00:00Kali misalnya dihitung, paling murah gue sama ini, gue coba gue zaman maher gue mau seperangkat alat sholat.
00:06Nambu gue bedino.
00:09Gue coba ngur gue profesional, habis.
00:12Entah, entah.
00:15Min.
00:15Min.
00:17Min.
00:18Min.
00:21Entah, gue bilang kurang.
00:23Kurang.
00:25Aku mulai kayak jalur sih, bareng sobat.
00:28Jal Al-Fatih.
00:31Tidak, enggak.
00:32Enggak.
00:33Ini saya nampeng apa yang mati, gue niru Marvin Abdul Aziz.
00:36Aku niru Abu Jahal.
00:39Abu Jahal itu apa yang mati, jadi mulai.
00:41Orang-orang mulai kayak Abu Jahal.
00:44Jahal gue moco kita, gue kan sorokan, kekangkang, tafsir munir.
00:48Selanjutnya gue sering moco.
00:50Abu Jahal itu yang mati ini, jadi mu'awed dan mu'awad.
00:53Ada bucah kembar, jadi mu'awed dan mu'awad.
00:55Ibna Afroq.
00:58Jadi, Abdul Aziz bin Mas'ud itu uang indi.
01:01Terus indi, terus.
Komentar