00:00Intro
00:00Nama Menteri Kooperasi Budi Ari Setiadi muncul oleh dalam surat dakwaan jaksa
00:19dengan terdakwa kasus judi online, Zulkarnain Apriliantoni.
00:23Dalam persidangan yang melibatkan sejumlah pegawai dan tenaga di Kementerian Komunikasi dan Informatika itu,
00:33disebutkan Budi Ari yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kominfo dapat jatah 50% dari keseluruhan website judi online
00:41yang dijaga dengan tarif 8 juta rupiah per website.
00:48Namun Budi Ari membantah.
00:53Apalagi aliran dana, gitu loh.
00:58Jadi bukan disebut, disebut atau menerima, tapi mereka kali itu kesepakatan diantara mereka.
01:07Bukan saya bersepakat dengan mereka.
01:13Meski demikian, kemungkinan memanggil kembali Budi Ari yang pernah diperiksa sebagai saksi atas kasus judi online masih terbuka.
01:21Tentunya kita mengikuti proses sidang, nanti petunjuk dari hakim seperti apa,
01:28yang jelas pernah kita periksa, dan tentunya mungkin akan kita konfirmasi ulang apabila memang ada petunjuk.
01:36Budi Ari bahkan bisa saja dihadirkan sebagai saksi untuk diperiksa di persidangan kasus judi online.
01:43Kalau yang bersangkutan menjadi masuk, menjadi saksi dalam perkas perkara ini,
01:49tentu penutup umum selaku pihak yang dibebankan pembuktian sebagai pemilik perkara,
01:56tentu bisa saja memanggil yang bersangkutan itu sebagai saksi untuk diperiksa di persidangan.
02:02Meski dalam dakwaan jaksa, nama mantan Menkom Info itu muncul,
02:10namun terdakwa Zulkarnain Apriliantoni memastikan Budi Ari tidak menerima uang dari praktik penjagaan situs judi online.
02:18Pemerintah menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum judi online,
02:44meski ada nama Menteri Koperasi Budi Ari dalam dakwaan.
02:48Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar