah,
10:25ini mengerikan.
10:27Kita dulu pernah melaporkan ini
10:28ke Kementerian Lingkungan Hidup.
10:31Pendegangan hukumnya
10:32nggak ada.
10:34Kemarin saya
10:35baru pulang dari
10:36daerah Tanggrang.
10:38Perusahaannya masih
10:38beroperasi.
10:40Nah,
10:42justru saya menemukan,
10:43menyaksikan hal yang baru lagi.
10:47Sampah-sampah B3 begini,
10:50dipakai
10:51untuk menguruh
10:53badan-badan air
10:55di Tanggrang.
10:58Saya terima kasih
10:59sekali teman-teman
11:01Kompas melakukan
11:02investigasi ini.
11:04Menurut saya,
11:06kejahatan yang dilakukan
11:08oleh pengelolaan sampah ini
11:09belum seberapa
11:11ketimbang kejahatan
11:12yang dilakukan oleh pemerintah.
11:14Yang digaji,
11:17dibayar,
11:17dipasilitasi dengan pajak,
11:19tetapi tidak bertanggung jawab
11:21dengan sampah
11:21sehingga kejahatan
11:22terjadi di Indonesia
11:24oleh para
11:26pengelola
11:27sampah ilegal ini.
11:30Kejahatan besar itu
11:31ada di pemerintah menurut saya.
11:32Oke.
11:34Kalau misalnya
11:34kita perhatikan
11:35Mas Zensi,
11:36ini kan ada temuan
11:37dari Mas Galuh
11:39bahwa
11:40TPS-TPS yang
11:41ada ini,
11:43yang liar-liar ini
11:43ada di sekitar
11:44TPS yang resmi.
11:46Sebenarnya kalau dari segi
11:48pengelolaan misalnya
11:50sama-sama numpuk
11:51di resminya juga
11:52numpuk sampai menggunung,
11:53yang liar juga
11:54sampai menggunung.
11:55Nah, ini dampak lingkungannya
11:56sebenarnya bedanya
11:57dengan yang resmi
11:59sama yang liar ini apa?
12:00Mas, mereka kan
12:00sama-sama numpuk di sana.
12:02Kemudian kalau kita lihat
12:03selama ini juga
12:04pengelolaannya juga
12:05kita lihat ya beda tipis lah.
12:06Tidak terlalu berbeda
12:08antara yang liar
12:09sama yang resmi.
12:10Kerugian lingkungan apa
12:11yang kemudian ditimbulkan
12:12dari TPS yang tidak resmi ini?
12:13Selain mungkin
12:14yang ditimbulkan juga
12:15oleh yang resmi, Mas?
12:19Ya,
12:19kerusakan lingkungan itu
12:21ada dua bentuk.
12:22Yang pertama,
12:23secara langsung
12:24kepada masyarakat sekitar
12:26melalui penyebaran
12:28di udara
12:29dan air tanah.
12:32Yang kedua,
12:33dia dampak
12:35tidak langsung
12:36itu karena
12:37biasanya tempat-tempat
12:39penimbunan
12:41ataupun penampungan
12:42sampah begini
12:43karena ada sampah organiknya
12:45dia menjadi
12:46media
12:47perkembang biakan
12:48jenis-jenis
12:50serangga tertentu
12:51seperti lalat
12:52dan seterusnya
12:53yang
12:54menjadi
12:55pembawa
12:57penyakit
13:02penyakit bakteri
13:04virus dan lain-lain
13:06ke
13:06wilayah yang lebih luas.
13:11Nah,
13:11saya ngeri dan
13:12prihatin sekali
13:14dengan pemerintah
13:15kenapa
13:15tidak peduli
13:16dengan hal yang begini.
13:18Kami
13:18dari tahun
13:19awal
13:202000-an itu
13:21berapa kali
13:23menanganin
13:23kasus-kasus
13:24sampai
13:25seperti dulu
13:26Bantar Gebang
13:26tahun lalu
13:27itu
13:28praktik yang
13:30serupa
13:30di
13:31daerah Depok
13:32ini dibiarkan
13:34saja oleh
13:35pemerintah.
13:36Menurut saya
13:36tidak mungkin
13:37ini tidak
13:38diketahui.
13:39Oke,
13:40saya mau ke
13:41Mas Galuh lagi.
13:42Mas Galuh,
13:43ini kan
13:44tadi Mas Zensi
13:45bilang bahwa
13:46ini masalahnya
13:46sudah dari hulu
13:47dari yang
13:48pembuang sampahnya
13:49entah dari rumah tangga
13:50sektor swasta
13:51ini kan
13:52dari hulunya
13:53kemudian
13:54ke tengah
13:54sampai ke hilir
13:55itu ada masalahnya
13:56dan masalahnya
13:57sebenarnya kan
13:58ujung-ujungnya
13:58ini duit
13:59karena kan
13:59perputaran uang
14:00di sana
14:01sangat besar
14:01ini dari
14:02pihak swastanya
14:03juga untung
14:04karena mereka
14:05pay less
14:06membayar lebih rendah
14:07untuk bisa
14:08sampahnya hilang
14:09dari tempat
14:10susah mereka
14:11kemudian
14:11tempat yang
14:13pemiliklahannya
14:13juga dapat duit
14:14karena orang-orang
14:15di sana
14:15bisa ngambil
14:17sampahnya
14:17kemudian dijual
14:18pemulunya juga
14:19dapat duit
14:19di sana
14:20ini
14:20Anda melihatnya
14:22fenomena yang Anda
14:22temukan seperti apa
14:23kalau di lapangan Mas?
14:24baik
14:25kalau di kami
14:26sorotan kami kan
14:28itu sampah dari
14:29sektor swasta
14:30di sini itu
14:32mungkin kita
14:34misalnya perlu
14:35melihat di hulu
14:36dan hilirnya
14:37masalahnya
14:37di hulu
14:38di sektor swasta
14:40itu
14:40pastikan
14:41yang bermain itu
14:43atau yang
14:44mungkin jadi
14:45faktor pertimbangan utama
14:46itu kan
14:47kos
14:48ongkos
14:49biaya
14:50artinya
14:51ada mekanisme
14:52pasar
14:52untuk memilih
14:54vendor
14:54pengangkutan sampah
14:55dengan demikian
14:58kan
14:58pasti mereka
14:59mencari
14:59siapa yang bisa
15:00menawarkan dengan
15:00harga paling murah
15:01sehingga
15:02di situ
15:03menimbulkan
15:03persaingan
15:04yang membuat
15:05vendor sampah ini
15:06putar otak
15:08agar
15:09mereka dengan
15:10menawarkan jasa
15:11seminim mungkin
15:12harganya
15:12mereka tetap
15:13bisa dapat margin
15:14akhirnya
15:15apa jalannya
15:16lewat pengelolaan
15:17sampah secara
15:18ilegal
15:19kenapa seperti itu
15:20di hilir
15:21kalau untuk
15:22kasus di Jakarta
15:23Jakarta itu kan
15:24ya TPST
15:25Bantar Gebang itu
15:26lumayan lah ya
15:27untuk pengelolaan
15:28sampahnya
15:28tapi disana kan
15:30pasti ada biaya
15:30untuk sektor swasta
15:32berdasarkan
15:32interaksi kami
15:34dengan
15:35pengusaha
15:36persampahan
15:37baik yang resmi
15:38maupun tidak resmi
15:38satu ton itu
15:39sekitar 250 ribu
15:41satu tonnya
15:42nah
15:43dalam
15:44temuan kami
15:45misalnya
15:46dari
15:46mal di
15:47salah satu
15:48lokasi di Jakarta Selatan
15:50itu
15:51pengangkutnya
15:54dikasih oleh
15:56vendor resmi itu
15:5730 juta
15:58dihitung-hitung lah
15:59misalnya
16:00oleh
16:00salah satu
16:02pengusaha truk liar
16:03yang kami temui
16:03kalau misalnya
16:05dalam semalam
16:05mereka mengangkut
16:07sekitar 2 ton
16:08dengan 30 juta
16:092 ton
16:11kali 250 ribu
16:12itu kan
16:12udah 1 juta
16:13satu harinya
16:14satu malamnya
16:15artinya
16:15kalau misalnya
16:16mereka setiap hari
16:17harus membersihkan
16:18sampah di mal tersebut
16:1930 juta
16:20udah habis
16:20buat retribusi
16:21ke DKI Jakarta
16:22gimana bisa
16:22dapat untung
16:23akhirnya
16:24dengan cara
16:25demikian lah
16:26proses
16:27kejahatan ini
16:28bisa terjadi
16:28mengapa ini kita
16:29sebut kejahatan
16:30karena terbukti
16:31lewat
16:31proses pidana
16:32oleh
16:33kementerian lingkungan hidup
16:34ada
16:35pengelola
16:36tempat penampungan
16:37sampah liar
16:37yang dipidana
16:38penjara
16:38sampai 5 tahun
16:39oke
16:41jadi
16:41kemudian mereka
16:43bagaimana
16:44caranya bisa
16:44menekan kos
16:45serendah mungkin
16:46kemudian mereka putar otak
16:47daripada buang ke tempat
16:49yang resmi
16:49kemudian berretribusi
16:50mereka buang ke tempat-tempat liar
16:52dan tempat-tempat liar ini pun
16:53juga ngambil untung
16:54sebenarnya
16:54mereka juga untung
16:55mereka dapat sampah
16:56sampah-sampah yang ada
16:57nilainya disitu
16:58nah ini kemudian
16:59Anda melihat
17:00ada juga gak nih
17:01lingkaran setan
17:02ekonomi
17:03yang akhirnya membuat
17:04fenomena ini ya
17:05tumbuh subur
17:06dan
17:06banyak yang untung
17:08yaudah gitu
17:08berjalan aja gitu mas
17:10itu sekali mas
17:10jadi
17:11ketika
17:12alur itu sudah terjadi
17:14sampah sampai ke tempat penampungan liar
17:17disitu masih bisa menimbulkan
17:19potensi ekonomi
17:20berdasarkan temuan kami
17:22pemilik lahan
17:24tempat penampungan sampah liar itu
17:25bisa dapat
17:27pendapatan kotor itu
17:28500 juta dalam sebulan
17:30dari mengelola lahan
17:31sekitar 2 hektare
17:32dan juga
17:34mendapatkan
17:35itu cara mendapatkannya
17:36terutama menurut dia adalah
17:37karena bisa
17:38mengelola sampah-sampah
17:39bernilai ekonomi
17:40bagaimana dengan
17:42sampah yang tidak
17:42bernilai ekonomi
17:43residunya
17:44sampah organik
17:46yang sudah terbawa
17:47ya akhirnya menumpuk
17:48di lahan dia
17:49dan itu berdasarkan
17:50penelusuran kami
17:51sangat terlihat ya
17:52ketika kami naik
17:53ke tumpukan sampah itu
17:54begitu empuk
17:56kaki bisa masuk ke dalam
17:58dan
17:59kotoran-kotorannya
18:00bisa ikut ke
18:01ke sepatu
18:02saya tidak perlu
18:03menjelaskan lebih lanjut
18:04nanti
18:04mengganggu
18:05pemirsa ya
18:06oke oke
18:08tapi kalau
18:08ketika Anda
18:09kesana langsung gitu ya
18:11langsung ke tempat
18:12yang menginjak
18:13langsung sampahnya
18:14mungkin juga bertemu
18:14dengan warga sekitar
18:15bagaimana sih mas
18:16tanggapan warga sekitar
18:17yang mungkin
18:18ada disana
18:19apakah justru
18:20banyak dari mereka
18:21yang terganggu
18:23atau malah
18:23ada yang join gitu ya
18:25karena mereka juga
18:26warga sana
18:27oh ini sekalian mulung disana deh
18:28sekalian dapat
18:28nonton disana
18:29seperti apa teman Anda
18:30betul
18:30ada dua ya
18:31ada yang
18:32menjadi bergantung
18:34dengan situasi itu
18:35karena mereka
18:36bisa mendapatkan
18:37pemasukan bagi keluarga
18:39dan tentu saja
18:40pasti ada yang terganggu
18:41yang bergantung ini
18:43bisa dari warga setempat
18:44atau warga dari luar
18:46yang kemudian
18:48diajak oleh
18:49bos-bos sampah
18:50bos sampah itu bisa
