00:00Pernah nggak sih kamu merasa ingin membalas semua kebaikan orang tuamu, tapi waktu kayaknya nggak pernah cukup?
00:06Di sebuah rumah sakit di kota metropolitan yang sibuk dan ramai, seorang pemuda yang sudah sukses melangkah masuk ke sebuah kamar kecil.
00:13Matanya lelah, tapi wajahnya tetap lembut. Kemeja putih lengan pendeknya kusut. Celananya pun menunjukkan tanda-tanda kerja keras.
00:20Di samping ranjang, terbaring seorang ibu tua, rambutnya perak diikat rapi. Kulitnya pucat, tapi senyumnya hangat.
00:27Ia mengenakan baju rumah sakit bermotif batik yang sudah agak pudar. Sang anak duduk di sampingnya, menggenggam tangan ibunya yang rapuh, menatap matanya tanpa berkata apa-apa.
00:38Sebulan berlalu, suatu pagi dokter memberi kabar baik. Ibu sudah boleh pulang. Sang anak tersenyum lega, menyiapkan kursi roda, dan perlahan membantu ibunya turun dari ranjang.
00:48Di luar, hiruk-pikuk kota metropolitan terlihat dari jendela. Kendaraan lalu lalang. Orang-orang berjalan tergesa-gesa. Ia mendorong kursi roda ibunya, melewati jalan setapak.
01:00Ibunya memakai selendang coklat muda di atas baju batiknya yang lusuh. Wajahnya tampak lelah, tapi tenang.
01:07Sesampainya di rumah, sebuah rumah sederhana berlantai keramik dengan perabot kayu dan kipas angin di sudut ruangan.
01:14Sang anak membuka tas hitamnya, mengeluarkan secarik kertas, dan menunjukkannya pada sang ibu.
01:21Itu adalah rincian biaya rumah sakit. Obat, Rp12.500.000. Kamar rumah sakit, Rp8.000.000.
01:28Uang lelah menjenguk, Rp4.000.000. Jaga malam, Rp3.000.000. Merawat ibu sebulan, Rp5.000.000. Kerugian karena meninggalkan rapat, Rp5.000.000.
01:37Bensin, Rp1.000.000. Dan biaya lainnya, Rp10.000.000. Ibunya menatap kertas itu, lalu tersenyumkan.
01:44Penyum kecil, penuh arti. Ia menatap sang anak dan berkata pelan,
01:48Besok datang lagi ya, nak. Ibu mau memberikan sesuatu.
01:51Keesokan harinya, sang anak datang lagi.
01:54Kemejanya masih sama, tapi kali ini rapi.
01:57Ibunya masuk ke kamar sebentar, lalu keluar membawa sebuah map biru tua.
02:01Tanpa berkata apa-apa, ia menyerahkannya pada sang anak.
02:05Sang anak menerimanya dengan sopan, dan pulang tanpa membuka isi map itu.
02:09Beberapa jam kemudian, di kantor, sebuah pesan masuk dari tetangga.
02:14Ibumu kampuh lagi, tapi sang anak masih sibuk dengan pekerjaannya,
02:19dan memilih untuk menunda pulang.
02:21Malam harinya, akhirnya ia membuka map pemberian ibunya.
02:25Di dalamnya, ada sertifikat rumah, surat tanah, dan dokumen-dokumen penting lainnya.
02:31Tangannya gemetar, membaca satu persatu.
02:34Tiba-tiba ponselnya berdering, pesan masuk lagi.
02:37Ibumu sudah tiada.
02:39Map itu jatuh dari tangannya, berhamburan di lantai.
02:41Dari antara dokumen, terjatuh selembar kertas kecil.
02:46Sebuah surat, tulisan tangan ibunya sendiri.
02:49Anakku tersayang. Terima kasih.
02:51Untuk semua yang sudah kamu berikan kepada ibu.
02:54Kamu membuat rincian biaya.
02:56Izinkan ibu juga membuat rincian.
02:58Nutrisi saat kamu dalam kandungan.
03:00Gratis.
03:00Rasa sakit saat melahirkanmu.
03:03Gratis.
03:04Menjagamu siang dan malam.
03:05Tanpa tidur.
03:06Juga gratis.
03:08Air susu.
03:09Yang ibu berikan dari tubuh yang lelah.
03:11Itu pun gratis.
03:13Tempat tinggal.
03:14Makanan hangatnya pelukan.
03:16Semuanya gratis.
03:18Sekolahmu.
03:19Pengobatanmu.
03:21Dan doa ibu setiap malam.
03:22Tak pernah ibu tagih.
03:24Kasih sayang ibu.
03:25Dari perut.
03:26Sampai kamu dewasa.
03:28Semuanya gratis.
03:29Anakku.
03:30Kalau kamu jumlahkan semuanya.
03:32Kamu akan tahu.
03:34Harga kasih sayang seorang ibu.
03:36Itu gratis.
03:37Ibu cuma bercanda.
03:39Map ini.
03:40Bukan tagihan.
03:41Ini warisan.
03:43Maafkan ibu.
03:44Kalau tak bisa memberi lebih banyak.
03:46Tapi satu hal.
03:47Yang ibu ingin kamu bawa selamanya.
03:49Didiklah anak-anakmu nanti.
03:51Agar menjadi anak yang saleh dan salehah.
03:53Ibu selalu bangga padamu.
03:56Kadang kita terlalu sibuk menghitung.
03:58Sampai lupa.
04:00Bahwa cinta seorang ibu.
04:01Tak pernah minta dibayar kembali.
04:03Kalau kamu masih punya ibu.
04:05Peluk dia.
04:06Hari ini.
04:06Kalau sudah tiada.
04:08Jangan lupa.
04:09Doakan.
04:10Uang bisa dicari.
04:12Waktu bisa diatur.
04:13Tapi kehadiran.
04:15Itulah.
04:15Yang sering tak bisa diulang.
04:17Jika cerita ini menyentuh hatimu.
04:19Tekan like.
04:20Subscribe.
04:20Dan bagikan video ini.
04:23Sebagai bentuk cinta.
04:24Untuk ibu.
04:25Dimanapun ia berada.
Comments