Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/595664/pegiat-lingkungan-envigreen-beber-3-masalah-sampah-mendesak-di-kota-malang-sapa-malang
00:00Halo selamat pagi saudara, senang sekali Sapa Malang kembali menyapa Anda bersama saya Nadifa Rahma.
00:29Nah saudara permasalahan sampah kini tak kunjung usai mulai dari kesadaran masyarakat yang minim lalu juga minimnya pengelolaan sampah hingga penegakan hukum yang masih lemah.
00:40Nah sehingga hal tersebut membuat volume sampah di kota Malang khususnya semakin meningkat.
00:46Nah disini setiap harinya volume sampah pun juga tidak kunjung berkurang dan selalu menggunung.
00:51Kita bisa lihat setiap harinya di TPA, di sungai kita juga masih selalu melihat banyak sampah ada di sana.
01:00Lantas bagaimana kita mengelola sampah dan mengurangi sampah yang ada di sekitar kita khususnya di kota Malang?
01:06Nah saya akan mengajak Anda untuk berbincang langsung dengan pegiat lingkungan ada Mas Ahmad Labib dari Environmental Green Society.
01:16Yang disini pun juga tak gentar terus berusaha untuk membersihkan hingga mengelola sampah dan terus menggalakkan untuk mengurangi sampah yang ada di sekitar kita.
01:25Sudah hadir bersama kita pada pagi hari ini ada Mas Labib. Selamat pagi Mas Labib.
01:30Selamat pagi Mbak. Halo.
01:32Gimana kabarnya Rinyal Habib?
01:32Alhamdulillah baik sehat.
01:34Masih terus semangat begitu ya untuk menggalakkan berkampanye untuk mengurangi sampah yang ada di kota Malang?
01:40Tentu, kita berhenti kalau sudah masalahnya tetangga nih.
01:43Oke berarti kalau sekarang ini sepertinya tidak berhenti-berhenti.
01:46Ya makanya gitu.
01:47Terus bergerak begitu ya Mas Labib.
01:48Oke langsung saja Mas Labib disini saya mau meminta Mas Labib untuk menyebutkan tiga permasalahan utama yang ada di kota Malang.
01:57Apa saja Mas Labib?
01:58Oke tentu kalau untuk bicara masalah sampah sendiri di kota Malang yang pertama dari hulunya sendiri soal regulasi untuk pengurangan penggunaan secara mengikat itu masih belum ada sih Mbak.
02:08Jadi kita contoh kayak daerah-daerah lain seperti Surabaya di Jawa Timur kemudian Gersik adalah gitu Kediri itu mereka sudah punya regulasi yang jelas soal bagaimana pembatasan sampah di suatu daerah itu sendiri.
02:21Jadi misal contoh di Kediri itu di minimarket, di suatu lain itu sudah nggak dikasih kantong resek kan ya.
02:29Itu di Malang kan masih belum ada.
02:30Jadi kita juga sebenarnya ada fokus ke sana juga mau mendukung adanya regulasi pembatasan plastik sekali pakai.
02:36Itu sih yang pertama.
02:37Kemudian yang kedua itu dari timbulan sampah ilegal.
02:42Dinamakan ilegal karena dia tidak ditangani oleh pemerintah.
02:45Jadi tidak terjamah oleh pemerintah seharusnya.
02:48Nasib sampah itu dari rumah tangga atau dari sumbernya langsung diambil ke TPS baru diangkut ke TPA.
02:55Nah ada sampah ilegal itu ketika dia tidak bisa diangkut oleh pemerintah.
03:01Ketika dia dari sumbernya itu malah justru dibuang ke sungai, kemudian ke daerah-daerah yang tidak mestinya ada sampah di situ.
03:10Padahal seharusnya sesuai undang-undang sungai yang ada di Kota Malang ada kali berantas, kali metro, dan juga kanal-kanal kecil lainnya itu secara undang-undang
03:18sebenarnya sampah harusnya nihil, nol di situ.
03:21Nggak ada toleransi sama sekali seharusnya.
03:23Kemudian yang ketiga itu soal pengelolaan sampahnya sendiri.
03:27Kita bisa lihat kalau mungkin di Malang sudah ada BSE, Bang Sampah Malang, tapi dari segi pengelolaan sampahnya masih belum efektif.
03:34Contoh kayak TPA Supit Orang yang dulu-dulu tahun-tahun sebelumnya masih sering kebakaran.
03:39Pengelolaannya masih belum efektif dan juga lebih dipengaruhi dari sampah organik yang masih 61% kalau nggak salah.
03:47Itu sih yang bikin masalahnya yang paling utama ya.
03:49Tiga masalah utama tadi ya, mulai dari regulasi, timbunan sampah ilegal, dan juga pengelolaan.
03:55Iya, betul.
03:56Berarti yang di Malang konsernya seperti itu ya Mas Labib.
03:58Nah Mas Labib ini sudah berapa tahun Mas Labib bergerak di lingkungan seperti ini?
04:03Oke, kebetulan kalau kita di MPB itu karena memang basisnya riset ya.
04:07Kita diawali di tahun 2021, kemudian sampai sekarang justru kita ralinya lebih ke arah sosial dan juga advokasi.