18:51dari beberapa level ya
18:52ada yang pelapak
18:54yang menerima sampah
18:55dari pemulung
18:55lalu ada yang pengepul
18:57pengepul itu misalnya
18:58yang pemilik lahan
18:59TPS liar itu juga
19:00itu bisa jadi pengepul
19:01nah dari pemulung ini
19:03mengapa mereka
19:04kemudian merasa
19:06ikut terganggu
19:07ketika penampungan
19:09sampah liar itu
19:10misalnya ditutup
19:11contoh wawancara kami
19:14dengan pemulung
19:16yang pernah
19:16bekerja di
19:18X tempat penampungan
19:19sampah liar di Depok
19:20ya
19:21hanya itu yang bisa
19:23dia lakukan
19:24untuk keluarganya
19:25dan
19:26dia sudah
19:27telanjur
19:28terhimpit
19:29tabungan gak ada
19:30untuk bisa menyambung hidup
19:31bahkan
19:32mungkin
19:33harus ditopang
19:35dengan utang
19:35nah
19:37bos
19:38bos
19:39lapak
19:40sampah itu
19:41bisa mengikat
19:42kesetiaan pemulung
19:43dengan misalnya
19:44kasih pinjaman
19:45kasih pinjaman
19:45dengan ringan
19:46nanti dibayar ketika
19:47penimbangan sampahnya
19:48lalu bisa menyediakan
19:50bedeng
19:51untuk tempat mereka
19:52untuk bisa
19:54berteduh
19:55untuk bisa tinggal
19:56di dekat
19:56tempat penampungan sampah
19:57sehingga tidak perlu
19:58keluar ongkos
19:59transportasi
20:00untuk ke situ
20:00itu cara mengikat
20:02pemulungnya
20:03tapi di sisi lain
20:04pasti ada yang terganggu
20:05contohnya
20:06warga di
20:07kota Bekasi
20:08menyampaikan
20:09air dari
20:11sampah liar itu
20:12masuk ke rumahnya dia
20:13kuah sampah
20:13kalau orang-orang bilang
20:14kuah sampah
20:15yang bau itu
20:17kalau misalnya
20:18kita di jalan itu
20:19udah berasa baunya
20:20itu bisa sampai
20:21masuk ke rumahnya
20:22karena hujan
20:23karena jarak
20:24penampungan sampah liar itu
20:26hanya sekitar
20:265 meter
20:27sekarang ya
20:28dari rumahnya dia
20:29dan
20:30dan jalan yang tersisa
20:32untuk dilewati kendaraan
20:33cuma untuk satu arah
20:34sekarang jadinya
20:35ya itu tadi mungkin
20:36seperti yang sudah
20:38disampaikan
20:39memang
20:40pemerintah dan pemerintah daerah
20:42ini juga punya andil
20:43langsung dan tidak langsung
20:44gitu kan
20:45dalam wawancara kami
20:46dengan pemerintah
20:47di
20:47perwakilan pemerintah daerah
20:49di kota Bekasi
20:50ya alasannya
20:51itu
20:52yang bikin
20:54dapur masyarakat
20:55ngebul
20:55nah
20:55ini nih masalahnya ya
20:57kita harus menjaga harmoni
20:58dengan warga di situ
20:59ketika
20:59ketika kami tanya soal
21:01bagaimana nih
21:02ada tempat penampungan
21:03sampah liar
21:03tapi dekat dengan
21:04tempat penampungan
21:05sampah yang resmi
21:06tempat pemerintah
21:07akhir sampah gitu
21:08oke
21:08saya ke mas Densi
21:09mas Densi
21:10ini kita lihat
21:11disini
21:11uang berputar
21:13disana begitu besar
21:14kepentingannya
21:15tidak hanya
21:16yang di atas
21:17sektor swasta untung
21:19pemilik lahan untung
21:20pengelola
21:21sampah untung
21:22masyarakat disana
21:22juga ada yang
21:23dapat manfaatnya gitu ya
21:24mereka punya mata pencaharian
21:26disana
21:26bahkan
21:27ada nih
21:28kalau saya baca dari
21:29temuan mas Galuh juga
