Videos About PapuaPlaylist created by beritapapuaroom | 37 videosSee more playlists »
List options
Export
Player mode on | off
Grid
List
Oknum TNI Diduga Tembaki Tukang Ojek
Kapendam XVII Cenderawasih, Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Ali Hamdan Brogda menjelaskan kepada wartawan mengenai insiden penembakan terhadap tukang ojek yang diduga dilakukan oleh oknum TNI.
Rumah Warga Kitikni
Inilah potret rumah warga Kitikni. Hampir sebagian besar warga Kitikni hidup dengan kondisi rumah seperti yang ada dalam cuplikan video ini. Air bersih harus diambil dari sungai yang ada dibawah kampung mereka. Dan di kampung ini hanya ada satu gereja, satu Poly (tempat berobat) dan satu SBH (Sekolah Buta Huruf). Ketiga bangunan yang beratap seng ini adalah peninggalan misionaris. Tidak ada satupun bangunan yang dibuat oleh Pemda Yahukimo. Dan ternyata, gereja mereka yang baru didirikan adalah hasil swadaya masyarakat kampung sendiri. Kampung ini nyaris tidak tersentuh sedikitpun oleh program pembangunan Pemda Yahukimo maupun Pemda Papua. OMONG KOSONG!
Flash Floods in Indonesia's Papua Province Kill at Least 13
For more news visit ☛ http://english.ntdtv.comFollow us on Twitter ☛ http://twitter.com/NTDTelevisionAdd us on Facebook ☛ http://facebook.com/NTDTelevisionFlash floods have swept through the Paniai district in eastern Indonesia, killing 13 people. Hundreds are still missing and thousands are taking refuge in schools and public buildings.Heavy rains for nearly a month have caused floods in Papua Province in eastern Indonesia. The Paniai Lake has swelled and caused floodwaters to sweep through the Paniai district in the province.Local media reports say at least 13 people are killed, dozens injured, and many others still missing.Rising waters broke the banks of the river, and waters rushed into the residential areas sweeping away dozens of wooden and concrete houses.Some residents were evacuated by speedboat. Thousands are taking refuge in schools and public buildings.Indonesia has struggled to curb widespread illegal clearing of its forests, which worsens damage caused by flooding.Forests are cleared in resource-rich Papua to make way for mines, plantations or local infrastructure.
Foreword to "Save The People and Forests of Papua"
Neles Tebay, Lecturer in Philosophy and Theology, discusses the importance of films in the fight against deforestation and palm oil expansion in Papua, in a foreward to a series of 4 locally produced films, by Papuan filmmakers: "Save the People and Forests of Papua". The set of films made entirely by Papuan NGOs in collaboration with villagers, tell how their communities have been adversely affected by destructive logging and oil palm plantations. The four short films, launched under the collective banner: “Save the People and Forests of Papua” give an insight into a country which is currently off-limits to journalists. For more information, please contact: • Timer Manurung, Telapak, Tel: +62 811 125 006 / Fax: +62 (0) 21 8310570 e-mail: timer.manurung@gmail.com • Jago Wadley, EIA, Tel: +62 (0) 813 866 21940 / Fax: +62 (0) 21 8310570 e-mail: jagowadley@eia-international.org • Septer Manufandu, at Foker LSM Papua for information about the “Save the People and Forests of Papua”: septer_manufandu@yahoo.com Tel: +62 (0)967573511 / Fax: +62 (0) 0967 573 512 / Mob: +62 (0) 812 487 6321 Find out more about the Films4Conservation Initiative at: http://www.films4.org
Police Break Up Tribal Dispute in Indonesia's Papua Province
For more news visit ☛ http://english.ntdtv.comIndonesian police tried to break up violence between members of the rival Murib Tribe and the Kogoya Tribe in Papua Province on Monday.The tribes used bows and poisonous arrows aimed at each other.One person was injured, suffering lesions to his legs.The fight was likely to have been caused by an unresolved dispute over a dowry. A member of the Kogoya Tribe married a Murib Tribe member... but the Kogoya Clan said the dowry was too small... and the two groups have been feuding ever since.But officials have a different story. They say the violence was immediate retaliation for an incident over the weekend when a Kogoya Tribe member was injured by an arrow shot by a Murib Tribe member.The fight between the tribes has been ongoing for decades. After a short break in 2009, fighting resumed again in January of this year.
Demonstrasi Mahasiswa “Sambut” Obama
Ratusan Mahasiswa Universitas Cenderawasih yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB), melakukan aksi pemalangan kampus di depan gapura Universitas Cenderawasih (UNCEN) Waena, Jayapura, kamis, (18/03). Hal ini dilakukan terkait rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama ke Indonesia. Massa meminta Obama, turut menyelesaikan sejumlah permasalahan yang terjadi di Papua. Menurut kordinator demo, Benyamin Gurik, keberadaan investasi Amerika oleh PT. Freeport Indonesia (PTFI) di Papua, yang bercokol sejak 1975, telah menelan banyak korban jiwa. Untuk itu, imbuhnya, sebagai Presiden Amerika yang sedang menjabat, Obama harus juga bertanggungjawab atas sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, khususnya di areal PTFI Timika-Papua. [Rep/Kam/Video Editor : Ardiansyah Matrais].
Aksi 1000, Peduli Mama-mama Pasar
Aksi seribu rupiah mendukung pembangunan pasar bagi mama-mama pedagang asli Papua dipusatkan di jalan Raya Sentani-Abe depan Kantor Pos Kota Jayapura, (15/03) siang tadi. Aksi ini disambut antosias warga yang lewat, dengan mengisi kotak sumbangan yang telah disediakan panitia. Pada aksi perdana ini, dana yang terkumpul sebesar Rp. 4.621.500, kemudian akan disumbangkan pada mama-mama pedagang untuk keperluan pembenahan tempat usaha mereka. SOLPAP (Solidaritas Mama-mama Pedagang asli Papua) dan beberapa elemen penting lain yang tergabung dalam aksi ini, menyerukan kepada Pemerintah untuk segera membangunkan pasar bagi mama-mama pedagang asli Papua. Direncanakan, aksi serupa akan kembali digelar pada Jumat, (19/03) mendatang di tempat yang sama. [Rep/Cam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Profil TIMNAS Muda
Yunus Noviandy Madouw, salah satu putra Papua yang pernah merumput di TIMNAS Indonesia under 15. Ia yang lahir, di Jayapura, pada 7 November 1995 adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Fandy, panggilan akrabnya, bercita-cita menjadi pemain sepakbola Profesional. Kegiatan akademik ditempuhnya di SMP XI Kota Jayapura. Kini Fandi berusia 15 tahun dan duduk di kelas IX. Talenta sepakbola luar biasa yang dimiliki putra sulung Fredrik Madouw ini terus diasah di Klub sepakbola lokal bernama EMSYK (Embun Syklup). [Rep/Cam/video Editor : Ardiansyah Matrais]
Bedah Buku 100 Tahun Baptisan Di Metu Debi
Berpartisipasi memeriahkan Satu Abad Kota Jayapura, yayasan Emereuw Sentani Jayapura meluncurkan sebuah buku yang berjudul 100 Tahun Babtisan Di Metu Debi. Acara bedah buku digelar di Rumah Adat Kampung Injros, Distrik Abepura Kota Jayapura, pada sabtu (6/3). Perjalanan panjang sang penulis ditempuh selama tak kurang dari 2 tahun, mengumpulkan data sejarah tentang Para Pekerja Anggur di Jemaat GKI Abara Injros. Rudi Mebri sebagai penulisnya, berupaya mengungkap identitas masyarakat asli yang hidup ranah teluk Tabi dan pengaruh Injil saat pertama masuk 100 tahun silam. [Rep/Cam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Ribuan Kubik Kayu Ancam Robohkan Jembatan Arso IX
Hujan deras yang mengguyur Distrik Arso, Kabupaten Keerom, sejak Senin malam (25/1) hingga Selasa pagi (26/1) sekitar Pukul 09.00 WIT, menyebabkan banjir bandang yang meluapkan Sungai Kabur. Hingga berita ini diturunkan, warga masih berusaha membersihkan ribuan kubik kayu dari sungai itu. [Rep/Kam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Ladang Kina Di Tapal Batas (Part 2)
Dalam The Basic Agreement On The Border Agreement atau perjanjian perbatasan antar negara pemerintah RI - PNG, mengakui dan menghormati hak wilayat masyarakat adat di sepanjang perbatasan. Dalam perjanjian itu masyarakat adat kedua negara diperbolehkan melintasi garis perbatasan hanya untuk kegiatan adat seperti berladang, berburu dan ritual-ritual adat. Ondoafi Skow Mabo, Yans Mallow berharap masyarakatnya yang hidup di daerah perbatasan itu, bisa terlibat dalam kegiatan jual-beli di areal pasar perbatasan.[Rep/Kam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Ladang Kina Di Tapal Batas (Part 1)
Peredaran Kina, mata uang negara Papua New Guinea di daerah perbatasan RI-PNG Skow-Wutung mencapai 57.000 kina, atau sama dengan Rp. 200.000.000 per harinya. Paulina Wauw (23) seorang pedagang pinang di pasar Lonchin kampung Skow, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura mengaku, setiap hari ia bisa meraup keuntungan dari hasil dagangannya itu hingga Rp.300.000. [Rep/Kam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Mama-mama Pedagang Pasar Yotefa
Mama-mama pedagang pasar Yotefa, Abepura, Kota Jayapura keluhkan tempat dagangan mereka. Hanya beralas karung bekas beras 50kg dan payung yang mereka sewa dari pihak pengelola pasar dagangan pun digelar. Namun saat turun hujan, aktifitas jual-beli itu kerap lumpuh. Karena sayuran dan buah-buahan yang mereka jajakan digenangi air.[Rep/Kam/Video Editor : Ardiansyah Matrais]
Lestarikan Hutan Cycloop, Selamatkan Wisata Kalibiru
Lestarikan Hutan Cycloop, Selamatkan Wisata KalibiruKalibiru merupakan tempat pemandian yang bernuansa alamiah. Karena dialiri air jernih, dan dibangian dasarnya berupa pasir dan karang, serta pepohonan rimbun di tepiannya. Sehingga kali ini terlihat berwarna biru, indah dan alamiah. Demikian kemudian masyarakat sekitar menyebutnya Kalibiru.[Rep/Cam/Video Editor : Ardiansyah Matra’is]