04:15Oke, berarti kurang lebih sekitar 4 tahun begitu ya?
04:19Iya, betul. Fokusnya memang di Malang.
04:20Karena sudah 4 tahun mungkin ya Mas Labib ini bergerak di lingkungan.
04:25Nah Mas Labib ini sering menemukan apa di lapangan Mas Labib?
04:27Apalagi terkait dengan sampah lalu juga kesadaran masyarakat di sekitar Mas Labib seperti apa yang ditemukan?
04:34Oke, jadi di awal sendiri, di tahun-tahun pertama kita sebenarnya fokusnya itu ke sungai, Mbak.
04:39Dari awal bukan ke sampah sih.
04:41Dari ke sungai itu kita punya riset ekologi perairan namanya, ekologi akuatik soal studi tentang sungai.
04:48Mempelajari bagaimana ada organisme atau makhluk hidup yang ada di sungai, ikan, kemudian serangga air,
04:53dan juga tumbuh-tumbuhan di sekitar sungai, dan juga bagaimana masalah yang ada di sungai itu bisa teratasi.
05:00Jadi kita itu punya misi adalah mendukung keanekaraman hayati melalui pengelolaan yang baik.
05:06Jadi memang fokusnya itu di sungai.
05:09Nah kebetulan di Malang sendiri, sungai di Malang itu masalah paling utamanya itu sampah.
05:14Kalau di daerah-daerah lain, dari rekan-rekan komunitas yang lain itu menemukannya masalah limbah pabrik, limbah industri, limbah rumah tangga.
05:21Nah kalau di Malang sendiri kita menemukannya paling banyak itu sampah.
05:25Jadi di kita paling banyak untuk riset soal sungainya memang di sampah sih.
05:32Oke berarti di Malang ini memang sungainya ini banyak sekali sampah?
05:36Iya.
05:36Sampah rumah tangga?
05:37Betul.
05:38Oke berarti di sini bisa dilihat ya bahwa kesadaran masyarakat sekitar untuk membuang sampah ini bagaimana mas?
05:46Membuang sampah ke sungainya ini mas?
05:48Oke jadi aku gambarkan buat kondisi di lapangan dulu sih.
05:53Jadi kondisi di lapangan itu contoh kayak pemukiman yang ada di pinggirin sungai, di pandaran sungai itu paling rentan dia.
05:59Jadi sebenarnya kan secara regulasi nggak boleh ada pemukiman.
06:02Tapi memang secara topografi di Malang sendiri ada pemukiman yang mau itu nggak mau ada di situ gitu.
06:07Jadi efeknya di sana pengelolaan atau pengangkutan sampahnya nggak efektif.
06:12Jadi mau nggak mau warga itu nggak punya, ada beberapa kelurahan yang nggak punya TPS sama sekali.
06:17Jadi nggak ada yang ngakut sampah dari rumah ke TPS, nggak ada.
06:20Jadi mau nggak mau mereka buang sampahnya ke sungai.
06:23Pernah kita, Bu jangan buang sampah ya.
06:25Lo le, nggak tak buang nak sungai, tak lepoknya lemari tak mas.
06:28Gitu, masalahnya kayak gitu sih.
06:30Jadi sebenarnya kalau seakan ada falsitas yang memenuhi, pasti mereka punya kesadaran untuk tidak membuang sampahnya ke sungai.
06:37Oke, paling banyak biasanya di mana mas?
06:40Biasanya mas Labib ini turun lapangan menemukan di sungai mana mas?
06:45Kalau yang banyak sampah-sampah rumah tangganya seperti itu?
06:48Paling banyak sih dari jembatan daerah Amukwarnawari ke bawah sih.
06:54Muharto, Polean, kayak gitu-gitu banyak.
06:56Soalnya banyak pemukiman bantaran sungai yang mepet ke sungai banget kan?
06:59Oke, berarti bisa kita ketahui bahwa kalau banyak pemukiman rumah tangga di situ dan dekat sungai, kemungkinan besar mereka akan membuang ke sungai tersebut.
07:10Apalagi kalau tidak ada TPS tadi begitu ya.
07:13Di daerah situ juga tidak ada TPSnya mas?
07:16Nggak ada, satu kelurahan nggak ada.
07:18Jadi selain nggak ada, nggak ada yang ngangkut juga.
07:20Soalnya medannya itu susah mbak, jadi bisa lihat di daerah Muartos itu kena naik.
07:25Jadi orang mau dibayar pun itu nggak ada yang mau buat ngangkut sampah dari bawah ke atas.
07:30Oke, ini permasalahan kompleks.
07:31Permasalahannya kompleks sih memang.
07:33Dari pemerintah pun masih belum menemukan solusinya sampai saat ini.
07:36Kondisi di lapangannya kayak gitu.
07:38Oke, solusi dan juga penegakan hukum untuk masyarakat yang membuang sampah tadi juga begitu ya mas?
07:44Oke, nanti kita akan bahas setelah ini terkait dengan penegakan hukum dan juga kesadaran masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan sesuai tempatnya dan tidak membuang di sungai.
07:53Seperti itu ya mas, jangan kemana-mana tetap di Sampah Malang.