21:30bahwa
21:31ada sampah-sampah
21:32dari permukiman
21:33yang tidak terangkut
21:34secara resmi
21:35akhirnya mereka terbantu
21:36karena
21:37sampah-sampah mereka
21:38terangkut oleh yang tidak resmi ini
21:39karena mungkin dari pemerintah
21:41terbatas
21:42hanya di perumahan-perumahan saja
21:43anda melihatnya
21:44seperti apa mas
21:45disini
21:45di satu sisi ada keuntungannya
21:46disisi lain juga ada
21:47kerugian dampak lingkungannya
21:48ya tapi yang pertama
21:52ya menurut saya
21:54keliru
21:55cara pikirnya
21:56pemerintah
21:59ya kalaupun
22:00mau menumbuhkan
22:01ekonomi
22:02jangan
22:03ekonominya itu
22:04tumbuh
22:05karena ketidak bertanggung jawaban
22:06pemerintah itu sendiri
22:08gitu
22:08jangan sampai
22:11pemerintah
22:13membiarkan
22:14suatu kejahatan
22:15karena
22:15pemerintah itu sendiri
22:17tidak mau menjalankan
22:18kewajibannya
22:19ini kejahatan juga
22:21dilakukan pemerintah
22:22dengan
22:22dengan begini
22:24nah tanggung jawab
22:25pemerintah itu kan
22:26karena tadi seperti
22:27sampai mas galang ya
22:29justru
22:31kejahatan-kejahatan
22:32itu dimulai
22:33dari pihak ketiga
22:35yang diberi izin
22:36oleh pemerintah
22:37nah ini sebenarnya
22:40kan ada
22:41instrumen
22:41pemerintah itu
22:43untuk
22:44menyelesaikannya
22:45dengan
22:46memberikan
22:50sanksi
22:51pendekatan hukum
22:51kepada
22:52pemegang-pemegang izin ini
22:54seperti
22:54perhotelan
22:55mal dan
22:56apartemen
22:57dimulai dari sana
22:59proses penyelesaian
23:00yang kedua
23:01memang benar
23:03bahwasannya
23:04sampah itu
23:05masih mempunyai
23:06nilai ekonomi
23:07yang
23:07yang tinggi
23:08nah
23:09kalaupun
23:10sampah itu
23:11mau didorong
23:11untuk menjadi sumber
23:13ekonomi bagi masyarakat
23:15mari dibuat
23:18dia manusiawi
23:20manusiawi terhadap
23:22pelaku ekonominya
23:24manusiawi terhadap
23:25lingkungannya
23:26dan ekologis
23:28dia tidak memberikan
23:30dampak
23:30jangka panjang
23:32yang lebih luas
23:33kepada
23:33lingkungan
23:36tidak sedikit juga
23:37anggota kita
23:38di daerah
23:38di Jawa Barat
23:39di Bangka Belitung
23:40itu yang
23:41melakukan
23:43pengelolaan sampah
23:44tetapi pengelolaan sampah
23:45itu dilakukan dengan
23:46manusiawi
23:47dan
23:48memperhatikan
23:49lingkungan
23:50oke
23:53jadi ekonomi
23:54yang harus
23:55dibangkitkan
23:56tapi juga dengan
23:57cara yang
23:58bertanggung jawab
23:59gitu ya
23:59mas Insya
24:00kemudian saya ke
24:01mas Galuh lagi
24:02mas Galuh
24:02ada juga nih kan
24:03yang temuan Anda
24:04yang menarik bahwa
24:05ada keterlibatan
24:06aparat
24:07kemudian
24:08elit lokal
24:09gitu ya
24:10bahkan ada yang disebut juga
24:11wartawan
24:12disana bermain
24:13gitu ya
24:13ada Ormas juga
24:14ataupun LSM
24:15yang dimana mereka
24:16datang
24:17seperti kayak
24:19oh kamu nanti
24:20kalau tetap beroperasi
24:21saya laporkan
24:22dikasih duit
24:23diem
24:23nah
24:24apa temuan
24:25mas Galuh
24:27dari yang tadi
24:28saya sebutkan
24:28ya itu berdasarkan
24:29wawancara kami
24:30dengan
24:31salah satu
24:32pemilik lahan
