MEDAN, KOMPAS.TV Pesawat penumpang milik Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SI-576 melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (17/6/2025), akibat dugaan ancaman bom.
Informasi awal menyebutkan bahwa pesawat yang terbang dari Jeddah menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, menerima pesan mencurigakan yang diduga sebagai ancaman bom saat sedang mengudara.
Seluruh penumpang telah dievakuasi dari pesawat tersebut.
Baca Juga Kronologi Pesawat Saudi Airlines Mendarat Darurat di Kualanamu karena Ancaman Bom di https://www.kompas.tv/nasional/600035/kronologi-pesawat-saudi-airlines-mendarat-darurat-di-kualanamu-karena-ancaman-bom
#bom #saudiair #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/600047/breaking-news-terima-ancaman-bom-pesawat-saudi-airlines-mendarat-darurat-di-kualanamu
00:00Ada informasi lain hari ini, kami mendapatkan informasi saudara yang terbaru bahwa pesawat penumpang milik Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SI-576
00:13mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu dari Serdang, Sumatera Utara pada selasa siang ataupun siang ini akibat dugaan adanya ancaman bom.
00:25Seluruh penumpang telah dievakuasi ke ruang tunggu internasional untuk memastikan keselamatan.
00:34Dan kami juga mendapatkan informasi awal, ini menyebutkan bahwa pesawat yang terbang dari Jeddah dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta-Tangerang, Banten
00:48menerima pesan mencurigakan yang diduga sebagai ancaman bom saat sudah mengudara.
00:57Pesawat mendarat sekitar pukul 10.55 waktu Indonesia Barat di Bandara Kuala Namu,
01:07di mana saat setelah pendaratan, seluruh penumpang langsung dikeluarkan dari pesawat dan diamankan di ruang tunggu internasional.
01:18Sementara itu, saudara dari tim penjinak bom dari BRIMOB dikerahkan untuk menyisir seluruh bagian pesawat
01:27guna memastikan tidak ada bahan peledak atau ancaman lain.
01:31Dan saat ini tim penjinak bom dari BRIMOB tengah bekerja untuk mengetahui dan juga menyisir apakah memang ancaman yang diberikan
01:44terhadap maskapai ini betul adanya sehingga bisa diantisipasi ketika memang ancaman itu telah diberikan terhadap maskapai
02:00ataupun pesawat Saudi Air Jeddah menuju ke Jakarta, tempatnya Bandara Soekarno-Hatta.
02:05Yang Anda saksikan saat ini, saudara merupakan visual dari pesawat Saudi Air dan juga pengamanan dari petugas.
02:19Kemudian juga ada tim BRIMOB yang tadi sudah diturunkan untuk menyisir ataupun mengantisipasi terkait dengan ancaman tersebut.
02:32Kita langsung terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Deddy Tarigan, di lokasi, tempatnya di Bandara Kuala Namu
02:42untuk mengetahui bagaimana dengan proses pendaratan yang dilakukan oleh pesawat SODR Jeddah, Jakarta
02:51setelah mendapatkan pesan ancaman terkait bom.
02:56Deddy, selamat siang.
02:58Selamat siang.
03:00Informasi terbaru dari sana seperti apa, Deddy?
03:02Ya, baik. Selamat siang, saudara.
03:06Saat ini saya sudah berada di lokasi Bandara Kuala Namu
03:10di mana dari informasi yang beredar dan yang kita dapatkan dan kita kumpulkan di lapangan
03:15bahwanya terjadi insiden adanya jugaan bom di dalam bawah pesawat yang terangkat dari negeri Arab Saudi.
03:25Dengan adanya informasi tersebut oleh pihak keamanan, kemudian dilakukan pendaratan darurat yang ada di Kuala Namu
03:32dan mengamankan sejumlah penumpang untuk dibawa ke bagian area terminal.
