Surat Taha ( طه) adalah surat ke-20 dalam Al-Qur’an. Surat yang terdiri dari 135 ayat ini termasuk ke dalam golongan Surat Makkiyah dan diturunkan setelah Surat Maryam. Surat ini dinamakan “Taha” karena diambil dari lafaz pada ayat pertama. Taha sendiri adalah sebuah panggilan untuk laki-laki, dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.
Sebagaimana lazimnya surat-surat dalam Al-Qur'an yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf-huruf tersebut seakan-akan menjadi pemberitahuan dari Allah kepada para pembacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat perlu diketahui. Maka seperti itulah dalam Surat Taha ini, Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah selaku pencipta manusia.
Di antara keutamaan dan khasiat Surat Taha adalah sebagai berikut:
Pertama, termasuk Al-Ma'in yang diturunkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. sebagai pengganti Zabur.
Kedua, mengandung Al-Iismul A'dzam (nama Allah yang paling agung), jika berdoa dengannya akan dikabulkan (insya Allah).
Ketiga, diberikan catatan amal perbuatan dengan tangan kanan dan tidak dihisap atas apa yang dilakukannya setelah Islam.
Dari Abi Abdullah telah berkata:
"Janganlah kalian bosan membaca Surat Taha, karena sesungguhnya Allah mencintainya dan mencintai yang membacanya. Barangsiapa yang membacanya dengan istiqamah, maka Allah akan memberikan kitab (catatan amal perbuatan) dengan tangan kanannya di hari kiamat, Allah tidak menghisabnya atas apa yang dilakukannya setelah Islam, dan memberinya pahala di akhirat hingga ia merasa rida." (Tsawabul- A'mal: 137)
Be the first to comment