24:33penampungan sampah liar
24:34yang lain ya
24:35masih di Kabupaten
24:36terima kasih
24:36ya itu
24:39cara untuk bisa
24:41dia tetap
24:43mempertahankan
24:43bisnisnya
24:44nah
24:45dia
24:46seperti yang
24:47di dekat
24:48Bantar Gebang itu
24:48mengaku
24:49rata-rata pendapatan
24:50sebulan
24:51500 juta
24:51tapi
24:53keuntungan yang bisa
24:55dia nikmati
24:56hanya
24:56175 juta
24:58sampai 200 juta
24:59lah
24:59dari
24:59500 juta tersebut
25:00sisanya itu
25:03buat apa
25:03antara lain
25:04untuk
25:05menyawer
25:06menyawer
25:07ya kita sebut
25:09misalnya
25:10ikut kata penegak hukum
25:11oknum ya
25:12oknum
25:13dari
25:14pemerintah
25:16daerahnya
25:17atau
25:18dari
25:19wartawan
25:20kemudian
25:22yang mengaku-ngaku
25:24sebagai anggota
25:24organisasi masyarakat
25:26gitu
25:26supaya apa
25:27ya supaya
25:28gak diganggu
25:28dan
25:30dengan cara demikian
25:33dia bisa
25:34berusaha
25:35dari sekitar
25:36tahun 2006 lah
25:37sampai kemudian
25:38akhirnya
25:38di
25:39grebek
25:40di tahun
25:412022
25:42itu
25:43dia marah sekali
25:44selama ini
25:46dia sudah berusaha
25:47menyenangkan mereka
25:48diantara mereka
25:49ada yang ikut
25:50datang
25:51untuk bisa menyegel
25:52tempatnya dia
25:53ya
25:54itu
25:55bagi dia
25:56tidak adil
25:56walaupun ya
25:57tetap saja
25:58perbuatan dia itu
25:59sebuah kejahatan
26:00cuman dari sini
26:01kita bisa melihat
26:02bahwa
26:03tanggung jawabnya
26:05ini bukan
26:05cuman oleh pelakunya
26:06tapi
26:07harus ada tanggung jawab
26:09juga dari
26:09otoritas
26:10karena apa
26:12dalam perbincangan kami
26:14dia mengaku siap
26:15kalau misalnya
26:16dibina
26:17untuk
26:18menjadi
26:19pengusaha
26:19sampah yang resmi
26:20entah caranya
26:21dengan
26:22mendirikan
26:23bank sampah
26:23atau tempat
26:25penampungan sampah
26:26yang menjalankan
26:273R
26:28pengurangan sampah
26:29pendahuran ulang
26:31sampah
26:31penggunaan kembali
26:32sampah
26:32dan
26:34itu dia sudah
26:36mengajukan
26:36dia siap
26:37kalau misalnya
26:38membutuhkan biaya
26:38tapi entah kenapa
26:40terus-terus
26:41diulur
26:42kami konfirmasi
26:44semakin lama
26:46semakin banyak uang
26:47yang masuk
26:47kami tidak tahu
26:49masalahnya apa
26:50di sisi itunya
26:51cuman
26:52ketika kami
26:53coba konfirmasi
26:54ke pemerintah
26:54Kabupaten Bekasi
26:55tetap jawabannya
26:57bahwa
26:57tidak ada biaya
26:58kalau misalnya
26:59mau mengurus
26:59perizinan
27:00untuk punya usaha
27:01pengelolaan sampah
27:02dan bisa selesai
27:03dalam 14 hari
27:04agak berbeda
27:07antara yang disampaikan
27:08oleh otoritas
27:09dan yang dialami
27:10di lapangan
27:11oke oke
27:11tapi ada juga
27:12yang saya baca juga mas
27:13katanya mereka
27:14harus bayar retribusi
27:153 juta per
27:17bulan
27:18kalau tidak salah ya
27:19itu mereka bilang
27:19itu resmi gitu ya
27:20ada suratnya
27:21ada segala macam
27:22itu seperti apa
27:22sebenarnya temuan mas Galuh
27:24temuan kami
27:24kalau kita melihat
27:26dari sisi lokasi ya
27:27sisi lokasi
27:29tempat penambungan sampahnya
27:30itu benar-benar