03:39Untuk saat ini, pesawat sementara dilendingkan jauh dari beberapa landasan yang ada di Bandara Kuala Namu
03:46yang adanya di tepian Bandara, tepatnya di sisi kiri di parkiran sebelah kiri dari Bandara Kuala Namu.
03:55Untuk saat ini, proses penjagaan sedang berlangsung untuk menjaga area yang berdekatan dengan area umum
04:02di mana tempat ini merupakan daerah parkiran.
04:06Jadi oleh pihak kepolisian untuk mengantifikasi apakah memang ada ledakan atau bagaimana nanti
04:11kemudian sudah dikurunkan oleh pihak poldat tim penjenak bom.
04:17Ya, Dirkopat.
04:19Jadi bisa diinformasikan, sebetulnya penumpang dari pesawat Saudi Air Jeddah ini
04:25merupakan penumpang dari Indonesia kah atau memang warga negara Saudi kah yang sedang ke Indonesia
04:32atau seperti apa kebanyakan?
04:34Ya, yang dari informasi yang kita dapat,
04:37di mana informasi yang masih seputaran dari grup itu sendiri,
04:43bahasanya ini penumpang merupakan dari penumpang haji.
04:49Jadi oleh pihak Bandara untuk sementara ini mereka diamankan terlebih dahulu.
04:57Jadi yang terdapat informasi masih yang seperti ini,
05:01bahasanya pesawat tersebut dilakukan proses evakuasi,
05:05kemudian diturunkan di dalam pesawat,
05:07kemudian dilakukan pengecekan oleh tim dihandak pihak poldat,
05:11dan ini merupakan rute Jeddah-Cemkaren.
05:15Oke, artinya ini penumpang pesawat Saudi Air Jeddah ini merupakan jemaah haji Indonesia
05:23yang telah pulang dari Saudi menuju ke Jakarta tempatnya.
05:26Seperti itu ya, Deddy?
05:29Ya, jadi yang terjadi saat ini adalah merupakan pendaratan darurat.
05:34Artinya sebenarnya tujuan dari pesawat tersebut adalah Jakarta melalui bandara yang ada di Jengkaren.
05:39Namun begitu untuk menganansifasi hal-hal yang tidak dimungkinkan,
05:44maka dilakukan pendaratan darurat, kemudian menghubungi pihak kepolisian,
05:48kemudian dilakukan pengecekan,
05:50sehingga nanti diberangkatkan kembali setelah dinyatakan aman.
05:54Kompat.
05:55Deddy, apakah sudah ada informasi sebetulnya berapa banyak penumpang dalam pesawat,
06:01dan diamankan di mana, dan seperti apa kondisinya?
06:04Ya, kalau untuk jumlahnya yang dapat, yang kami pegang saat ini masih sekitar ada 442,
06:13dan saat ini sudah diamankan di bagian kedatangan dari bandara internasional yang ada di bandara Kuala Nambu.
06:20442 itu penumpang atau bersama dengan flight attendant dan juga pilotnya?
06:29Ya, itu merupakan bagian keseluruhan yang merupakan yang ada di bagian, di dalam pesawat.
06:36Oke.
06:37Selain korban, saat ini juga BRIMOB tengah bekerja menyisir terkait dugaan ancaman bom tersebut.
06:43Yang Anda lihat saat ini di lokasi seperti apa?
06:46Apa yang bisa Anda gambarkan?
06:49Apa yang tengah dikerjakan oleh BRIMOB di sana?
06:53Baik, untuk saat ini, pihak polisian mencoba membuat situasi tidak terlalu mencolok dengan adanya situasi darurat seperti ini,
07:01dengan mengarahkan beberapa pengunjung yang ada di bandara,
07:06terutama yang memenuhi areal parkir yang berdekatan dengan pesawat tersebut.
07:09kemudian menjauhkan beberapa pihak yang memang tidak ada kepentingan di areal hampir radius sekitar 200 meter
07:16untuk tidak mendekat lebih jauh hingga proses pembersihan dan pengecekan yang ada di pesawat itu menjadi lebih baik.
