Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 tahun yang lalu
Skandal produk lain sedang melanda konsumen Tiongkok, kali ini adalah lotion bayi beracun. Laporan mengatakan krim bayi itu menyebabkan cacat pertumbuhan dan masalah kesehatan lainnya, saat dioleskan.

Otoritas kesehatan Tiongkok menarik kembali 1.200 botol lotion bayi. Itu setelah klaim bahwa produk tersebut menyebabkan kelainan bentuk yang serius dan masalah kesehatan lainnya.

Dikembangkan oleh sebuah perusahaan di Provinsi Fujian, Tiongkok, produk itu dipasarkan sebagai krim kulit anti bakteri untuk bayi. Tapi orangtua yang menggunakannya pada bayi mereka, segera mulai memperhatikan pembengkakan yang tidak biasa, penambahan berat badan, pertumbuhan terhambat, dan rambut tubuh yang berlebihan pada anak-anak mereka. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh hormon di dalam krim tersebut.

Skandal itu terungkap setelah pembela hak konsumen Tiongkok yang populer, Wei Wenfeng, membagikan rekaman kecacatan pada seorang bayi perempuan berusia 5 bulan di media sosial Tiongkok. Ibu bayi tersebut mulai mengoleskan krim kulit itu, dua bulan lalu.

Wei kemudian menemukan hasil yang mengejutkan, setelah melakukan tes laboratorium pada produk tersebut. Hasil menunjukkan bahwa krim tersebut mengandung hingga 31 miligram per kilogram, hormon berbahaya.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, dia menemukan toko yang menjual lotion bayi, semuanya merekomendasikan produk tersebut daripada yang lain untuk dijual.

Ibu bayi itu mencoba memperingatkan orang lain tentang krim itu di media sosial minggu lalu. Namun yang mengejutkan, produsen produk tersebut mengancam akan menuntutnya.

Skandal ini bukanlah kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 6 lotion bayi yang berbeda ditemukan mengandung hormon berbahaya. Beberapa dari mereka bahkan memiliki kandungan yang sangat kuat.

Sumber tautan terkait:
https://www.theepochtimes.com/china-recalls-baby-skin-cream-after-report-of-5-month-old-girl-s

Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)”
New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global.
Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok)

Donasi dukung kami: https://ntdindonesia.com/donasi/
Lebih banyak berita dan artikel ☛ https://ntdindonesia.com/
Terhubung dengan kami di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/
Saksikan juga video kami di ☛ https://www.dailymotion.com/ntdindonesia
Video inspirasi setiap hari ☛ https://www.youtube.com/ntdkehidupan

#skandal #produkberbahaya #madeinchina #tiongkok #cina #china #pkt #partaikomunistiongkok #lotionbayi #krim #hormon #racun #bayi #produkpalsu

Kategori

🗞
Berita
Komentar

Dianjurkan