27:31di tepi sungai
27:32di tepi Kali Bekasi
27:33tentu
27:35tidak boleh ya
27:36karena itu kan
27:37pasti bisa
27:37berdampak ke lingkungan
27:38ketika kami
27:39kami konfirmasi
27:40ke pemerintah
27:41Kabupaten Bekasi
27:42mereka mengonfirmasi
27:43bahwa memang itu
27:44areanya liar
27:45dan juga
27:46itu
27:47sudah pernah
27:49dikenai sanksi
27:49karena
27:51perbuatan
27:53mencemari lingkungan
27:54tapi anehnya
27:56ada
27:58retribusi
27:59yang ditarik oleh
28:00pemerintah
28:01Kabupaten Bekasi
28:01dari hasil
28:03mengangkut
28:04sampah residu
28:05pengelolaan
28:06sampah
28:06di tempat
28:07penampungan liar
28:08tersebut
28:09anehnya adalah
28:10pemerintah Kabupaten
28:12sudah tahu bahwa
28:13itu adalah tempat
28:14penampungan liar
28:15tapi
28:16tetap melayani
28:17ketika dari sana
28:19ada sampah yang
28:20sudah tidak bisa
28:20diolah lagi
28:21sudah tidak bernilai
28:22untuk dibawa ke
28:23tempat
28:23pemerintah
28:24resmi
28:25seharusnya kan
28:26dibina dulu
28:27supaya ini benar
28:28baru
28:29retribusi
28:29oke lah
28:30ditarik
28:30karena
28:30ada proses
28:32pengangkutan sampah
28:33yang diakui oleh
28:34Pemkap
28:34itu sesuai dengan
28:35regulasi
28:36oke ini ada keanehan
28:38ya disana ya
28:38ini kok
28:39tidak dibenerin dulu
28:40yang
28:40ya istilahnya
28:42seharusnya
28:42akar masalahnya
28:44dulu diselesaikan
28:45baru kemudian
28:46tarik retribusi
28:47gitu ya
28:47baik saya ke
28:48Mas Zensi
28:49tadi kan ada
28:50pernyataan juga
28:51yang disampaikan Mas Galuh
28:52bahwa
28:52pengelola
28:53sampah liar ini
28:55kemudian
28:55bersedia kok
28:56kalau mereka
28:57kemudian dibina
28:58dan nantinya
28:59menjadi resmi
29:00apakah ini menjadi
29:01salah satu solusinya
29:02Mas Zensi
29:03di samping
29:04ketika kita
29:05secara resmi
29:06gitu ya
29:06pemerintah
29:07mungkin
29:07kewalahan
29:08dengan pengelolaan
29:09sampah
29:09khususnya di Jakarta
29:11iya
29:13sebenarnya kan
29:15orang-orang yang
29:16mau
29:16mengurusin
29:18sampah itu
29:19kan
29:19orang-orang yang
29:20mulia
29:21seterusnya
29:22tetapi
29:24saya melihat
29:25begini
29:26kadang
29:27kejahatan
29:29itu
29:29dibiarkan
29:30oleh
29:31pemerintah
29:32perilaku
29:34salah itu
29:35dibiarkan
29:36oleh
29:37penegak hukum
29:38karena
29:40dia menjadi
29:40ladang
29:41uang juga
29:41bagi otoritas
29:42dan
29:43hukum
29:44saya melihat
29:47praktek yang sama
29:48seperti
29:48ditambang
29:49di perkebunan
29:51dibiarkan
29:52tumbuh
29:53berkembang
29:54suatu kejahatan
29:55dia menjadi
29:56sumber pendapatan
29:59lain juga
30:00bagi
30:01otoritas
30:03nah
30:04ya
30:06saya setuju
30:07tadi dengan
30:08Mas Galang
30:09dan
30:09para pengelola-pengelola
30:12sampah
30:12ilegal ini
30:13sebenarnya
30:14kalau dibina
30:15mereka kan
30:16potensi
30:17yang besar
30:19bagi
30:19pemerintah
30:20yang kedua
30:21mereka tentu mau
30:22karena sudah tahu
30:23sumber ekonominya
30:24nah
30:25apa peran
30:25pemerintah
30:26selain membina
30:27dalam bentuk
30:28perizinan dan lain
30:29tata kelola
30:30sampah
30:31standar
30:31pengelolaan