07:24Selain itu juga arahan dari pihak pengamanan yang ada di bandara
07:27untuk secepatnya tidak mendekati lokasi yang memang saat ini memang pesawat tersebut masih didaratkan di pinggiran pasiran di bandara Kuala Nambu.
07:37Ya, Dedy, seperti yang Anda sebutkan tadi, saat BRIMOB bekerja dalam rangka untuk mengantisipasi
07:46terkait dengan dugaan ancaman bom di pesawat Saudi Air Jeddah Jakarta ini,
07:50Anda menyebutkan bahwa memang diperlukan steril begitu di sekitar lokasi di tempat pesawat terparkir begitu.
07:57Lalu apakah ini mengganggu penerbangan maskapai lainnya, Dedy?
08:00Ya, dari kita konfirmasi dari pihak bandara sendiri, proses yang keberangkatan dari yang ada di Terminal Kuala Nambu tidak terganggu.
08:11Karena siogianya, parkiran untuk pesawat haji terutama, bahkan untuk yang ke Sumatera Utara itu biasanya dipakirkan di bagian kargo.
08:20Begitu juga yang proses parkiran yang ada di bagian yang sedang tidak didaratkan ini,
08:27diletakkan juga di dekat bagian kargo yang memang untuk asrama, untuk calon jamaah haji dan jamaah haji yang telah melakukan ibadah.
08:36Nah, untuk proses keberangkatan biasa yang menuju ke internasional atau domestik,
08:41itu tidak terganggu sama sekali karena itu sangat jauh lokasinya dan sudah diamankan seluruh penumpang
08:48dengan cara mengangkut dengan mobil untuk diletakkan di bagian Terminal Kedatangan dari Bandara Kuala Nambu.
08:58Ya, artinya tadi seperti yang disebutkan, sebanyak 442 penumpang termasuk flight attendant dan pilotnya
09:04sudah ada di Terminal Kedatangan Bandara Kuala Nambu, seperti itu, Dedy?
09:08Ya, jadi saat ini proses itu sedang dilakukan upaya pendataan, kemudian pengamanan,
09:16dan juga istirahatkan talon penumpang untuk supaya tidak terlalu kuas-kuas dan bagaimana,
09:24dan juga diberikan juga kondisi supaya tetap tenang.
09:28Dan untuk kepastian keberangkatan, saat ini pun juga sedang kita kumpulkan informasi,
09:33belum ada kapan diberangkatkan, namun upaya itu dipastikan akan terus dilakukan,
09:38sehingga kepulangan Jemaah Aji itu nanti sesuai jadwal dan rute yang sudah disentuhkan,
09:43yaitu di Tertareng, Jakarta.
09:45Belum ada informasi terkait waktu keberangkatan, pukul berapa terhadap 400-an penumpang dari pesawat Saudi Air Jeddah,
09:54lalu apakah sudah ada informasi terkait dengan maskapainya?
09:58Apakah ketika memang akan diberangkatkan ke Jakarta menggunakan maskapai yang sama,
10:01atau akan justru dialihkan ke maskapai lainnya?
10:05Nah, dari informasi yang saya coba cari dari HUMAS dan juga dari pihak lain,
10:10bahwasannya sejauh ini mereka masih tetap belum bisa memberikan waktu,
10:15dan kapan itu dilakukan-lakukan masih dalam proses koordinasi dengan pihak maskapai,
10:19maupun dari pihak lainnya yang mungkin beberapa alternatif lain bisa menggunakan pesawat dari maskapai lain,
10:28atau menunggu proses pengecekan ini selesai.
10:31Namun begitu, upaya itu akan dilakukan secepatnya,
10:34apakah memang nanti pada akhirnya menggunakan maskapai lain,
10:37itu nanti akan ditentukan oleh beberapa pihak yang ada di Bandara Kuala Namu,