Jakarta – Sebuah karya monumental yang mendokumentasikan transformasi infrastruktur di seluruh pelosok Nusantara resmi diluncurkan. Buku berjudul "Jalan Keadilan Sosial untuk Indonesia" ditulis oleh jurnalis senior Pepih Nugraha bersama Tim Majalah LINTAS, dan diterbitkan dalam tiga jilid yang memuat detail proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan daerah di 33 provinsi di Indonesia.
Buku ini mencatat pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo, dengan cakupan 511 ruas jalan dan total anggaran mencapai Rp32 triliun untuk dua tahun anggaran: 2023 dan 2024. Menariknya, proyek ini dibiayai bukan dari APBN maupun APBD, melainkan dari dana khusus Inpres, sebagai bentuk akselerasi konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal secara infrastruktur.
00:00Teman-teman, Batu Ruyut, ya ini kan para pegiat literasi, ini saya memperkenalkan tiga jilid buku baru yang saya tulis tebal 500 salaman tentang Impres Jalan Daerah.
00:13Ini adalah jaketnya, ini adalah tiga bukunya.
00:17Ini buku pertama tentang kesejarahan jalan, ya dari Aceh Pempatan Arusan sampai kemudian terakhirnya Impres Jalan Daerah.
00:25Itu di jalan pembentahan Presiden Jokowi Dodo.
00:28Lalu buku kedua, ini tentang cerita bagaimana Impres Jalan Daerah di seluruh Indonesia dibangun.
00:35Tapi yang diri kedua ini, saya terjun ke lapangan bersama tim.
00:38Jadi kami menasihkan langsung keberadaan Impres Jalan Daerah.
00:42Nah, yang ketiga ini buku yang berisi data-data, hal serupa, tetapi kami tidak turun ke daerah ini.
00:49Data-data berasal dari wilayah-wilayah di seluruh Indonesia.
00:52Nah, ketiga buku ini kemudian menjadi satu kesatuan, ya.
00:56Satu kesatuan bagaimana sebuah Impres Jalan Daerah, ya, itu didokumentasikan.
01:05Nah, awal dari adanya Impres Jalan Daerah itu, saya kira teman-teman juga sudah paham bahwa ada viralnya warga yang memvideokan jalan rusak di Lampung,
01:18dan kemudian juga ada di Sumatera, di Medan Satuku, lalu kemudian menjadi viral dan menggugah Jokowi dulu untuk terjun langsung ke lapangan,
01:29sehingga lahirlah kemudian Impres Jalan Daerah.
01:33Nah, dengan Impres itu, dengan dana sekitar 32 triliun rupiah, maka seluruh provinsi, di sini tercantum 33 provinsi, ya, kecuali DKI Jakarta,
01:44terkena dampak positif dari keberadaan Impres Jalan Daerah.
01:50Pesat saya kepada teman-teman di Batu Ryud, ya, kita sebagai pegiat literasi, jangan pernah berhenti menulis, jangan pernah berhenti berpikir, jangan pernah berhenti membaca.
02:00Dan memanfaatkan link atau tautan dari orang-orang atau dari lembaga-lembaga itu sangat penting,
02:07karena tentu saja di zaman yang serba disrupsi ini, kita tidak bisa hidup sendiri, menulis sendiri, dan jalan sendiri.
02:16Jadi, kita memang harus selalu terpaut dengan orang lain.
02:21Jadi, teman-teman, tetap semangat ya, Batu Ryud, insya Allah nanti mungkin ada kemah literasi lagi.
02:27Dan terima kasih kepada Pak Jansen yang tidak mau, tidak rela, saya pensiun.
02:35Beliau tidak ingin saya menggunakan kata-kata pensiun.
02:39Dan saya coba challenge kata-kata itu dengan melahirkan tiga buku ini, bahwa saya tidak pernah pensiun, Pak.
02:45Saya pensiun dari Harian Kompas, tetapi untuk menulis buku berliterasi, saya tidak pernah pensiun.
Jadilah yang pertama berkomentar