30:32standar
30:33kesehatan
30:34itulah tugas
30:35dari
30:35pemerintah
30:37dan
30:38yang kedua
30:38kalau ini
30:40sudah dibina
30:41sudah
30:42didampingi
30:45tata kelolaan
30:46sudah bagus
30:47tugas
30:48pemerintah
30:48yang lain
30:49itu
30:49bagaimana
30:50memastikan
30:51yang
30:53hulunya
30:54ini juga
30:55tunduk
30:56kepada
30:56kepada hukum
30:57dan skema
30:58yang dibangun
30:58jangan sampai
31:00ini sudah
31:01dibina
31:02nanti
31:03yang hotel
31:04dan lain
31:05itu
31:06mendistribusikan
31:08sampahnya
31:08ke
31:08transporter
31:09yang lain
31:10ke pengelola
31:10yang lain
31:11menurut saya
31:15ini
31:16kementerian
31:17lingkungan hidup
31:18sudah
31:20harus
31:21serius
31:23menangani
31:26ini
31:26bersama
31:27polri
31:28satu
31:32sanksi
31:32itu
31:33jangan hanya
31:34diberikan
31:34kepada
31:35para pelaku ini
31:36para pelaku ini
31:38bisa jadi
31:38dia
31:39ilegal
31:41itu mungkin
31:42juga karena
31:43dia tidak bisa
31:43mendapatkan izin
31:44yang kedua
31:47para pelaku ini
31:49bisa mempunyai celah
31:51melakukan
31:52kejahatan ini
31:53karena memang
31:54pemerintah kita ini
31:55tidak punya skenario
31:56penanganan sampah
31:57dan sampah itu
31:59sesuatu yang diproduksi
32:00dengan pasti
32:01setiap hari
32:02nah
32:04menurut saya
32:06kalau ini
32:07tidak segera
32:08ditangani
32:09oleh
32:10pemerintah
32:10dalam
32:11proses yang
32:12struktural
32:13dalam
32:15kebijakannya
32:16dalam
32:17pengelolaannya
32:18tata kelolaannya
32:19kita
32:22sadar
32:24tidak sadar
32:25sebenarnya
32:26ada
32:26banyak kerugian
32:28yang menerpa
32:29rakyat
32:29menerpa lingkungan
32:30itu
32:31tampak terlihat
32:32akibat praktik ini
32:33dan
32:33sebenarnya
32:35pemerintah itu
32:35pihak yang dibayar
32:36dipasilitasi
32:38dengan mewah
32:38oleh negara
32:39untuk
32:40agar
32:41masalah ini
32:42tidak ada
32:42oke disini
32:43peran pemerintah
32:44sangat besar ya
32:44mas Jensi
32:45karena pertama
32:46pemerintah juga harus bisa
32:47mengelola sampah itu
32:48dengan baik terlebih dahulu
32:49kemudian
32:50kalau sudah bisa
32:51nih ternyata
32:51kemudian
32:52bagaimana
32:53menggandeng orang-orang
32:54yang ilegal
32:55dalam tanda kutip ini
32:56bisa menjadi partner
32:57untuk mereka
32:57baru nanti
32:58penegakan hukum
32:59ke para pembuang
33:00sampahnya
33:01yang juga
33:01kadang-kadang
33:02disini
33:02ingin mencari
33:03keuntungan
33:03sebesar-besarnya
33:04terima kasih
33:05mas Jensi
33:06Sohadi
33:06Direktur Eksekutif
33:07Nasional
33:08Walhi
33:08dan juga
33:09mas Galuh
33:10Bimantara
33:11wartawan
33:11investigasi
33:12Harian Kompas
33:13sudah bergabung
33:13bersama kami
33:14di Sampai Indonesia
33:15Pagi
33:16semoga
33:16masalah ini
33:17cepat selesai
33:17dan tentunya
33:18tidak hanya
33:18lingkungan kita
33:20yang terjaga
33:20tapi juga
33:21perputaran ekonomi
33:22masyarakat
33:23di sekitar
33:24juga bisa
33:25berjalan semestinya
33:26terima kasih
33:27Bapak-Bapak
33:27sudah bergabung
33:28bersama kami
33:28di Kompas
33:29terima kasih
Dianjurkan
1:45
|
Selanjutnya
4:24