00:00Teman-teman, Batu Ruyut, ya ini kan para pegiat literasi, ini saya memperkenalkan tiga jilid buku baru yang saya tulis tebal 500 salaman tentang Impres Jalan Daerah.
00:13Ini adalah jaketnya, ini adalah tiga bukunya.
00:17Ini buku pertama tentang kesejarahan jalan, ya dari Aceh Pempatan Arusan sampai kemudian terakhirnya Impres Jalan Daerah.
00:25Itu di jalan pembentahan Presiden Jokowi Dodo.
00:28Lalu buku kedua, ini tentang cerita bagaimana Impres Jalan Daerah di seluruh Indonesia dibangun.
00:35Tapi yang diri kedua ini, saya terjun ke lapangan bersama tim.
00:38Jadi kami menasihkan langsung keberadaan Impres Jalan Daerah.
00:42Nah, yang ketiga ini buku yang berisi data-data, hal serupa, tetapi kami tidak turun ke daerah ini.
00:49Data-data berasal dari wilayah-wilayah di seluruh Indonesia.
00:52Nah, ketiga buku ini kemudian menjadi satu kesatuan, ya.
00:56Satu kesatuan bagaimana sebuah Impres Jalan Daerah, ya, itu didokumentasikan.
01:05Nah, awal dari adanya Impres Jalan Daerah itu, saya kira teman-teman juga sudah paham bahwa ada viralnya warga yang memvideokan jalan rusak di Lampung,
01:18dan kemudian juga ada di Sumatera, di Medan Satuku, lalu kemudian menjadi viral dan menggugah Jokowi dulu untuk terjun langsung ke lapangan,
01:29sehingga lahirlah kemudian Impres Jalan Daerah.
01:33Nah, dengan Impres itu, dengan dana sekitar 32 triliun rupiah, maka seluruh provinsi, di sini tercantum 33 provinsi, ya, kecuali DKI Jakarta,
01:44terkena dampak positif dari keberadaan Impres Jalan Daerah.
01:50Pesat saya kepada teman-teman di Batu Ryud, ya, kita sebagai pegiat literasi, jangan pernah berhenti menulis, jangan pernah berhenti berpikir, jangan pernah berhenti membaca.
02:00Dan memanfaatkan link atau tautan dari orang-orang atau dari lembaga-lembaga itu sangat penting,
02:07karena tentu saja di zaman yang serba disrupsi ini, kita tidak bisa hidup sendiri, menulis sendiri, dan jalan sendiri.
02:16Jadi, kita memang harus selalu terpaut dengan orang lain.
02:21Jadi, teman-teman, tetap semangat ya, Batu Ryud, insya Allah nanti mungkin ada kemah literasi lagi.
02:27Dan terima kasih kepada Pak Jansen yang tidak mau, tidak rela, saya pensiun.
02:35Beliau tidak ingin saya menggunakan kata-kata pensiun.
02:39Dan saya coba challenge kata-kata itu dengan melahirkan tiga buku ini, bahwa saya tidak pernah pensiun, Pak.
02:45Saya pensiun dari Harian Kompas, tetapi untuk menulis buku berliterasi, saya tidak pernah pensiun.
02:52Terima kasih.
Komentar