00:00 Oke, akhirnya kita memiliki PATS, Pembangkit Listrik Tenaga Suria, 192 MW.
00:21 yang ini merupakan pembangkit listrik tenaga suria yang floating, yang terbesar di Asia Tenggara.
00:32 Saya kira setelah memulai ini, nanti tadi saya sudah berbicara juga dengan Menteri Dr. Tani dari UAE,
00:44 bahwa ini akan ditingkatkan lagi mungkin di angka kurang lebih 500 MW.
00:52 Dan kita harapkan akan semakin banyak energi baru terbarukan yang dibangun di negara kita, Indonesia,
01:00 baik itu tenaga suria, hidropower, kemudian geotermal, kemudian tenaga angin.
01:09 Kalau terus secara konsisten kita laksanakan seperti ini akan sangat baik.
01:16 Bapak, selain Arab Saudi, mungkin ada investor lain yang tertarik untuk EBIT?
01:21 Kalau yang ngantri banyak, tetapi kita inginkan satu-satu.
01:26 Satu-satu selesai, bisa ditingkatkan lagi, tidak semua kita terima.
01:33 Tapi kita yang kedua ini mungkin yang agak gede lagi, yang hidropower, tapi memang belum final.
01:41 Pak, ini dia lirik ke mana saja Pak?
01:44 Di Jakarta saja, di Jawa Barat atau sampai ke Bali?
01:47 Ya sementara, karena masih kecil ya, di sekitar Jirat atau lebih dahulu.
01:54 Pak, nambah bauran energi baru terbarukan di Indonesia berapa persen sih Pak dari Jirat lainnya?
02:01 Ya kalau target kita kan tahun depan harusnya itu sudah 23 persen, tetapi memang tidak mudah.
02:10 Karena kemarin ada COVID-19, jadi kita ngejar angka itu.
02:14 Tetapi komitmen kita tetap bahwa kita akan terus mengejar target yang sudah kita berikan.
02:25 Pak, selanjutnya di proyek mana? Kota Kenting yang ada di Sumatera dan di RDR?
02:29 Semuanya masih dalam proses studi, belum final, jadi saya tidak mau bicara.
02:35 Yang paling gede nanti yang hidropower.
02:39 Ini untuk rumah tangga juga atau untuk pabrik atau untuk semuanya?
02:45 Semuanya, semuanya, semuanya. Tetapi memang permintaan untuk yang green energy,
02:51 untuk industri itu yang paling banyak. Karena semuanya ingin mendapatkan produk-produk premium dari green energy.
03:00 Terima kasih.
03:02 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments